Sejak Kapan Tradisi Semprot Sampanye Dimulai?

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 4 September 2017

SPORTKU.COM

Bagi para penggemar balap MotoGP, sudah pasti tak asing dengan tradisi semprot sampanye saat selebrasi di podium.

Untuk para juara yang naik podium pada setiap balapan, pasti akan merayakan kemenangannya tersebut dengan menyemprotkan sampanye. Tradisi menyemburkan sampanye tersebut sampai saat masih terus dilakukan di balapan MotoGP. Lalu sejak kapan tradisi ini dimulai?

Sudah sejak puluhan tahun silam tradisi semprot sampanye dilakukan. Namun awal mula tradisi ini bukan dari ajang MotoGP. Perlu diketahui, ternyata tradisi semprot sampanye justru berasal dari balap F1.

Awal mula kisah sampanye terjadi pada Juli 1950. Di mana saat balapan di Sirkuit Reims-Gueux, Prancis, Juan Manuel Fangio yang menyabet gelar kemenangan diberi hadiah sampanye. Moet et Chandon, yang adalah produsen sampanye terkenal di Paris, memberikan sebuah botol sampanye kepadanya.

Ternyata apa yang dilakukan oleh Moet et Chandon terus berlanjut hingga balapan-balapan berikutnya. Bahkan saat itu memberikan sampanye sebagai tanda kemenangan juga tak hanya terjadi di balap mobil saja. Tapi juga di balap motor.

Namun pada waktu itu, sampanye yang diterima oleh para pebalap masih hanya sebatas diminum. Mereka akan langsung meminum sampanye di atas podium. Belum ada acara semprat-semprot sampanye dan hal ini terus terjadi hingga akhir tahun 1960.

Baca Juga
Nih, Ciri Knalpot Racing Terbaik Untuk Motor Balap

Akan tetapi tradisi itu berubah ketika masuki tahun 1966. Berawal dari botol sampanye yang diberikan kepada Jo Siffert, legenda balap mobil asal Swiss yang aktif di dunia balap sekitar tahun 1962 hingga 1971.

Seperti biasa, Jo Siffert yang saat itu menangi balapan di Le Mans menerima hadiah sampanye. Namun minuman dalam botol sampanye tersebut tanpa sengaja justru menyembur keluar. Hal itu tentu mengejutkan para penonton. Tak terkecuali mereka yang saat itu berada di bawah podium dan langsung merasakan siraman dari sampanye.

Dan di tahun 1967, Daniel Sexton Gurney, seorang pebalap mobil professional asal Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Namun kali ini pebalap kelahiran 13 April 1931 silam itu melakukannya dengan sengaja. Dan Gurney mengocok botol sampanye, hingga isi sampanye menyembur keluar.

Sejak saat itu, aksi seprot sampanye juga dilakukan oleh semua pebalap dunia untuk merayakan kemenangan. Sejak saat itu pula bukan hanya F1 yang melakukan tradisi ini. Balapan di MotoGP juga melakukan hal serupa.

Sementara itu, di MotoGP sendiri, tradisi sampanye pernah tak dilakukan oleh para pebalap. Ini terjadi usai balapan berlangsung di Sirkuit Brno, Republik Ceko belum lama ini. Saat itu, Marc Marquez, Dani Pedrosa dan Maverick Vinales yang naik ke podium tak mau melakukan semprot sampanye. Setelah menerima sampanye dari panitia, mereka justru mengarahkan jari telunjuk mereka ke atas atau langit. Hal itu dilakukan untuk menghormati Angel Nieto yang meninggal pada 3 Agustus 2017.

Baca Juga
MRT Dhevara Racing Team "Proyek Pertemanan" (Video)
5 Komponen Terpenting Motor Balap

  • facebook share

RELATED NEWS

Berapa Biaya Bangun Mobil Slalom?

Berapa Biaya Bangun Mobil Slalom?

DID U KNOW
Memahami Fungsi Utama Camber Ban

Memahami Fungsi Utama Camber Ban

DID U KNOW
Nih, Ciri Knalpot Racing Terbaik

Nih, Ciri Knalpot Racing Terbaik

DID U KNOW
Infografis Perubahan Regulasi MotoGP

Infografis Perubahan Regulasi MotoGP

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company