5 Pebalap dengan Aksi 'Nakalnya' Hingga Diskualifikasi

Text : Suhartono | Photo / Video : Dok.Sportku.com | Editor: Andi Wahyudi | 28 September 2017

SPORTKU.COM

Berbagai cara dilakukan oleh para pebalap dan tim untuk bisa menangi balapan pada setiap aksinya.

Meraih kemenangan menjadi tujuan utama dalam balapan. Kemenangan yang diraih bisa menjadi puncak klimaks atas berbagai upaya dan usaha yang sudah dilakukan. Akan tetapi terkadang banyak dari mereka yang justru menghalalkan segala cara untuk bisa meraih kemenangannya tersebut. Bahkan terkadang demi meraih kemenangan dalam sebuah kejuaraan balap, tim maupun pebalap rela melanggar peraturan yang ditetapkan panitia.

Banyak kasus di dunia maupun di Indonesia, baik pebalap maupun tim yang dengan sengaja melakukan aksi nakal demi bisa menjadi juara. Baik itu dari sisi teknis, ulah nakal pebalap maupun dalam bentuk lainnya. Hal itu memang tidak lumrah. Tapi aksi tipu-tipu ini sudah sering kali terjadi.

Meski demikian, sulit untuk lolos dari tindakan pembodohan ini. Sebab mereka juga harus melalui tahap scrutineering, proses pemeriksaan teknis yang dilakukan secara detail, baik dilakukan sebelum dan/atau sesudah balapan. Bagi mereka yang ketahuan melakukan pelanggaran, maka sanksi terberatnya adalah diskualifikasi.

Berikut pebalap yang pernah dijatuhi sanksi atau diskualifikasi versi SPORTKU.com.

1. Valentino Rossi
Pebalap sekaliber Valentino Rossi pun ternyata tak luput dari hukuman diskualifikasi. Pebalap Italia ini pernah beberapa kali melakukan kesalahan saat balapan. Yang masih teringat publik dengan jelas adalah kasus Rossi yang terindikasi dengan sengaja menendang lawan mainnya saat balapan berlangsung.

Saat itu Rossi tengah bersaing ketat dengan Marc Marquez di Sirkuit Sepang, Malaysia pada musim 2015 lalu. Tanpa diduga, setelah mereka saling bermanuver tiba-tiba Rossi menendang Marquez hingga pebalap Spanyol itu terkapar dan tak bisa melanjutkan balapan. Atas ulahnya tersebut, Rossi pun harus menerima sanksi dengan start dari grid paling belakang saat seri pamungkas MotoGP 2015 di Valencia, Spanyol.

Sayang, padahal saat itu Rossi tengah memimpin perolehan poin dan berada di puncak klasemen sementara. Akibatnya juara dunia MotoGP 2015 lepas dari tangannya dan dimenangkan oleh rekan setimnya Jorge Lorenzo yang hanya selisih 5 poin.

2. Marc marquez
Marc Marquez, meskipun masuk daftar pebalap berkelas dunia, namun dirinya juga pernah melakukan salah. Lawan tanding Valentino Rossi ini pernah didiskualifikasi saat balapan MotoGP Australia 2013 di Sirkuit Phillip Island. Marquez yang saat itu masih berstatus rookie mendapat bendera hitam saat balapan masih menyisakan 5 lap. Hal itu lantaran Marquez dianggap melanggar peraturan pergantian motor.

Saat itu penyelenggara MotoGP telah menetapkan peraturan baru bahwa setiap pebalap diwajibkan masuk pit dan mengganti motor dengan ban baru tidak lebih dari putaran ke-10. Hal ini dilakukan karena produsen ban MotoGp yang saat itu masih Bridgestone, tidak bisa menjamin keamanan ban licinnya (slick tyres) lebih dari 10 lap di Sirkuit Phillip Island yang baru saja mengalami pengaspalan ulang. Namun Marquez baru ganti motor setelah lap 11.

Baca Juga
Michael Van der Mark Jadi Korban PHP Yamaha

3. Anthony West
Kabar mengejutkan datang dari gelaran Seri 2 Asia Road Racing Championhsip (ARR) 2017 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand lalu. Promotor ARRC, Two Wheel Motor Racing (TWMR) memberikan sanksi tegas kepada pebalap Anthony West. Mantan pebalap Moto2 dari Australia itu dijatuhi sanksi diskualifikasi. Sedihnya, diskualifikasi yang dijatuhkan kepada Anthony West membuat dirinya melorot dari tangga podium.

Diskualifikasi yang diterima Anthony West karena dirinya terbukti melakukan pelanggaran teknis. Di mana pebalap Australia ini terindikasi tidak menggunakan Camshaft (kem) standar pabrikan. Meski sebelumnya sudah lolos scrutineering. Pebalap yang turun di Kelas Supersport 600cc (SS600) ini bahkan harus menerima diskualifikasi dari dua balapan sebelumnya, Race 1 dan Race 2. Akibatnya, dirinya pun diturunkan paksa dari tangga podium.

Sebelumnya pada Race 1, pebalap dari tim Akeno Speed Racing ini finish di posisi 3. Karena dirinya didiskualifikasi, maka posisi ketiga digantikan oleh pebalap Indonesia Ahmad Yudhistira dari tim Manual Tech Kawasaki Racing.

Sementara pada Race 2, Anthony West yang finish di podium tertatas digantikan oleh rekan setim Ahmad Yudhistira, Azlan Shah Kamaruzaman dari Malaysia. Decha Kraisart (Yamaha Thailand Racing Team) di posisi kedua dan Zaqhwan Zaidi (Musashi Boon Siew Honda Racing) di podium ketiga.

4. Syahrul Amin
Kali ini diskualifikasi diterima oleh Syahrul Amin. Setelah mentasbihkan dirinya sebagai juara nasional Kelas Sport 150cc dan Sport 250cc di Kejurnas Indospeed Race Series (IRS) 2017, Syahrul Amin mendapat kesempatan emas dari Yamaha Racing Indonesia (YRI) untuk mengikuti balapan bergengsi di Asia Road Racing Championhsip (ARR).

Kemenangan Syahrul Amin dengan double winner sebagai juara nasional mendapat penghargaan khusus dari PT Yamaha Indonesia Motor Manfacturing (YIMM). Sebagai bentuk apresiasinya, Yamaha memberikan kesempatan kepada Syahrul Amin untuk bertarung di balap tingkat Asia lewat ajang ARRC.

Berbekal tiket wildcard, Syahrul Amin pun melenggang ke balap ARRC, tepatnya di seri grand final yang digelar di Sirkuit Chang Buriram, Thailand musim 2016 lalu. Tampil di balapan bergengsi ini juga menjadi pengalaman berharga Syahrul Amin musim ini. Tak hanya pengalaman, tapi juga untuk menambah jam terbangnya.

Namun sayang, pengalaman berharga Syahrul Amin ini berujung negatif. Syahrul Amin justru dijatuhi sanksi oleh Two Wheels Motor Racing (TWMR) selaku promotor ARRC. Ini terkait dengan sikap atau perilaku Syahrul Amin saat di tengah lintasan saat berlangsungnya Race 2. Berdasarkan video ARRC, Syahrul Amin terlihat menggunakan siku dan lutut untuk mengganggu lawan. Tindakan ini dianggap berbahaya.

Syahrul Amin pun harus menerima hukuman tidak bisa berkompetisi di kancah Asia selama enam bulan. Dimulai saat test pramusim, artinya hingga September 2017. Imbasnya ternyata tak hanya di Asia, Syahrul Amin juga harus 'istirahat' di balapan Kejurnas karena KIS (Kartu Ijin Start) dibekukan sementara oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia).

5. Aldy Satya Mahendra
Pebalap yang bernaung di Sidrap Honda Daya KYT Nissin IRC Trijaya ini mengalami nasib buruk saat tampil di Seri 2 Kejurnas Motoprix 2017 Region 2 (Jawa) yang berlangsung di Sirkuit Gerry Mang, Subang, Jawa Barat. Diskualifikasi yang diterima oleh adik dari pebalap andalan Yamaha Racing Indonesia (YRI) Galang Hendra ini disinyalir karena knalpot motor besutannya patah. Juri dan pimpinan lomba menganggap kondisi ini bisa membahayakan pebalap lain.

Aldy yang turun di Kelas MP6 harus menerima kibaran bendera hitam bulat jingga. Bendera tersebut dikibarkan untuk memberitahukan kepada pebalap jika motornya mengalami masalah dan harus kembali ke pit. Akan tetapi saat itu Aldy tidak masuk pit hingga disusul bendera hitam yang membuat Aldy didiskualifikasi.

Namun ada alasan kenapa pebalap cilik tersebut tak masuk pit. Sebab saat bendera hitam bulat jingga dikeluarkan, tidak disertai nomor start kepada pebalap yang dimaksud yakni Aldy. Hingga akhirnya Rudi Hadinata selaku pemilik tim pun mengeluarkan protes keras. Bahkan Rudi juga melakukan banding ke Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) yang akhrinya dikabulkan dan poin Aldy kembali menjadi miliknya yang finish di posisi ke-2.

Baca Juga
5 Pebalap MotoGP dengan Tim Sepakbola Favoritnya
Kesan Pertama David Garcia Ketemu Ali Adrian (Video)

  • facebook share

RELATED NEWS

Lima Gol Terbaik Zlatan Ibrahimovic

Lima Gol Terbaik Zlatan Ibrahimovic

TOP 5
Lima Klub Indonesia Berubah Nama

Lima Klub Indonesia Berubah Nama

TOP 5
Lima Tim yang Harusnya Lolos

Lima Tim yang Harusnya Lolos

TOP 5
5 Pebalap Indonesia di Moto2

5 Pebalap Indonesia di Moto2

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company