Roller Coaster Karir Huntelaar

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Twitter,zimbio | Editor: Andi Wahyudi | 10 September 2017

Roller Coaster Karir Huntelaar

SPORTKU.COM

Kisah perjalanan karir Klaas Jan Huntelaar bagaikan roller coaster. Kini ia kembali bermain di kampung halamannya, Ajax.

Senyum lebar menghiasai wajah Huntelar ketika mencetak gol perdananya bagi Ajax musim 2017/2018 ketika melawan Groningen denga skor akhir 3-1. Ia mencetak satu dari tiga gol kemenangan de Godenzonen dalam laga yang berlangsung di stadion Amsterdam Arena pada 20 Agustus 2017 silam.

Gol perdana yang diciptakan oleh Huntelaar setelah nyaris satu dekade ia meninggalkan klub itu menandakan dua hal. Pertama adalah ia masih menunjukan ketajamannya di depan gawang lawan walau usianya kini sudah di bilang uzur bagi seorang pesepakbola, yakni 34 tahun.

Kedua, gol tersebut juga menjadikan namanya tercatat sebagai penyerang tersubur kelima di sepanjang sejarah kesebelasan Ajax. Dengan raihan 103 gol membuat dirinya hanya kalah dari Luis Suarez (111 gol), Dennis Bergkamp (117 gol), Jari Litmanen (133 gol), dan Marco van Basten (142 gol).

Kecintaan Huntelaar kepada klub Ajax ibarat peribahasa: Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan (kubang). Pasalnya ia yang sudah malang-melintang di berbagai klub besar di Eropa, namun pada akhirnya ia kembali bermain bagi klub yang membesarkan namanya itu.

"Bukan rahasia bahwa Ajax adalah klub saya. Sungguh bahagia bisa kembali lagi ke sini. Saya merasa sangat bugar dan tak sabar memulai persiapan musim baru," ungkap Huntelaar seperti dikutip dari BBC.

Padahal, sebelum memutuskan untuk kembali ke Ajax, Huntelaar sempat diincar oleh Newcastle Unit untuk bermain di Liga Primer Inggris. Nahkan sempat ditawari untuk bermain di Liga Super Tiongkok.

Namun dengan tegas Huntelaar menolak. Pemain yang mengawali karir sepakbola bersama PSV Eindhoven ini ingin mengakhiri karir di Belanda, dan ternyata Ajax yang sukses meminangnya dengan durasi kontrak satu musim.

"Mereka ingin membayar uang yang banyak, tapi saya menolaknya. Saya tidak memikirkan hal itu. Saya tidak akan meninggalkan keluarga saya di rumah untuk bermain sepakbola di negeri yang jauh. Meski untuk uang yang banyak," ujarnya.

Karir Pahit Huntelaar

Penampilan Huntelaar di Ajax sejak tahun 2005 memang mengundang decak kagum. Puncaknya adalah di musim 2007/2008 di mana ia mampu mencetak 33 gol dalam semusim dan merebut gelar Top Skor Eredivisie.

Tak pelak Huntelaar pun menjadi incaran banyak klub Eropa. Real Madrid menjadi klub yang ia pilih pada Desember 2008 silam. Ia pun menjadi bagian dari Los Galacticos dengan biaya transfer sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp300 miliar.

Sayang bersama Madrid, penampilan Huntelaar menurun. Bahkan hanya mencetak 8 gol dari 20 kesempatan bermain. Di musim berikutnya, ia pun pindah ke AC Milan dalam rangka untuk memperbaiki karirnya.

Sayang meski sempat tampil apik di awal musim, Huntelaar kembali gagal menunjukan ketajamannya. Bahkan ia hanya sanggup mencetak 7 gol di Serie A dari 25 penampilannya bersama Rosonerri.

Baca juga
Ribery Ingin Pensiun di Munchen

Klaas Jan Huntelaar (zimbio)

klaas-jan-huntelaar-twitter--29520f2004af7a5.jpg

Bangkit Kembali di Schalke

Setelah gagal bermain di klub besar. Ia pun menerima tawaran bermain di Bundesliga bersama FC Schalke. Di sinilah baru kemudian The Hunter—julukan Huntelaar—bisa kembali menunjukan ketajamannya sebagai seorang penyerang.

Di musim perdananya, ia mampu mencetak 13 gol. Memang tak banyak, namun tanda-tanda bahwa ketajamannya sudah kembali.

Benar saja, ketika di musim kedua, Huntelaar menjadi salah satu striker yang kehadirannya bisa membuat kiper lawan tak tenang. Di ajang Bundesliga, ia sukses mencetak 29 gol. Bahkan bila di total dengan gol yang ia cetak di kompetisi lainnya, maka ada sebanyak 48 gol tercipta.

Dengan raihan tersebut, ia pun menjadi orang Belanda pertama yang sukses menjadi top skor di ajang Bundesliga di musim 2011/2012. Tak hanya itu, berkat penampilannya Schalke meraih peringkat ketiga di klasemen akhir setelah di musim lalu hanya meraih peringkat ke-14.

Sejak musim 2011/2012 sampai musim 2015/2016 nama Huntelaar selalu menjadi top skor bagi Schalke. Namun di musim terakhirnya bersama klub yang seragamnya didominasi warna biru itu ia hanya mencetak 5 gol saja. Cedera yang cukup panjang menjadi salah satu penyebab ia menjadi jarang diturunkan dan mempengaruhi produktivitasnya.

Meski akhirnya dilepas Schalke, nama Huntelaar tak bisa dilepaskan saja dari catatan sejarah klub asal Jerman tersebut. Pasalnya ia kini tercatat sebagai pemain paling siubur bagi Schalke di ajang kontinental dengan 31 gol—serta masuk dalam pemain yang sukses mencetak 50 gol di ajang kompetisi Eropa.

Selain itu, Huntelaar juga mampu membawa Schalke meraih dua gelar, yakni Piala Jerman dan Piala Super Jerman dalam 7 tahun ia berkarir di klub.

Kini, dengan tampil bersama Ajax. Mungkin tak banyak pencapaian yang ingin ia raih. Meski begitu, kehadirannya di klub tentu akan menjadi sebuah keuntungan bagi Ajax untuk bisa merebutkan gelar juara Eredivisie musim ini.

Baca juga
Anderson Capai Final Pertama Grand-Slam

  • facebook share

RELATED NEWS

Jawara Kontes Video DAM

Jawara Kontes Video DAM

HOT ISSUE
Juara Wimbledon Novotna Berpulang

Juara Wimbledon Novotna Berpulang

HOT ISSUE
Indonesia Siapkan Regulasi Motor Listrik

Indonesia Siapkan Regulasi Motor Listrik

HOT ISSUE
Ducati Tertarik Ben Spies

Ducati Tertarik Ben Spies

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company