Sirkuit Tak Layak, Pebalap Jadi Korban. Siapa Yang Salah?

Text : Suhartono | Photo / Video : Youtube | Editor: Dedi Hermawan | 11 October 2017

SPORTKU.COM

Indonesia darurat kecelakaan. Bukan hanya mengintai para pebalap di jalan raya, tapi juga di sirkuit.

Musibah kecelakaan di sirkuit balap menjadi topik utama di beberapa pemberitaan media massa nasional pada akhir pekan kemarin, Minggu (8/10). Bahkan menyebabkan hilangnya nyawa seorang pebalap. Berita duka datang dari Fadil Muhammad yang mengalami kecelakaan saat balapan hingga meninggal dunia.

Ada kabar bahwa pebalap dari PRS Nabire Oyehe d'Paris Sas 81 Racing Team ini mengalami kecelakaan parah dengan menghantam tembok. Dalam kecepatan tinggi saat menikung, Fadil terpental dan langsung diterima tembok pada sirkuit dadakan yang tak dilengkapi dengan fasilitas safety memadai seperti pembatas. Namun beredar juga kabar jika Fadil tidak menabrak tembok saat kecelakaan.

Jalan raya di kawasan Tugu Roket Nabire, Papua saat itu disulap menjadi sirkuit dadakan untuk ajang Kejurkab Motoprix Bupati Cup. Namun sayang, panitia atau penyelenggara tak memperhatikan unsur safety. Tak ada pembatas sirkuit yang layak seperti halnya balapan pada umumnya. Hingga akhirnya ada kecelakaan yang menimpa Fadil, pebalap berusia 18 tahun.

Akibat kecelakaan tersebut, kabarnya Fadil mengalami patah tangan kiri dan patah tulang leher. Sesaat setelah kejadian, Fadil langsung dibawa ke RSUD Nabire oleh tim medis. Selanjutnya jenazah Fadil diterbangkan ke Makassar untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Pangkel Sulawesi Selatan pada Senin (9/10).

Dari kecelakaan yang dialami oleh Fadil, sorotan utama justru mengenai sirkuit balap yang tak safety. Jalan raya umum yang digunakan untuk sirkuit dadakan semestinya dilengkapi dengan berbagai pelindung seperti ban atau bagor berisi serbuk pada setiap pembatas atau pada trotoar yang memang rawan tertabrak oleh pebalap.

Hal ini pun langsung mendapat sorotan dari PP IMI (Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia). Pihaknya akan segera mengevaluasi atas musibah yang terjadi tersebut.

"IMI melalui Olahraga Sepeda Motor & Safety telah meminta laporan detail kronologis kejadian dari IMI Provinsi terkait dan setelah dievaluasi maka akan diambil tindakan disiplin kepada juri & panitia penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku," buka Jeffrey JP, Sekjen PP IMI.

Baca Juga
Raport Merah Kejurnas Motocross 2017 Hingga Tewasnya Crosser

EO balap atau yang sering kali disebut promotor balap di sini juga memiliki peranan penting. Fungsinya bukan hanya semata bikin event balap dan mengatur kelancaran jalannya kegiatan tersebut hingga selesai. Promotor balap juga harus jeli pada detail dari segala aspek.

Termasuk di dalamnya adalah mengenai standarisasi atau kelayakan sebuah sirkuit balap nonpermanen. Di sini promotor balap sangat penting perannya. Sebab merekalah yang mengatur atau merekayasa lokasi menjadi sirkuit dadakan. Keselamatan pebalap dan juga penonton menjadi hal mutlak yang tak bisa dihindari. Apalagi jika yang digunakan untuk trek dadakan adalah jalan raya.

"Standard Safety dan Persyaratan Panitia sudah tercantum pada PNOKB (Peraturan Nasional Olahraga Kendaraan Bermotor) & Safety Balap Motor IMI, di mana untuk Panitia Penyelenggara tingkat Kejurnas dilakukan peningkatan knowledge melalui Program Workshop IMI yang tersertifikasi sesuai kemampuannya. EO (Event Organizer) yang tidak memenuhi ketentuan akan diambil tindakan melalui Panel Disiplin IMI," sambung Jeffrey.

Dalam hal ini, memang perlu digaris bawahi jika promotor bukan satu-satunya yang menjadi pemain utama. Ada pihak lain sebagai pengawas, yakni IMI. IMI Pusat melalui perwakilannya IMI daerah (Pengprov) tempat diselenggarakan balapan juga punya andil dalam hal pengawasan dari segala sisi. Baik sebelum balapan maupun setelah balapan.

Di sini yang bertanggung jawab adalah IMI Safety Officer, utusan yang memiliki Lisensi IMI untuk sekurang-kurangnya Lisensi Juri/Steward & Safety sesuai dengan jenis perlombaannya yang ditunjuk untuk mewakili IMI Pusat dalam suatu perlombaan dengan lingkup tugas tertentu. Perwakilan IMI Officer Safety bertanggung jawab mengawasi aspek keselamatan seperti lintasan, keselamatan pebalap, keselamatan penonton dan lainnya.

Kecelakaan pebalap di sirkuit nonpermanen hingga meninggal dunia memang bukan baru satu kali terjadi. Dalam satu musim ini saja, setidaknya sudah tiga kali kecelakaan pebalap di sirkuit nonpermanen yang merenggut nyawa. Dari ketiganya, kondisi sirkuit yang kurang safety menjadi penyebab. Dalam hal ini minimnya pagar pengaman atau barrier yang layak.

Sebelumnya kecelakaan tragis berujung maut terjadi di ajang balap Kapolres Cup 1 yang digelar di Merauke, Papua pada awal April lalu. Kecelakaan melibatkan dua pebalap Ricky Atsiadi berusia 24 tahun dari BMS Max Racing Team dan Amirullah Salam berusia 39 tahun dari Qhaswa Racing Team.

Event yang diselenggarakan di Jalan Raya Mandala, Merauke, Papua itu merenggut nyawa Ricky Atsiadi. Sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa Ricky Atsiadi tak tertolong. Tapi ada juga laporan yang mengatakan jika Ricky Atsiadi tewas di tempat kejadian. Sementara Amirullah Salam mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan medis secara intensif.

Baca Juga
Heboh BBM Basi di Seri 3 Kejurnas IRS 2017

Pada pertengahan Mei, kembali pebalap Indonesia harus meregang nyawa saat mengikuti ajang Chalolo Roadrace Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Adalah Muhammad Ihwal Syahrai yang mengalami kecelakaan tragis. Pebalap yang diketahui dari tim Pumass Racing Pangkep tersebut mengalami insiden tabrakan dengan pebalap asal Wajo, Rendi Odding dalam balapan yang digelar di Sirkuit Jalan Andi Djemma Palopo, tepat di Kantor Perpustakaan Kota Palopo.

Kecelakaan bermula saat Ihwal Syahrai dan Rendi Odding saling mengejar di lintasan lurus. Dari video yang beredar, keduanya saling serempetan. Baik Ihwal Syahrai maupun Rendi Odding pun saling terlempar dari motornyanya. Nahas, Ihwal Syahrai, siswa SMAN 1 Pangkep itu terseret hingga beberapa meter dan terhenti setelah menghantam tiang lampu.

Peminat balap di Indonesia memang sangat tinggi. Namun sayang, Indonesia tak memiliki banyak sirkuit permanen. Sehingga banyak sekali balapan yang dilangsungkan di sirkuit nonpermanen dengan mengandalkan jalan raya. Lalu sirkuit nonpermanen seperti apa yang layak untuk balapan?

"Untuk sirkuit nonpermanen lebar minimal 6meter dengan panjang minimal 1,2 kilometer dan lintasan lurusnya maksimal 400meter," singkat Jeffrey.

"Untuk masalah yang di Papua, kita sudah mengirim surat dan meminta keterangan resmi dari Pengprov Papua. Untuk kelayakan sirkuit nonpermanen, standar dari IMI harus ada pagar pengaman dan protective devices sebagai penahan benturan. Dan pengetahuan tentang hal tersebut juga selalu disampaikan melalui kegiatan-kegiatan seperti seminar OR & Workshop bagi penyelenggara. Termasuk juga masalah track inspection," beber Donny Mahardjono, Ketua Komisi Balap Motor PP IMI.

Sambung Donny, ada beberapa tahapan untuk sirkuit nonpermanen tersebut dinyatakan layak atau tidak untuk menggelar balapa. Bahkan menurutnya, inspeksi trek akan mulai dilakukan tiga bulan sebelum event dimulai hingga 30menit sebelum lomba (final inspection). Sebelum event dimulai, biasanya sebagai salah satu syarat layak atau tidaknya sirkuit, mencakup lebar, panjang tikungan dan lainnya harus ada koreksi di titik-titik mana yang mesti dibenahi agar lebih aman. Seperti penambahan ban atau karung, kondisi aspal dan lain-lain. Pebalap maupun tim juga harus jeli dan kompak. 

"Saat briefing juga biasanya ada masukan dari pebalap atau manager tim tentang kondisi sirkuit apabila ada beberapa titik yang berbahaya," tutup Febriliny Putra yang punya hobi balap.

 Tapi kok masih banyak sirkuit nonpermanen yang gak layak? Lalu salah siapa?

"Pertanyaannya cuma satu, apakah OC & RC mau menjalankan semua ketentuan tersebut? Kita sepakat bahwa safety is our top priority. Pasti ada sanksi organisasi bagi yang tidak memenuhi ketentuan tersebut. Di luar itu juga ada sanksi pidana yang siap menunggu karena kelalaian akan hal itu. Semoga kedepan otomotif kita makin maju dan aman," tegas Donny.

Semoga ini menjadi perhatian seluruh pihak terkait. Agar kedepan tak ada lagi kejadian serupa. Maju terus dunia balap Indonesia!

Baca Juga
Penyelenggaraan Terburuk MotoGP Jepang

  • facebook share

RELATED NEWS

Tunas Baru Pebalap Tanah Air

Tunas Baru Pebalap Tanah Air

TOPIC OF THE WEEK
Keuntungan Indonesia Melawan Islandia

Keuntungan Indonesia Melawan Islandia

TOPIC OF THE WEEK
Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company