Sloane Stephens, Dari Ranking 957 Menjadi Bintang AS Terbuka

Text : Maya Soeparwoto | 11 September 2017

Dari Ranking 957 Menjadi Bintang

SPORTKU.COM

Juara baru AS Terbuka Sloane Stephens mendongkrak rankingnya yang terpuruk menjadi bintang harapan baru.

Sloane Stephens berencana untuk bermalam di New York merayakan kemenanangan dengan sang lawan sekaligus sahabat Madison Keys, beberapa jam setelah meraih gelar Grand Slam pertama.

Petenis Amerika berusia 24 tahun, yang menempati peringkat 83 sampai hari Senin, mengalahkan unggulan keenam Keys 6-3 6-0 hanya dalam waktu 61 menit di final AS Terbuka. Siapa yang dapat menyangka penampilan apik sang juara anyar negeri Paman Sam ini pernah absen setahun akibat cedera hebat.

Ketika ditanya apakah dia akan membeli minuman untuk peryaan kemenangannya, Stephens langsung membenarkan: "Ya, sepertinya banyak dari mereka menginginkannya. Kami mengadakan perayaan kecil dan tentu saja Madison akan datang."

Baca Juga:
Amerika Miliki Juara Baru Grand Slam, Sloane Stephens

Sloane baru saja menempuh 69 hari setelah kembali dari absen 11 bulan dan enam minggu sejak rankingnya anjlok menjadi 957. Stephens menjadi petenis wanita kelima non unggulan untuk memenangkan gelar tunggal Grand Slam di era Terbuka. Ia mengungkapkan bahwa sempat dilanda kebosanan tinggi berimbang dengan ketegangan yang mengancamnya selama 48 jam saat momen krusial semifinal dan final di Flushing Meadows.

Stephens mengakui bahwa ketegangan tinggi mengiringi saat ia melangkah ke Stadion Arthur Ashe. Tapi setelah stau jam berlalu rasa tegang serta merta berubah menjadi ketakjuban saat cek seharga $ 3.7m atau sekitar 48.636 miliar rupiah diserahkan kepadanya dan dia diumumkan sebagai Juara Grand Slam.

Sloane berkata, "Tidak ada kata-kata yang bisa terucap untuk menggambarkan bagaimana saya berhasil sampai di sini, karena jika Anda menceritakan perjuangan saya ini, hanya satu kata, ini sebuah kegilaan."

Lawan sekaligus sahabat, Madison Keys dan Sloane Stephens sloane-stephens-68035b7311462ad.jpg


'Tidak ada hal positif untuk tidak bisa berjalan'

Empat tahun berjalan sejak Stephens pertama masuk pada headline media dunia saat ia mengalahkan rekan senegaranya Serena Williams di perempat final Australia Terbuka. Kemenangan itu membawa rekornya dalam tiga set pertandingan musim panas ini menjadi 8-0.

Keberhasilannya yang mengejutkan langsung mendapat respon dari para bintang olah raga NBA Shaquille O'Neal dan Dirk Nowitzki serta penyanyi John Legend, mengucapkan selamat kepadanya di media sosial.

Pergulatan Stephens menempuh kesulitan hebat berlangsung sampai tahun 2016 saat ia memenangi tiga gelar, memperkuat posisinya di posisi 30 besar. Tiba-tiba cedera kaki kanannya menghentikan momentum itu, memaksanya dirinya menarik diri dari AS Terbuka Agustus lalu sampai berlanjut di Wimbledon.

Operasi pembedahan dilakoni pada bulan Januari dan selama 16 minggu berikutnya Stephens memakai kruk (tongkat) dan tidak dapat menahan tekanan pada kakinya. Baru sebulan sebelum Wimbledon, dia masih memakai sepatu pelindung. "Tidak ada hal positif untuk tidak bisa berjalan dan hanya tergantung pada satu kaki. Hal yang tidak menyenangkan bagi siapa pun." Stephens menjelaskan.

Akhirnya, Stephens kembali ke lapangan pada bulan Juli dan kekalahan pada putaran pertama di Wimbledon dan di Washington sepenuhnya dapat diprediksi. Rangkingnya merosot menjadi 957.

Kemenangan atas Madison Keys adalah yang ke-15 dalam 17 pertandingan yang ditempuh, sebuah upaya seorang pemain yang seolah-olah berusaha menjadi nomor satu daripada sebuah penghindaran dari ranking 1000 dunia.

"Ketika saya menjalani operasi, saya tidak berpikir bahwa saya akan berada pada peluang gelar AS Terbuka. Saya juga tidak berpikir saya akan berada di dekat puncak 100 teratas."

'Sloane menakjubkan dalam kesengsaraan'

Ibunda Sloane Stephens, Sybil Smith membuat debut kehadirannya saat sang putri melakoni final AS Terbuka. Sudah delapan tahun sejak Stephens menghadiri pemakaman ayahnya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Louisiana. Kedua orang tuanya telah bercerai sejak Stephens masih kecil.

Diasingkan dari keluarga, sang ayah John Stephens kembali berkarir ke NFL untuk New England Patriots, Green Bay Packers dan Kansas City Chiefs. Tapi adalah peran sang Ibu, Sybil, seorang perenang AS dari Boston University, yang membesarkan sekaligus mengenalkan pada dunia tenis sejak dirinya berusia sembilan tahun. "Untuk seluruh hidup, peran Ibu saya sangat berpengaruh. Dia selalu berada di setiap sudut hidup saya terutama saat pasang surut kesusahan." Stephens menjelaskan dengan bangga.

Adalah sebuah akademi tenis di Florida, tempat asalnya, Stephens belajar ilmu tenisnya, dan di situlah dia bertemu dengan petenis Inggris Laura Robson saat berusia 11 tahun. Petenis nomor empat Inggris, yang berusia 23 tahun itu tak segan-segan menghadiri pada Sabtu  untuk melihat dua teman seangkatannya berjuang di final AS Terbuka. Robson sendiri mengacu pada kedua petenis wanita tersebut sebagai inspirasi untuk perjuangannya mengembalikan peringkatnya setelah cedera.

Sepanjang 2017 Stephens telah menghabiskan banyak waktu sebagai presenter TV di saluran US Tennis Channel. Keys menggambarkannya sebagai "pekerjaan kedua", membantu mengisi waktunya selama absen karena cedera selama 11 bulan.

Menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang berada di "tempat yang menyedihkan", namun pekerjaan di televisi terbukti menjadi dorongan moral. Paul Annacone, mantan pelatih Pete Sampras, bekerja sama dengan Stephens selama delapan bulan pada tahun 2014, yang juga mendorong dirinya di acara TV-nya tahun ini. Annacone yakin masa absen Stephens dari tenis justru membuahkan beberapa keuntungan.

Euforia kemenangan Stephens ini tak luput dari perhatian ratu tenis dunia, Serena Williams. Serena yang bergabung pada kemeriahan AS Terbuka delapan hari setelah melahirkan anak pertamanya, sang juara 23 kali Grand Slam memposting dukungannya pada media sosial sebelum final.

"Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan betapa bangganya dan betapa bahagianya saya," kata Williams di Twitter.


 

Satu orang yang absen dari laga penting Stephens kali ini adalah sang kekasih Jozy Altidore, mantan pemain depan Sunderland di Liga Primer, yang sekarang memimpin lini untuk Toronto FC. Meski harus bertanding pada turnamen MLS melawan San Jose, dia dia tetap mengetahui hasil final dari ibunya.

Kesuksesan Stephens kemudian tertular pada Altidore yang mencetak dua gol di babak kedua dengan kemenangan 4-0. "Itu bagus sekali," kata Stephens, sebelum menambahkan: "Seharusnya dia mendapat hattrick. Sungguh hari bagus yang menakjubkan."

Sang Ibunda Sybil Smith memegang peran penting karier Sloane Stephenssloane-stephens-77380543a1098f6.jpg


 

 

Baca Juga:
Permainan Dominan, Nadal Raih Gelar Ketiga AS Terbuka
Rival Sejati Tenis Dunia Hadir Di Layar Lebar

Save

  • facebook share

RELATED NEWS

Menanti Federer dan Nadal Bersanding

Menanti Federer dan Nadal Bersanding

TENNIS
Nadal Raih Gelar Ketiga AS-Terbuka

Nadal Raih Gelar Ketiga AS-Terbuka

TENNIS
Amerika Tampilkan Juara Baru, Sloane-Stephens

Amerika Tampilkan Juara Baru, Sloane-Stephens

TENNIS
Nadal Menakjubkan, Menuju Final AS-Terbuka

Nadal Menakjubkan, Menuju Final AS-Terbuka

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company