Rifat Sungkar Apresiasi Penyelenggaraan Kejurnas Drift Putaran Kedua

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 4 October 2017

Apresiasi dan Evaluasi Kejurnas Drift

SPORTKU.COM

Putaran kedua Kejurnas Drift memberi sebuah harapan baru bagi drifter mengenai eksistensi mereka di Indonesia.

Jika seri pertama lalu Kejuaraan Nasional Pertamax Motorsport Super Drift diadakan di Jakarta, berbeda halnya dengan putaran kedua yang baru saja diselenggarakan akhir pekan lalu. Penyelenggara memilih Landasan Udara Gading, Wonosari, Jogjakarta, untuk menjadi arena pertarungan sengit antar drifter. Meski berada di wilayah yang cukup jauh, namun antusias penonton dan semangat drifter tetap tercipta secara baik.

Dalam wawancaranya bersama SPORTKU, Rifat Sungkar, Direktur Pertamax Motorsport, mengatakan penyelenggaraan event Kejurnas Drift seri kedua ini patut diapresiasi. Pasalnya, dengan hadirnya event Kejurnas Drift ini, ajang balap drift semakin hidup kembali.

Baca juga:
RAIH PODIUM PERTAMA DI KELAS ROOKIE, DEMAS AGIL KANDAS DI KELAS PRO

"Secara venue, untuk pelaksanaan treknya sangat menyenangkan, sangat bagus sekali treknya. Untuk lokasinya memang jujur saja waktu untuk dikasihnya sangat terbatas, karena kita terbentur semua tempat di Indonesia. Untuk sambutan masyarakatnya cukup bagus mengingat tempatnya cukup jauh, tapi tetap banyak yang datang," jelas Rifat.

Rifat pun tidak menampik bahwa ada improvisasi dalam jumlah peserta, hal ini dikarenakan penyelenggaraan event bukan dibasis terbesar drifting, seperti Jakarta dan Jawa Barat. "Yang pasti di dalam pelaksanaan kita melihat ada improve jumlah peserta, itu juga didasari karena lokasinya yang mungkin bukan di Jakarta," paparnya.

Di samping itu, Rifat melihat kompetisi yang disuguhkan di putaran kedua ini, menghasilkan sesuatu yang menarik. "Di sini sendiri kita lihat suasana kompetisinya bagus, karena juara satu, dua, tiga itu beda-beda timnya. Tidak ada yang mendominasi," tambahnya.

Baca juga:
KABUPATEN TANGERANG GELAR KEJUARAAN MTB XC

Ayah dua anak ini pun tetap merasa harus ada evaluasi yang harus dilakukan. Menurutnya waiting time yang ada saat ini masih sangat tinggi, hal ini harusnya bisa diberdayakan dengan memasukan supporting race agar semakin menarik minat khalayak banyak.

"Yang perlu kita evaluasi lebih lanjut adalah kita perlu di dalam event drifting ini yang sudah mulai hidup lagi sepertinya jumlah peserta di dalam suatu bracket yang hanya 32 itu jumlahnya kurang, karena waiting timenya itu terlalu tinggi. Kita akan memikirkan bagaimana caranya supaya orang-orang yang tidak memiliki mobil sekelas Kejurnas bisa menjadi supporting race di kejuaraan nasional. Jadi mungkin di hari sabtu, atau minggu paginya bisa dimasukan supporting race," paparnya.

Seperti yang telah diungkapkan oleh Rifat di atas, dalam putaran kedua ini tidak ada dominasi salah satu tim dalam podium tertinggi. Hasil penilaian juri telah menetapkan bahwa podium pertama di tempati oleh Amandio dari Intersport Racing Team, podium kedua diraih oleh Danny Ferdito dari HGMP Racing Team, dan podium ketiga diraih oleh Rio SB dari Pertamax Motorsport Team.

  • facebook share

RELATED NEWS

Transformasi WTCC Menjadi WTCR

Transformasi WTCC Menjadi WTCR

WTCC
Retrospeksi Kejuaraan Indonesia Retro Rally

Retrospeksi Kejuaraan Indonesia Retro Rally

TOURING
Kejuaraan Baru di ISSOM 2018

Kejuaraan Baru di ISSOM 2018

TOURING
Ambisi Besar Zharfan Rahmadi Terwujud

Ambisi Besar Zharfan Rahmadi Terwujud

ETCC

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company