Raport Merah Kejurnas Motocross 2017 Hingga Tewasnya Crosser

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 3 October 2017

SPORTKU.COM

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross 2017 sudah mencapai klimaks. Balapan bergengsi ini juga sudah menemukan para juara nasionalnya.

Perjalanan panjang Kejurnas Motocross 2017 masih belum banyak mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan musim lalu. Carut marut event balap garuk tanah ini pun masih terus menghantui sepanjang seri. Banyak sektor yang masih harus terus diperbaiki oleh para stakeholder maupun pemangku kepentingan.

Jika di musim lalu perjalanan Kejurnas Motocross banyak diwarnai aksi 'nakal' para pebalapnya, lain halnya dengan tahun ini. Para crosser sudah mulai menunjukkan kedewasaannya untuk bisa bermain sportif. Kesadaran akan kalah atau menang dalam suatu pertandingan sudah meracuni otak mereka.

Masalah pelik yang banyak dihadapi oleh pebalap dan tim pada musim ini adalah mengenai penjadwalan. Jadwal yang disebar oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia) pada awal musim selalu saja tak tepat waktu. Yang ada, jadwal balap dimajukan atau delay dari target awal. Hal ini tentu membuat para pebalap dan tim juga kelabakan dalam melakukan persiapan.

Bahkan ketidakpastian soal jadwal balap sudah mulai membuntuti sejak digelarnya Seri 1. Di mana Seri 1 Kejurnas Motocross 2017 yang rencananya digelar pada tanggal 18-19 Maret ternyata maju satu minggu alias dihelat pada tanggal 10-11 Maret. Beruntung, saat itu lokasi tak mengalami pergeseran dan tetap dilaksanakan di Sirkuit MX Tambakrejo, Sleman, Yogyakarta.

Lanjut ke Seri 2 yang berlangsung pada awal April lalu. Kali ini penyelenggara patut diapresiasi. Sebab balapan yang digelar tak sedikit pun meleset dari yang telah direncanakan sejak awal. Sirkuit MPS Cadasari Pandeglang, Banten kala itu sukses menjadi tuan rumah pementasan para crosser.

Bobroknya penyelenggaraan Kejurnas Motocross 2017 kembali terjadi saat masuki putaran ketiga. Bukan soal jadwal yang molor atau dimajukan. Namun kali ini para pebalap harus menerima kenyataan dengan berpindahnya lokasi. Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) dicoret sebagai tuan rumah dari Seri 3 Kejurnas Motocross 2017.

Kejurnas Motocross merupakan salah satu agenda akbar yang dilirik IMI Kalsel dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP IMI 2017. IMI Kalsel sangat getol laga bergengsi ini bisa mampir ke sana. Maklum, semenjak menggelar Seri 7 musim 2008 lalu di Sirkuit Kota Citra Graha Banjarbaru, event aksi motor terbang tersebut belum pernah lagi singgah di Bumi Lambung Mangkurat.

Baca Juga
Kenali Bagian-Bagian Terpenting Wearpack

Akan tetapi agenda yang sudah dinanti itu justru gagal terselenggara. Dalam waktu yang hampir berbarengan, Kalsel menjadi tuan rumah Meratus Expedition (MEx) 2017. Event ini juga tak kalah penting dalam pengembangan potensi wisata Kalsel. Sebelum resmi dibatalkan, IMI Kalsel sudah menandai beberapa lokasi sirkuit seperti di Liang Anggang, Cempaka dan Kompleks Citra Mitra City Banjarbaru.

Batalnya Kalsel menggelar Seri 3 Kejurnas Motocross 2017 langsung dimanfaatkan oleh IMI Jawa Tengah. Tak menunggu lama, IMI Jawa Tengah langsung mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Seri 3. Solo dengan Sirkuit Goro Assalam menjadi pilihan IMI Jawa Tengah untuk mensukseskan balapan.

Menarik disimak, promotor balap Mariachi Production membuat gebrakan baru. Balapan yang biasanya dihelat pada siang hari, akan tetapi kali ini penyelenggara mengajak para crosser adu ketangkasan di waktu malam. Maklum, Mariachi Production yang tak lain adalah milik pebalap wanita Mariachi Gunawan memang sudah mahir dalam berbagai penyelenggaraan balap malam. Salah satu event suksesnya adalah Trial Game yang selalu dibalapkan malam hari.

Meski saat itu banyak polemik mengenai rencana balap malam. Masalah utamanya tentu lampu yang menjadi hal paling sentral dalam agenda tersebut. Selain lampu, para pebalap dan pengurus IMI juga mewaspadai masalah cuaca yang kala itu hujan selalu mengguyur lokasi. Namun akhirnya event tetap berjalan malam hari dan sukses pada 15-16 April. Meski pada hari sebelumnya Jumat (14/4) balapan sempat tak dilaksanakan karena hujan mengguyur sirkuit.

Kekisruhan kembali terjadi di Seri 4. Bahkan hal itu sudah terjadi sebelum balapan dimulai. Perjalanan Seri 4 Kejurnas Motocross 2017 banyak mendapat protes dari crosser dan tim. Protes mereka bukan tanpa sebab. Jadwal yang saat itu bentrok dengan pelaksanaan ujian sekolah menjadi masalah tak menemui titik temu. Memang, banyak crosser yang masih berstatus sebagai pelajar. Sebelumya, Seri 4 dijadwalkan pada 30 April dan kenyataannya mundur ke tanggal 21 Mei.

Kendati demikian, para tim dan crosser tetap hadir di Karang Sentul, Purbalingga, Jawa Tengah yang saat itu ditunjuk sebagai tuan rumah. Meski sejak awal sudah banyak yang tak setuju dengan jadwal, namun PP IMI tak bergeming dan tetap menjalankan misinya. Mau berkata apalagi, tim dan crosser akhirnya mengalah.

Berlangsungnya balapan seperti tak mendapat restu dari Tuhan. Malapetaka menimpa salah satu crosser. Nuryadi, crosser yang turun di Kelas Executive A dari tim MNRT MX meninggal dunia. Musibah itu terjadi saat Nuryadi menjalani Race 2. Crosser asal Surabaya, Jawa Timur ini mengalami luka parah di bagian leher akibat kecelakaan. Meski usai kecelakaan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Akibatnya, beberapa tim pun ada yang mengundurkan diri dari balapan.

Sirkuit yang ada pun ternyata tak sesuai dengan standar Kejurnas. Bahkan dari beberapa laporan para crosser, alat berat harus masuk ke lintasan untuk memperbaiki trek. Diketahui jika sirkuit yang digunakan merupakan bekas sawah. Wajar saja jika tanah tersebut tak bertahan lama dihujani gesekan ban.

Imbasnya pula, dari jadwal kualifikasi di hari Sabtu yang ditidakan membuat scedule di hari Minggu menumpuk. Lagi-lagi pebalap pun harus menerima imbasnya. Kelas MX yang merupakan kelas utama akhirnya hanya diselenggarakan satu kali balap, biasanya dua kali balap yakni Race 1 dan Race 2.

Baca Juga
Ali Adrian Bikin Pemerintah 'Melek' Balap

Sedangakan balapan untuk Seri 5 Kejurnas Motocross 2017 dihelat Ciamis, 5-6 Agustus. Sirkuit Gapuraning Rahayu Ciamis, Jawa Barat pun mampu memberikan suguhan menarik untuk para pecinta balap garuk tanah. Aksi para pebalap saat itu juga sekaligus menjadi ajang perpisahan dengan Sirkuit Gapuraning Rahayu.

Sirkuit Gapuraning Rahayu yang selama 7 tahun terakhir ini menjadi salah satu tuan rumah terbaik Kejurnas Motocross undur diri. Sirkuit dengan panjang lintasan sekitar 1,2 kilometer itu akan disulap menjadi garasi bus. Ya, H. Roni selaku pemilik sirkuit memang mempunyai bisnis Perusahan Otobus (PO) Gapuraning Rahayu.

Sukses dilangsungkan di Ciamis. Tapi Kejurnas Motocross 2017 putaran Ngawi, Jawa Timur kembali mencoreng nama baik panitia. Kondisi trek yang tak layak pakai membuat para pebalap dan tim berontak. Hingga akhirnya meski balapan tetap digelar, namun crosser harus rela tanpa poin. Keputusan balapan tanpa poin justru disampaikan oleh para manager tim. Sebagai Seri 6, Ngawi akhirnya juga tak masuk kalender Kejurnas.

Masalah kembali terjadi. Kota Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) yang sedianya siap untuk menggelar Seri 7 Kejurnas Motocross 2017 harus gigit jari. Serentak, para pebalap dan tim keberatan untuk balapan di Polewali Mandar karena subsidi yang diberikan panitia dirasa masih kurang.

Sejak tahun 2015 lalu, jumlah subsidi yang diberikan ke tim untuk balapan di luar pulau terus berkurang. Musim balap 2015, mereka mendapat subsidi sebanyak Rp15 juta. Akan tetapi pada tahun 2017 ini jumlahnya berkurang menjadi hanya Rp12 juta untuk 10 crosser terbaik di tiap kelas Kejurnas Motocross. Dan akhirnya, protes mereka berbuah manis. Polewali Mandar yang sedianya menjadi rumah Seri 7 resmi dicoret.

Sampai pada puncaknya. Kejurnas Motocross 2017 masuki putaran final dan dihitung sebagai Seri 6. Balapan kembali dilaksanakan di Sirkuit MX Tambakrejo. Trek permanen ini memang sudah menjadi langganan para crosser di setiap musimnya. Dengan kondisi sirkuit permanen, balapan berlangsung aman dan sukses.

Tapi ternyata, kekisruhan belum juga reda. "Musim 2017 ini sangat-sangat parah. Banyak juga seri yang batal. Dan lucunya, katanya seri terakhir di Cibinong dan sudah ketuk palu. Tapi tiba-tiba batal," singkat Farhan Hendro.

"Musim ini sebenarnya kualitas event lebih baik. Daripada daerah yang belum siap mengadakan Kejurnas tetapi memaksakan adanya Kejurnas di daerahnya, jadi menurut saya lebih baik serinya sedikit tapi kualitas. Memang kurang bagus di jadwal yang gak pasti dan jumlah yang banyak berkurang," beber Aldi Lazaroni yang musim ini menjadi juara umum di Kelas MX2.

"Masukan saya, mungkin IMI lebih baik memilih daerah yang benar-benar layak. Layak dari segi jarak hotel dan rumah sakit yang tidak jauh dan lokasi yang mudah dijangkau. Mengingat tahun ini memang banyak sekali kejadian yang tak terduga. Banyak pebalap yang cedera maupun kendala di motor," tutup crosser dari Yogyakarta tersebut.

Hal berbeda diutarakan oleh Tjok Vicky. Pentolan dari Bali MX Corsa ini justru melihat jika kualitas crosser musim ini mengalami kemunduran. Ada beberapa hal yang disoroti pria ramah asal Pulau Dewata tersebut mengenai kualitas crosser yang justru malah semakin menurun.

"Cukup baik Kejurnas Motocross 2017, tapi kalau bisa lebih bagus lagi buat tahun 2018 nanti. Musim ini juga masih soal jadwal masih yang gak tepat (schedule). Tapi kalau soal kualitas crosser, musim kemarin (2016) malah lebih bagus," ungkap Tjok Vicky saat berbincang dengan SPORTKU.com.

Lebih detail, Tjok Vicky menguraikan jika jumlah pebalap juga musim ini jauh berkurang terutama di kelas bergengsi MX2. Jumlah rider di Kelas MX2 yang menyusut di tahun ini disebabkan oleh beberapa hal. Menurut Tjok Vicky, jadwal yang gak jelas dan gak pasti serta adanya beberapa sirkuit yang gak layak pakai menjadi penyebab utamanya.

Nah, akankah tahun depan bisa lebih baik dari musim ini? Jawabannya, harus lebih baik!

Baca Juga
Mastom Custom: Modifikator Makassar Masih Lemah Konsep

  • facebook share

RELATED NEWS

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Kesaktian City Musim Ini

Rahasia Kesaktian City Musim Ini

TOPIC OF THE WEEK
Integritas Felipe Massa

Integritas Felipe Massa

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company