5 Pebalap Motor 'Keturunan' Bapak

Text : Suhartono | Photo / Video : Dok. Sportku.com | Editor: Andi Wahyudi | 6 October 2017

SPORTKU.COM

Banyak yang menjadi faktor penentu kesuksesan seorang pebalap MotoGP. Salah satunya adalah faktor keturunan.

Bakat turun temurun memang tak bisa dipungkiri. Ibarat peribahasa, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu juga para pebalap MotoGP. Ada beberapa pebalap MotoGP yang profesinya ternyata merupakan 'warisan' keluarga. Ayah yang menjadi seorang pebalap ternyata juga mewariskan ilmu dan bakatnya kepada sang anak.

Maka tak heran jika beberapa nama pebalap MotoGP selalu dikait-kaitkan dengan kesuksesan sang ayah. Nama besar sang ayah ternyata juga berpengaruh dalam karir anak, meski berbeda genre dan masa. Namun tetap saja, tak bisa ditutup jika seorang ayah yang sukses pada masa lalunya juga akan berpengaruh terhadap nama besar sang anak.

Berikut 5 pebalap dengan ilmu warisan sang ayah versi SPORTKU.com:

1. Valentino Rossi - Graziano Rossi
Graziano Rossi lahir di Pesaro, Marche, Italia pada 14 Maret 1954. Kini di usianya yang sudah 63 tahun, Graziana sudah lama gantung helm. Kiprahnya di ajang balap motor diteruskan oleh sang anak Valentino Rossi yang sudah mengantongi 9 gelar juara dunia dan menjadi salah satu legenda MotoGP.

Sementara itu, Graziano merupakan seorang pebalap yang pernah bertarung di kancah Grand Prix (GP) 250cc pada era 1970-an. Ayah Rossi aktif sebagai pebalap tercatat sejak tahun 1977 hingga 1982. Dalam rentan waktu tersebut, Graziano membalap untuk tim Morbidelli, Suzuki, dan Yamaha.

Graziano pertama kali balapan di Kelas 500cc pada ajang National Grand Prix di Sirkuit Monza, Italia. Pertama kali meraih kemenangan pada tahun 1979 di Kelas 250cc dalam ajang Yugoslavian Grand Prix. Sedangkan balapan terakhirnya pada tahun 1982 di San Marino Grand Prix. Kejuaraan Swedish Grand Prix tahun 1979 menjadi kemenangan terakhirnya di Kelas 250cc.

2. Sergio Gadea dan Axel Pons - Sito Pons
Alfonso 'Site' Pons Ezquerra lahir di Barcelona, Spanyol pada tanggal 9 November 1959. Dia adalah pebalap motor Grand Prix (GP) Spanyol. Karirnya terbilang moncer di ajang GP. Terlebih lagi setelah Sito Pons berhasil memenangkan gelar Kejuaraan Dunia 250cc dengan Honda pada tahun 1988 dan 1989.

Sito Pons aktif membalap pada tahun 1980 hingga 1991. Setelah pensiun dari kompetisi, Sito Pons membuat tim balap berkolaborasi dengan Honda untuk ajang MotoGP. Saat itu dirinya menggandeng pebalap Loris Capirossi, Alex Barros, Max Biaggi dan Troy Bayliss. Namun terpaksa membubarkan tim sebelum musim 2006 karena kekurangan dana.

Pons juga beralih ke balap mobil, menerjunkan tim di World Series by Renault, yang sebagian besar berbasis di Spanyol. Timnya memenangkan kejuaraan ini pada tahun 2004 dengan pebalap Heikki Kovalainen. Sito Pons kemudian kembali ke balap motor di ajang Moto2 pada musim 2010. Di ajang ini Sito Pons mengandalkan pebalap Sergio Gadea dan anaknya, Axel Pons Ramon.

Nama Axel Pons memang sudah tak asing di ajang balap Moto2. Lahir pada 9 April 1991, Axel Pons sebelumnya aktif di Spanish 125GP Championship. Selain balapan, Axel Pons juga menggeluti peran sebagai model dan saat ini dikelola oleh agen Spanyol Sight.

Sementara itu, selain Axel Pons, Sito Pons juga menurunkan bakat balapnya kepada Edgar Pons Ramon, pebalap yang lahir 16 Juni 1995 di Barcelona, Spanyol. Edgar Pons Ramon juga menjadi pemegang gelar juara FIM CEV Moto2 Eropa pada tahun 2015. Dan saat ini masih aktif membalap di Moto2.

Baca Juga
Tips Ringan Merawat Motor Balap

3. Sheva Anela Ardiansyah - Irwan Ardiasyah
Crosser cewek yang satu ini juga memiliki bakat yang diturunkan dari sang ayah. Irwan Ardiansyah yang kini masih aktif balap di kejuaraan road race Indonesia sekaligus menjadi mentor sang anak, Sheva. Crosser asal Yogyakarta ini memang masih tergolong bocah. Lahir pada 6 Juli 2005 silam, namun prestasinya sudah tak bisa diragukan lagi.

Karir Sheva sebagai crosser dimulai sejak tahun 2012 lalu. Meski sang ayah kini lebih aktif balap aspal alias road race, akan tetapi dengan kemauannya sendiri Sheva memilih balap garuk tanah yang dirasa lebih menantang. Nama besar sang ayah ternyata juga membuat Sheva mudah dikenal publik.

Belum lama ini, Sheva juga mengikuti pelatihan balap di Motocross Training Camp yang dimotori oleh Jim Holley di California, Amerika. Selain memperdalam skill balapnya, Sheva juga sekaligus belajar public speaking.

4. Farhan Hendro - Asep Hendro
Asep Hendro juga merupakan salah satu pebalap kawakan yang dimiliki Indonesia pada era 90an. Banyak pula prestasi yang dikantongi Asep Hendro selama perjalanan karirnya sebagai pebalap motor. Saat ini Asep Hendro sudah tak lagi aktif balap. Namun namanya tetap saja masih moncer.

Setelah tak aktif lagi di dunia balap, Asep Hendro lebih banyak mengoperasikan bisnisnya bersama AHRS (Asep Hendro Racing Sport), toko penyedia apparel dan beragam kebutuhan spare part para bikers. Meski demikian, sesekali Asep Hendro masih terlihat mondar-mandir di sirkuit balap.

Hal itu bukan tanpa alasan. Sebab kini sang anak Farhan Hendro juga turun sebagai pebalap. Farhan Hendro aktif membalap di ajang balap garuk tanah alias motocross. Sama seperti sang ayah, nama Farhan Hendro juga menjadi salah satu pebalap yang selalu diperhitungkan oleh para lawannya.

5. Jeany Harmono - H Momo Harmono
Momo Harmono menghiasai dunia balap Tanah Air. Sosoknya memang sudah tak asing lagi di dunia balap Indonesia. Pria kelahiran 2 Mei 1955 silam di Gresik, Jawa Timur ini sudah memulai balapan sejak tahun 1971 di ajang road race. Namun tak bertahan lama, Haji Momo membalap di ajang road race.

Pada tahun 1976, Haji Momo membuka lembaran baru dengan pindah ke balapan motocross. Karirnya terus menanjak. Tahun 1980 hingga 1981 keluar sebagai juara nasional. Puas dengan menyandang juara nasional, Haji Momo kembali lagi ke balap road race pada tahun 1995. Sejak itu dia menjadi juara nasional hingga tahun 1998. Dan tahun 1998 juga Haji Momo gantung helm. Baru pada tahun 2012 lalu kembali turun balap.

Sebagai orang tua, Haji Momo juga memberikan bakatnya kepada sang anak. Jeany, meski lahir sebagai perempuan namun tak menjadi kendala baginya untuk mengikuti jejak sang ayang menjadi pebalap. Pebalap kelahiran 3 Juni 1978 silam itu namanya juga pernah menghiasai beberapa event balap pada era 90an.

Karir balapnya dimulai pada tahun 1995. Berbagai pengalaman pahit manisnya di ajang balap road race pernah dia alami. Hingga Jeany Harmono memilih gantung helm di tahun 2008 silam. Namun kini sejak tahun 2017 Jeany kembali aktif balap. Selain itu dia juga disibukkan dengan sekolah balap miliknya Jeany Harmono Racing School yang sudah ada sejak 2010.

Baca Juga
Karel Abraham Dicap Pebalap MotoGP 'Karbitan'
David Garcia: Ali Adrian Tirulah Ronaldo dan Messi (Video)

  • facebook share

RELATED NEWS

Lima Gol Terbaik Zlatan Ibrahimovic

Lima Gol Terbaik Zlatan Ibrahimovic

TOP 5
Lima Klub Indonesia Berubah Nama

Lima Klub Indonesia Berubah Nama

TOP 5
Lima Tim yang Harusnya Lolos

Lima Tim yang Harusnya Lolos

TOP 5
5 Pebalap Indonesia di Moto2

5 Pebalap Indonesia di Moto2

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company