Bandingkan Mahalnya Biaya Balap motoGP dan Moto2

Text : Suhartono | Photo / Video : Motorcyclecommunity | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2017

SPORTKU.COM

Kegiatan balap memang membutuhkan biaya yang tak murah. Apalagi untuk berkompetisi di Kejuaraan Dunia.

Terjun di dunia balap memang bukanlah sebuah bisnis untuk mencari keuntungan. Salah jika terjun ke balap untuk melancarkan bisnisnya. Sebab, tim profesional justru harus mengeluarkan buget yang tak sedikit. Untuk tim Moto2 saja, dalam satu musim harus merogoh kocek hingga milyaran rupiah.

Baru-baru ini, Bos Forward Racing, Giovanni Cuzari mengatakan jika untuk turun satu musim penuh di Moto2, harus menyiapkan buget sekitar 2,6 juta Euro atau sekitar Rp41,4 Milyar. Ini biaya untuk tim papan atas. Anggaran tersebut menurut Cuzari hampir sama dengan tim satelit yang berkompetisi di Kelas MotoGP.

Pria asal Italia itu tidak mengkritik dana tambahan atau subsidi dari Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP. Di mana sudah disepakati jika Dorna hanya memberikan subsidi paling banyak hanya 180 ribu Euro atau sekitar Rp2,8 milyar. Nilai yang sangat kecil.

Baca Juga
Michael Van der Mark, Pebalap WSBK Keturunan Ambon

Berikut rincian lengkap dari Cuzari keperluan buget untuk tim balap Moto2.
Gaji pebalap €200.000 (Rp3,1 milyar)
Rider 1 = €80-100.000 (Rp1,2 - 1,5 milyar)
Rider 2 = €20-30.000 (Rp315 - 473 juta)
Belum termasuk bonus yang disepakati antar pebalap dan tim.

Biaya motor €550.000 (Rp8,6 milyar)
Dalam satu musim dibutuhkan sekitar 3-4 motor Kalex untuk dua pebalap plus sebagai motor cadangan dengan biaya €400.000 (Rp6,3 milyar). Tim juga harus menyiapkan biaya tak terduga saat terjadi kecelakaan. Di mana biaya kecelakaan disiapkan senilai €150.000 (Rp2,3 milyar)

Biaya gaji kru
Untuk staf dibutuhkan biaya €570.000 atau setara dengan Rp8,9 milyar. Ini untuk pembayaran kepala kru, mekanik dan para staf kantor yang berjumlah sekitar 12 orang.

Biaya perjalanan
Dalam satu musim, Forward Racing menyiapkan dana segar €500,000 atau sekitar Rp7,8 milyar. Di mana rinciannya untuk per orang dengan biaya mencapai €35,000 (Rp550 juta). Ini mencakup biaya hotel, tiket pesawat, dan biaya perjalanan lainnya.

Biaya perawatan
Balapan yang sangat rentan dengan kecelakaan juga membuat tim harus menyiapkan buget lebih. Dalam hal ini, Forward Racing menggambarkan untuk satu musim harus menyaipkan setidaknya €250.000 atau Rp3,9 milyar setiap musimnya. Itu untuk biaya perawatan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.

Biaya paddock
Kelihatannya sepele. Namun ternyata paddock juga membutuhkan biaya yang tak sedikit. Lihat saja ke Forward Racing yang menyiapkan uang €50,000 atau Rp789 juta untuk sewa paddock per musimnya.

Biaya truk (bahan bakar)
Setiap tim harus memiliki dana sekitar €60,000 atau Rp946 juta.

Biaya kantor
Biaya juga harus disiapkan untuk kelancaran administrasi kantor. Minimal sekitar €50,000 atau Rp789 juta.

Biaya markas tim
Sebagai tim profesional, maka markas tim juga membutuhkan dana yang tak sedikit atau mencapai €40,000 atau Rp631 juta.

Baca Juga
Tips Ringan Merawat Motor Balap

Beban tim akan sedikit berkurang jika memiliki banyak sponsor. Bagi mereka para perusahaan besar, title sponsor tim mencapai €1-1,2 juta atau Rp15,7 - 18,9 milyar. Dengan masuknya sponsor dan subsidi dari Dorna, artinya Forward Racing Team masih harus mencari dana sekitar €1,42 juta atau sekitar Rp22,4 milyar per musimnya.

Dalam kasus ini, Cuzari juga merinci biaya untuk turun di Kelas MotoGP. Forward Racing yang menjadi salah satu tim balap di MotoGP pada musim 2015 lalu mengatakan saat itu harus menyiapkan uang €7,5 juta atau sekitar Rp118 milyar. Subsidi yang diberikan oleh Dorna cukup besar, yakni €5 juta atau Rp78,8 juta.

Dari uraian di atas, artinya tim MotoGP masih harus menyiapkan uang €2,5 juta atau Rp39,4 juta. Menurut Cuzari, nilai tersebut hampir sama dengan biaya untuk turun di Moto2.

"Filosofi kami adalah bahwa kita berada di Moto2 untuk mencoba membangun kemenangan, bukan hanya membawa pebalap dengan uang. Saya di sini tidak untuk mencoba berbisnis karena saya tahu betul bahwa balap bukanlah bisnis. Target saya adalah mencoba untuk tidak kehilangan uang," ungkap Cuzari.

Baca Juga
Surfing di Sungai? Kok Bisa? (Video)

  • facebook share

RELATED NEWS

Mengapa Mesin 2JZ Jadi Primadona?

Mengapa Mesin 2JZ Jadi Primadona?

DID U KNOW
Tips Memperkuat Cengkeraman

Tips Memperkuat Cengkeraman

DID U KNOW
Apa itu Crank Narrow-Wide?

Apa itu Crank Narrow-Wide?

DID U KNOW
Seberapa Penting Peranan Tekanan Angin?

Seberapa Penting Peranan Tekanan Angin?

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company