Di Balik Pemecatan Carlo Ancelotti

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Yahoo | Editor: Andi Wahyudi | 29 September 2017

SPORTKU.COM

Carlo Ancelotti harus merelakan kursi kepelatihannya di Bayern Muenchen berakhir dengan lebih cepat setelah ia dipecat pada Kamis (29/9).

Pemakzulan pelatih asal Italia itu dilakukan atas hasil buruk yang diterima oleh Muenchen di ajang Liga Champions sehari sebelumnya dimana mereka dikalahkan oleh kesebelasan asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 3-0.

“Performa tim kami sejak awal musim tidak memenuhi ekspektasi kami. Pertandingan di Paris dengan jelas menunjukkan bahwa kami harus menarik konsekuensi," kata Direktur Utama Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, seperti dikutip dari situs resmi klub.

Sebagai gantinya, mantan bek Muenchen dan Tim Nasional (Timnas) Prancis, Willy Sangnol didaulat sebagi pelatih interm sampai manajemen klub dapat menemukan pengganti pelatih yang musim lalu sukses mengantarkan Die Bayern juara Bundesliga.

Ancelotti sendiri sejatinya masih memiliki kontrak hingga tahun 2019 mendatang, namun dengan adanya pemecatan ini menjadikan dirinya mencatatkan rekor kepelatihan terburuk sejak pertama kali menukangi sebuah klub pada tahun 1992.

Bersama Muenchen, Ancelotti hanya mencatakan 60 laga. Sebelumnya rekor terpendek melatih di sebuah klub oleh pria berusia 58 tahun itu adalah 77 laga, yakni ketika ia menukangi PSG dan kemudian memilih mundur usai menerima pinangan Real Madrid.

Sebenarnya di musim ini Ancelotti mengawali dengan baik. Ia sukses mengantarkan FC Hollywood memenangkan gelar Piala Super Jerman atau DFL-Supercup dengan mengalahkan Borrusia Dortmund lewat adu pinalti 5-4 setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 di babak normal.

Selain itu, di awal Bundesliga musim ini, penampilan Muenchen sejatinya tidak buruk. Dalam 6 laga, mereka sukses memenangkan empat laga, lalu imbang sekali dan hanya kalah sekali. Posisi itu menjadikan mereka berada di posisi ketiga di klasemen sementara.

Sehingga pemecatan Ancelotti ini memunculkan keanehan sekaligus tanda tanya mengapa pelatih yang memliki reputasi baik ini harus di PHK?


Baca juga
Lomba Dayung Koarmatim Berlangsung Seru

Nyatanya, dapat dikatakan di musim ini Muenchen memang dihinggapi masalah. Mulai dari kebijakan manajemen yang tak membeli pemain bintang di musim ini. Hal ini membuat Robert Lewandowski angkat bicara kepada media soal keluhannya itu.

”Dalam sepak bola internasional, harga itu (40 juta euro) sudah menjadi harga standar ketimbang harga tinggi,” ucap striker asal Polandia itu saat diwawancarai Spiegel Online beberapa waktu lalu.

Insiden ini sempat membuat Muenchen gaduh. Pernyataan itu juga seolah-olah menandakan bahwa penyerang andalan mereka itu ingin pergi dari klub dengan pindah ke Real Madrid seperti yang sering diberitakan.

Ketika isu mereda, konflik kembali terjadi, kali ini muncul dari punggawa senior Muenchen, yakni Franck Ribery. Ribery nampaknya menjadi menjadi orang yang paling tidak suka dengan kehadiran Ancelotti. Pasalnya sang pelatih kerap kali mencadangkan dirinya.

Puncak kekesalan Ribery adalah ketika digantikan pada pertandingan Liga Champions melawan Anderlecht minggu lalu dimana ia akhirnya ditarik keluar dari lapangan. Hal ini membuat pemain andalan Timnas Prancis itu marah dengan menolak berjabat tangan dan melempar seragamnya ke bangku cadangan tanda kemarahan.

Musim ini dapat dikatakan menjadi musim yang cukup unik bagi Ancelotti yang sering kali melakukan rotasi, bahkan dalam laga melawan PSG, beberapa pemain kunci dan berpengalaman seperti Arjen Robben, Ribery, dan Mats Hummels tidak dimainkan.

Presiden Muenchen, Uli Hoeness, hubungan Ancelotti dengan pemain sudah tak lagi baik, bahkan ia mengklaim setidaknya ada lima pemain yang sudah tak lagi berbicara dengan sang pelatih di ruang ganti pemain. Bahkan Robben yang dianggap sebagai pihak yang biasanya netral ketika ada konflik menolak mengomentari apa yang terjadi.

"Ketika sebuah pertandingan sebesar ini, Anda tidak pernah ingin kalah. Sekarang aku memasuki musim kesembilanku dengan FC Bayern, ini adalah sesuatu yang di luar kebiasaanku. Tapi ini bagian dari sepakbola," kata dia seperti dikutip dari FourFourTwo.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa di baik pemecatan Ancelotti adalah lebih karena masalah internal di klub yang sudah muncul sejak awal musim atau bahkan sejak dari jauh-jauh hari. Meski demikian, dengan status sebagai pelatih juara, tak sulit rasanya bagi pria yang sukses memenangkan empat gelar liga dari lima negara berbeda itu mencari klub baru.

Baca juga
Timnas Indonesia Dipastikan Lawan Kamboja

  • facebook share

RELATED NEWS

Menilik Masa Depan Parma

Menilik Masa Depan Parma

FOOTBALL
Mancini Ogah Latih Italia

Mancini Ogah Latih Italia

FOOTBALL
Pemain Borneo FC Dilarang Tarkam

Pemain Borneo FC Dilarang Tarkam

FOOTBALL
Jupe, Pemain Paling Penting Persib

Jupe, Pemain Paling Penting Persib

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company