Di Balik Kegagal Timnas Belanda ke Piala Dunia 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Eurosport | Editor: Andi Wahyudi | 13 October 2017

Di Balik Kegagalan Timnas Belanda

SPORTKU.COM

Mengapa tim favorit juara Piala Dunia seperti Belanda bisa gagal lolos ke putaran final? Ini biang penyebabnya.

Belanda dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah menempati urutan ketiga di Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa. Kemenangan 2-0 melawan Swedia di laga pamungkas seolah sia-sia lantaran mereka kalah dalam jumlah produktivitas dari lawannya itu kendati poin mereka sama.

Kegagalan ini membuat Belanda mengulangi kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia pada tahun 2002 lalu dan harus puas kembali menjadi penonton di ajang yang diselenggarakan dalam setiap empat tahun sekali itu.

Kita pun bertanya-tanya, mengapa Belanda yang dikenal memiliki filosofi Total Football yang termasyur itu begitu terpuruk belakangan ini? Sebelumnya, mereka juga gagal lolos ke putaran final Piala Eropa pada tahun 2016 lalu.

Tentu banyak faktor yang menyebabkan negara tiga kali runner-up Piala Dunia ini gagal tampil di ajang akbar ini. yang mempertemukan negara-negara sedunia ini. Namun, yang paling terlihat adalah proses regenerasi pemain yang bermasalah belakangan.

Menilik skuat Timnas Belanda saat ini, bisa dilihat bahwa Tim berjuluk The Flying Dutchmen dihuni oleh pemain tua yang sudah melewati masa keemasannya sebagai pemain. Nama-nama seperti Robin van Persie, Arjen Robben, Maarten Stekelenburg, Wesley Sneijder, Klaas-Jan Huntelaar, dan Ryan Babel masih menjadi andalan.

Dari deretan nama di atas, hanya Robben yang dianggap masih memiliki penampilan prima. Sedangkan yang lainnya sudah tak lagi layak masuk Tim Nasional lantaran performa mereka di masing-masing klub yang mereka bela.

Sneujder misalnya, bersama Nice pemain yang sempat membela Inter Milan ini baru dimainkan sebanyak 3 kali. Bahkan dalam empat pertandingan terakhir, ia hanya menghangatkan bangku cadangan klub asal Prancis tersebut.

Banyaknya pemain tua di skuat Belanda sebagai bukti mandegnya regenerasi. Bahkan, sampai memanggil pemain seperti Babel yang sudah absen selama 6 tahun di timnas dalam laga melawan Belarus dan Swedia.

Padahal Belanda memiliki pemain muda seperti Memphis Depay, Marco van Ginkel, Vincent Janssen, sampai Jordy Clasie. Namun penampilan mereka dianggap naik turun sehingga kehilangan kepercayaan pelatih.

Baca juga
Mengenal Suspensi Mobil Offroad

Banyak yang menganggap keputusan untuk meninggalkan Erevidisie atau Liga Belanda menyebabkan pemain-pemain muda mengalami stagnan untuk berkembang. Bermain di level lebih tinggi membuat mereka kehilangan menit bermain karena harus bersaing dengan pemain lain.

Sementara, Eredivisie yang banyak kehilangan pemain berbakatnya mempengaruhi daya saing klub tersebut di ajang Eropa. Ajax misalnya, memang mereka keluar sebagai finalis ajang Liga Europa musim lalu, namun mereka gagal lolos di Liga Europa musim ini lantaran pemainnya minggat ke klub-klub Eropa yang level permainnya dianggap lebih tinggi atau lebih berpeluang untuk tampil di kompetisi Eropa.

Masalah lain yang dianggap mempengaruhi penampilan Belanda adalah miskinnya pelatih bertalenta yang dimiliki oleh negara monarki itu. Sejauh ini hanya ada nama Ronald Keoman (Everton) dan Peter Bosz (Borrusia Dortmund) yang menukangi klub elit Eropa.

Sebenarnya ada satu nama lagi, yakni Frank de Boer yang sempat menukangi Crystal Palace, namun ia dipecat beberapa waktu lalu dan seperti mengulangi kegagalan dirinya di Inter Milan musim lalu. Banyak yang menganggap filosofi taktik yang diterapkan Boer sudah kuno dan hanya sukses di Belanda saja.

Di Timnas Belanda, saat ini ditukangi oleh Advocaat. Meski bukan pelatih yang buruk lantaran sedugang pengalamannya melatih sejak tahun 80-an, namun pelatih berusia 70 tahun ini belum sekalipun mencatakan kesuksesan baik saat melatih timnas atau klub.

Pensiunnya Louis Van Gaal pada awal tahun 2017 lalu barangkali baru membuka mata Belanda bahwa mereka kini kekurangan pelatih berkualitas. Bahkan terseok-seoknya Timnas Belanda sejauh ini lantaran kesulitan mencari pelatih ideal untuk mereka. Terhitung setelah Van gaal melepas jabatanhya pada tahun 2014 silam, tercatat empat kali bongkar pasang pelatih.

Tentunya masalah-masalah di atas yang sudah dirinci satu persatu ini mau tak mau harus harus segera dibenahi oleh KNVB selaku otoritas tertinggi sepakbola di Belanda untuk bisa membangkitkan kembali citra negara mereka sebagai tim favorit juara.

Baca juga
Video Crutchlow Tabrak Lorenzo

  • facebook share

RELATED NEWS

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Kesaktian City Musim Ini

Rahasia Kesaktian City Musim Ini

TOPIC OF THE WEEK
Integritas Felipe Massa

Integritas Felipe Massa

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company