Adu Gengsi Pebalap Road Race dan Motocross di Kejurnas Supermoto

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 14 September 2017

SPORTKU.COM

Kejurnas Supermoto menjadi ajang baru yang kehadirannya sudah dinantikan oleh khalayak ramai.

Menjadi event baru di Indonesia, namun keberadaan ajang balap supermoto diprediksi bakal mencapai puncaknya. EW702Sports menjadi pengagagas event balap bergengsi ini. Meski baru masuki tahun pembuka, namun balapan supermoto langsung mendapat sertifikat sebagai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) oleh Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI).

Pada tahun pertamanya ini, Kejurnas Supermoto masih sekadar cari imej. Bukan soal imej saja yang menjadi fokus dari Endiyatmo, pimpinan EW702Sports. Pihaknya sebagai yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Kejurnas Supermoto 2017 juga masih melakukan pemantapan mengenai regulasi yang diterapkan pada setiap serinya.

Maklum, Kejurnas Supermoto memang baru diteken oleh para pihak yang berwenang pada pertengahan musim. Untuk itu pula maka hanya ada tiga seri yang dijadwalkan sepanjang tahun 2017 ini. Ketiganya masih diselenggarakan di kawasan Pulau Jawa dengan lokasi di Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Membuka gelaran Kejurnas Supermoto 2017, EW702Sports menantang para pebalap untuk mengejar prestasi di Sirkuit Gokart Sentul Bogor, Jawa Barat pada tanggal 22-23 Juli lalu. Balapan pun berlangsung dengan sukses meski pada saat itu belum sesuai dengan apa yang diinginkan oleh panitia.

Meski bisa dibilang berjalan sukses, namun sejatinya masih ada beberapa kekurangan dari penyelenggaraan Seri 1 Kejurnas Supermoto 2017. Memang, bagi sebagian pihak balapan ini terbilang sukses. Apalagi kehadirannya sebagai ajang baru yang masih butuh penyesuaian. Sebab event yang awalnya diharapkan bisa mencaplok 100 starter namun pada akhirnya hanya ada 70 starter saja.

Tak mau terus berada dalam keterbatasan, panitia pun mulai fokus ke persiapan Seri 2. Lokasi yang menjadi target penyelenggaraan kala itu adalah kawasan yang berada di tengah-tengah antara Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat maupun Jabodetabek. Akhirnya diputuskan Yogyakarta menjadi tuan rumah untuk Seri 2 Kejurnas Supermoto 2017.

Pada kesempatan kali ini, panitia bisa tersenyum lebih lebar. Tampak raut muka sumringah para panitia tatkala SPORTKU.com tiba di lokasi. Pilihan sirkuit untuk putaran kedua kali ini pun bisa dibilang jauh berbeda dengan Seri 1. Bukan lagi menggunakan sirkuit permanen, namun beralih ke trek dadakan.

Baca Juga
Menguak Kisah Freixenet, Anggur Bersoda MotoGP

Kawasan Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta seketika disulap menjadi sirkuit. Sirkuit sepanjang 1,1 kilometer menyajikan tantangan tersendiri untuk para peserta. Jika di Seri 1 yang menggunakan sirkuit permanen dengan 80 persen aspal dan 20 persen tanah, maka di Seri 2 ini sirkuit masih didominasi aspal 65 persen dan 35 persen tanah.

Seri 2 Kejurnas Supermoto 2017 di Jogja mendapat sambutan hangat dari para pebalap. Dalam agendanya kali ini, di mana jumlah starter melebihi dari yang ditargetkan oleh panitia. Bahkan penyelenggara mengaku cukup puas dengan pencapaiannya tersebut. Dari target hanya 100 starter, namun yang tercatat ada 115. Selain banyaknya pebalap pro, antusiasme dari kalangan komunitas juga meningkat drastis.

Lebih menarik lagi jika melihat detail daftar absen pebalap. Banyak top rider yang terlibat dalam persaingan di Seri 2, ada Doni Tata, Irwan Ardiansyah, Tomy Salim, Hilman Maksum, Farhan Hendro, Diva Ismayana dan masih banyak lagi. Persaingan para pebalap pun semakin sengit, khususnya di tiga kelas Kejurnas, SM 250 Pro, SM Open Pro (450) dan Prostock 175 Pro Speed.

Para pebalap yang turun pun dari tiga aliran berbeda. Ada yang benar-benar sudah lama fokus di balap supermoto. Ada juga yang dari kalangan pebalap road race dan motocross. Mereka saling adu skill untuk bisa menjadi yang terdepan di setiap kelasnya. Tak pelak, Kejurnas Supermoto pun dijadikan sebagai adu gengsi pebalap road race dan motocross.

Banyak pro dan kontra pula dari masing-masing kalangan. Pebalap road race bilang, crosser lebih diuntungkan dengan penyajian trek tanahnya. Namun begitu juga sebaliknya, pebalap motocross mengungkapkan jika kombinasi trek aspal yang lebih dominan memberikan keuntungan tersendiri untuk mereka

Namun dari hasil dua seri, pebalap motocross lebih mendominasi. Di Seri 1 lalu, Diva Ismayana yang merupakan pebalap motocross menangi Kelas SM Open Pro (450). Kemenangan Diva masih berlanjut di Seri 2 yang kekuatannya belum ada tandingannya. Diva kembali menduduki podium teratas.

Sementara di Kelas SM 250 Pro, Farhan Hendro yang juga pebalap motocross berhasil menang di Seri 1. Namun di Seri 2 giliran pebalap road race Irwan Ardiansyah yang tampil sebagai jawara. Sedangkan di Seri 1, Tomy Salim, pebalap road race asal Surabaya berhasil menang dengan kemasan poin terbaik. Di Seri 2 lalu kembali dimenangkan oleh pebalap road race M. Zaki.

Lalu siapa yang terbaik?

Baca Juga
Kesan Pertama David Garcia Saat Kenal Ali Adrian (Video)
Dimas Ekky Siap Hadapi Moto2 Jerez

  • facebook share

RELATED NEWS

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Kesaktian City Musim Ini

Rahasia Kesaktian City Musim Ini

TOPIC OF THE WEEK
Integritas Felipe Massa

Integritas Felipe Massa

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company