Satu Hari Bersama Persikad, Galaunya Serigala Margonda

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Handy | Editor: Andi Wahyudi | 14 September 2017

Galaunya Serigala Margonda

SPORTKU.COM

Kisah tentang tim musafir di sepanjang penyelenggaraan Liga 2 musim ini dan masa depan klub yang penuh tanda tanya.

Banyak klub besar di Indonesia. Persija Jakarta, Sriwijaya, Persib Bandung, Arema FC, PSM Makassar hingga Persipura Jayapura merupakan contoh klub yang memiliki suporter setia tak hanya di berada di kota asal namun juga memiliki basis pengemar nyaris di penjuru tanah air lantaran popularitas dan prestasi mereka.

Namun, nyatanya klub-klub di atas tak mampu menyilaukan beberapa orang yang menasbihkan diri sebagai penggemar kesebelasan bersama Persikad. Sebuah klub asal Kota Depok, Jawa Barat. Tercatat klub tersebut memiliki dua basis suporter besar, yakni Super Depok dan Ultras Persikad.

Meski memiliki jumlah massa yang cukup banyak, namun untuk musim ini kedua kelompok suporter kesulitan dalam mendukung tim kesayangannnya. Pasalnya, Persikad yang mewakili Kota Depok justru bermain jauh ke Cilegon.

Hal tersebut terjadi lantaran Stadion Merpati dilarang digunakan. Ada dua versi mengenai mengapa stadion yang terletak di Jl. Gelatik Raya No.43, Pancoran Mas, Kota Depok ini tak dapat dipakai oleh klub berjuluk "Serigala Margonda" tersebut.

Versi pertama adalah bahwa stadion tersebut tak lolos verifikasi. Alasan ini masuk akal. Pasalnya, keadaan stadion memang begitu memprihatinkan lantaran tidak terurus dengan baik. Padahal letaknya berdekatan dengan Kantor KONI Depok.

Kedua, stadion tersebut tengah dilakukan pembenahan oleh Pemkot Depok. Namun, tak jelas apakah proyek renovasi ini selesai atau justru belum dikerjakan mengingat sampai Liga 2 Bergulir—bahkan sampai selesai—perizinan untuk menggunakan stadion ini tak kunjung didapat Persikad kendati wacana pembetulan markas Sang Serigala itu sudah dilakukan sejak Februari 2017 silam.

Superdepok yang tak pernah lelah mendukung

satu-hari-bersama-persikad-25361147d887f4e.JPG


Meski bermain di Stadion Krakatau Steel, Cilegon. Persikad sebenarnya mengawali musim dengan tampil cukup baik. Berhadapan tim kuat Persita Tangerang, pada April 2017 silam dengan skor akhir 2-0 lewat gol dua pemain pinjaman Bali United, Martinus Novianto dan Jackson Tiwu.

Sayang, sejak kemenangan tersebut, Persikad dalam tiga partai selanjutnya hanya mampu menghasilkan satu poin saja. Untunglah, jelang penutupan putaran pertama, tim yang memiliki julukan lain, "Laskar Margonda" ini mampu menang tipis 2-1 dari Persikabo Bogor.

Di putaran kedua, Persikad yang diasuh oleh Isman Jasulmei meraih hasil negatif dengan kalah 1-0 dari Lampung Sakti. Hasil tersebut membuat Ade Suhendra dkk berada di peringkat ketujuh Grup 2 Liga 2 Indonesia. Mantan Asisten Pelatih Persija Jakarta itu pun akhirnya harus angkat kaki dari klub yang ia tangani sejak awal musim.

Manajemen Persikad pun tak tinggal diam. Usai memecat Jasulmei, mereka mendatangkan Liestiadi, mantan pelatih Persipura untuk membangkitkan tim. Tak hanya Liestiadi saja, mantan pemain Timnas Indonesia U-16, Alan Marta serta mantan pemain Pusamania Borneo FC, Bryan Muharram yang notabene anak dari Iwan Setiawan juga didatangkan.

Meski demikian, Persikad baru bisa meraih kemenangan melawan Persikabo atau jelang Liga 2 bergulir. Kemenangan 1-0 dari Lampung Sakti di laga selanjutnya sukses menumbuhkan harapan bagi Depok untuk bisa lolos babak playoff dengan syarat mampu menang di laga pamungkas melawan PS Bengkulu. Tapi, dengan syarat laga Persika Karawang dan Cilegon United berakhir imbang atau Persika kalah.

Persikad dan PS Bengkulu memulai pertandingan 

satu-hari-bersama-persikad-3336584c130e3eb.JPG

Laga melawan PS Bengkulu juga menjadi penantian yang berharga bagi suporter Persikad yang terhitung sudah lima bulan terakhir harus mendukung tim kebanggaanya di Cilegon, tentu mereka berharap bahwa Pendekar Depok bisa lolos ke babak playoff agar setidaknya bisa bertahan di Liga 2 musim depan.

Untuk mendukung klubnya tersebut, banyak di antara mereka yang bolos kuliah dan izin dari kantor. Salah satunya adalah Deny Mario, penggemar Persikad yang mengatakan kepada SPORTKU bahwa dirinya terpaksa bolos kerja demi menonton pertandingan kali ini.

“Saya alasan aja ke Bogor, padahal nonton Persikad. Nih, saya ajak istri buat ikut nonton,” ujar Mario.

Baca juga
Harapan Doni Tata Di Supermoto

Mario sendiri merupakan pemenang kuis yang diadakan oleh manajemen Persikad. Ia dan istrinya mendapatkan tiket sekaligus akomodasi dengan bus gratis ke Cilegon. Namun, sebelumnya ia lebih sering ikut dengan sesama suporter lain menggunakan bus sewaan dengan patungan.

Total ada sebanyak tiga bus dan satu angkot yang mengangkut suporter dari Depok ke Cilegon pada hari itu untuk menyaksikan Persikad berlaga. Meski demikian, Stadion Krakatau Steel yang memiliki kapasitas sebesar 20.000 kursi itu kosong lantaran tak banyak yang datang.

Ultras Persikad

satu-hari-bersama-persikad-60766e9bc48b851.JPG

Akan tetapi, suasana di pertandingan antara Persikad melawan PS Bengkulu lumayan meriah. Sebab, kedua suporter Persikad saling bersahutan dengan chant sebagai pelecut semangat bagi pemain pujaannya untuk meraih kemenangan.

Persikad sendiri di laga pamungkas tersebut sukses menang tipis 1-0 dari PS Bengkulu lewat gol yang dicetak oleh Martinus. Namun, kemenangan ini menjadi hampa lantaran tak mampu membuat mereka untuk bisa lolos ke babak playoff. Hal itu terjadi setelah di pertandingan lainnya Persika diluar dugaan sukses menang dengan skor 2-1 atas Cilegon United.

Persika lolos, Persikad—juga PS Bengkulu—terdegradasi ke Liga 3 musim depan menyusul Lampung Sakti dan Persikabo yang sudah mengangkat bendera putih sepekan sebelumnya.

Persikad yang mengakhiri klasemen di peringkat kelima terdegradasi lantaran peraturan aneh bin ajaib PSSI di awal musim. Mereka menginginkan agar Liga 2 musim depan hanya ada 24 tim dari total 60 tim saat ini.

Jadi total akan ada 36 tim yang terdegradasi, sebab hanya peringkat satu dan dua grup yang dipastikan bertahan. Tim yang mengikuti playoff sendiri sebenarnya juga akan menyusul bila mereka kalah.

Liestiadi sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas terdegradasinya Persikad mengaku bahwa permainan anak asuhnya sudah baik walau akhirnya harus turun klasemen. Ia sendiri sebenarnya berharap bisa tim yang diasuhnya itu bisa bermain di Depok. Sebab tim-tim pesaingnya bermain di rumah sendiri dan tentu mendapatkan dukungan yang diperlukan sebagai pemacu semangat pemain.

“Secara nonteknis, secara motivasi kalau kita bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter kita itu pasti berbeda. Tim lainnya bermain di hadapan suporter mereka, sementara kita tidak pernah bermain di stadion kita, jadi itu sangat mempersulit kita” ujarnya.

Baca juga
Team Sunweb di Kejuaraan Dunia

Ade Suhendra (duduk, tengah), Kapten Persikad tak percaya akan degradasi musim ini

satu-hari-bersama-persikad-27736e8feaf6ecf.JPG

“Tapi apa boleh buat, itu kebijaksanaan dari stakeholder setempat, sementara manajemen ingin membantu, tapi kalo stakeholder tidak mendukung kita mau bicara apa,” ungkapnya.

Persikad memang di musim ini kebanyakan dilanda masalah internal. Bahkan disengketakan lantaran ada dua manajemen yang sama-sama mengklaim kepemilikan klub.

Adapun dua manajemen yang saling mengklaim adalah pertama, PT Sumber Adi Barata Jaya dan kedua, PT Persikad Paricara Dharma. PT Sumber mengklaim membeli kepemilikan Persikad dari PT Liga atau PSSI, sementara PT Paricara mengklaim bahwa mereka yang sah lantaran musim lalu mereka yang menjalankan Persikad.

PSSI sendiri menyatakan bahwa PT Sumber adalah pemilik sah—lantaran Persikad musim ini di bawah naungan mereka. Sementara PT Paricara yang pemiliknya memiliki hubungan dekat dengan Pemkot tak diakui.

Hal inilah yang mungkin membuat Persikad musim ini kesulitan bermain di Depok lantaran ada larangan dari pemkot yang—lagi-lagi—kongkalikong dengan PT Paricara.

Tak heran bila ucapan Liestiadi di atas ini memang mengarah kepada pemkot yang memang tak bisa diajak berunding. Hal ini pun diperkuat dengan pernyataan David yang merupakan wakil manajer PT Sumber.

Baca juga
Lima Pesepakbola dengan Hobi Unik




“Sebenarnya omongan kita sih sudah buka dan fasilitasi, kita mau main di Depok susah karena mereka (pemkot) tak menanggapi,” katanya.

Sementara, suporter Persikad sendiri tengah dilanda gundah. Bukan karena klub mereka terdegradasi. Tetapi soal kepastian klub musim depan. Pasalnya PT Sumber yang kini pemilik klub belum jelas apakah akan tetap memegang klub atau—yang paling ditakutkan—pindah ke daerah lain. Bisa karena dijual atau manajemen berinisiatif pindah.

Alasan ini cukup masuk akal mengingat mereka tak mendapatkan restu dari Pemkot Depok. Dengan dibantu peraturan PSSI yang menyatakan bahwa klub boleh berganti nama, logo, hingga tempat pertandingan, maka Persikad sangat terbuka untuk pindah. Apalagi selama klub berdiri sebelumnya sempat pindah ke Cirebon dan Purwakarta.

Bila memang akhirnya dijual, maka satu hari bersama Persikad di laga melawan PS Bengkulu menjadi hari peringatan putusnya hubungan antara suporter dengan klub yang mereka cintai. Ah, semoga tidak.

Muhammad Syukron pemain andalan Persikad

satu-hari-bersama-persikad-2481922434cb38a.JPG

Baca juga
Ni Nengah Widiasih Ingin Cetak Sejarah

  • facebook share

RELATED NEWS

Sean Gelael Dapat Penghargaan IMI

Sean Gelael Dapat Penghargaan IMI

HOT ISSUE
Daftar Pemenang IMI Award 2017

Daftar Pemenang IMI Award 2017

HOT ISSUE
Bengkel Bos Kasih Oli Gratis

Bengkel Bos Kasih Oli Gratis

HOT ISSUE
Evalube Eksis di Pameran Manufacturing

Evalube Eksis di Pameran Manufacturing

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company