Kesetiaan Itu Bernama Choirul Huda

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Republika | Editor: Andi Wahyudi | 16 October 2017

Kesetiaan Itu Bernama Choirul Huda

SPORTKU.COM

Sepanjang karirnya sebagai pesepakbola, Choirul Huda hanya bermain di satu klub saja, yakni Persela Lamongan.

Kabar duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, berpulang pada Minggu (15/10). Ia menghembuskan nafas terakhirnya usai bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues saat melawan Semen padang pada lanjutan Liga 1 2017.

Kepergian Huda tentu menjadi sebuah hal yang menyedihkan mengingat ia merupakan tulang punggung bagi klub. Bagaimana tidak, tercatat 17 tahun lamanya, pemain bernomor punggung 1 ini hanya bermain bagi satu klub saja, yakni Persela.

Huda yang lahir pada 2 Juni 1979 ini sudah membela Laskar Joko Tingkir sejak tahun 1999. Saat itu Persela hanyalah klub amatir yang bermain di Divisi Dua. Baru pada tahun 2007, klub tersebut akhirnya promosi ke Liga Super Indonesia (ISL) atau yang kini dikenal dengan Liga 1.

Kiprah Persela di ajang Liga 1 Indonesia dapat dikatakan naik turun. Bahkan lebih sering berada di papan bawah meski tak pernah terdegradasi. Raihan terbaik tim berjuluk Lele Glagah adalah ketika Liga 1 atau yang saat itu bernama ISL adalah finish di urutan keempat di klasemen akhir.

Saat itu, Persela yang dilatih oleh (almarhum) Miroslav Janu dapat dikatakan memiliki deretan pemain hebat, selain Huda terdapat pemain seperti Mario Costas, Gustavo Lopez, Jimmy Suparno, Rudi Widodo,I Gede Sukadana hingga Roman Golian.

Atas prestasi tersebut, Huda pun akhirnya bisa menembus skuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Sayang, meski tampil baik bersama Persela, pemain yang berpulang pada usia 38 tahun tersebut hanya sekali tercatat memperkuat Tim Merah Putih. Tepatnya pada tahun 2013 lalu.

Ketika itu Huda dipercaya untuk tampil menjadi kiper utama Indonesia melawan Tiongkok pada tahun 2013 di ajang Kualifikasi Piala Asia dimana skor pertandingan berjalan imbang 1-1. Laga tersebut menjadi pertama sekaligus terakhir, pasalnya ia hanya menjadi pelapis bagi Kurnia Meiga, I Made Wirawan, dan Andritany Ardhyasa sampai tahun 2015.

Baca juga
Alasan Anjasara Eksis di Kejurda

Choirul Huda (Republika)

choirul-huda-republika--136806ac4600af6.jpg


Huda juga sempat ingin direkrut oleh dua tim, yang pertama adalah Sriwijaya FC yang tengah mencari pengganti Ferry Rotinsulu yang pensiun. Bahkan status Laskar Wong Kito saat itu merupakan jawara Indonesia. Dengan bermain di Palembang, kemungkinan ia meraih juara juga lebih besar ketimbang di Persela.

Selain Sriwijaya, Persebaya DU yang baru promosi ke ISL musim 2013/2014 lalu juga mengincarnya, namun Huda tetap betah di tim yang memiliki warna seragam biru langit tersebut kendati mendapatkan tawaran kontrak yang lebih besar.

Dalam sebuah rekaman wawancara yang beredar di situs Vidio. Huda mengaku ia tak silau dengan tawaran klub lain yang mungkin bisa menawarkan gelar juara dan gaji besar. Menurutnya, bermain di Persela karena faktor kekeluargaan yang menurutnya menjadi faktor dominan membuatnya bertahan.


“Pertama karena Persela itu saya sudah dari dulu disitu, kedua saya bekerja menjadi PNS (di Lamongan), ketiga karena saya sudah nyaman karena suporter dan manajemen bagus, di situ kekeluargaannya juga bagus,” ujar Huda soal kesetiaannya terhadap Persela.

Sepanjang karir Huda di Persela memang tak pernah ada catatan gemilang. Prestasi terbaiknya hanya lima kali menjuarai Piala Gubernur Jawa Timur. Namun, gelar tersebut bukanlah turnamen resmi yang terdaftar di PSSI dan FIFA. Meski demikian, itulah momen yang tak pernah dilupakan oleh pria yang meninggalkan dua anak tersebut.

“Menjuarai Piala Gubernur Jawa Timur merupakan hal yang paling berkesan dari dulu. Kita biarpun gak pernah juara kompetisi tapi piala Gubernur Jawa Timur sampai lima kali juara itu momen terpenting dan paling berkesan buat saja,” ungkapnya.

Ketetapan pria berzodiak Gemini bersama Persela sepanjang hayatnya seolah-olah menyatakan ini bahwa kesetiaan dan loyalitas masih ada di era modern sepakbola yang kini berubah menjadi lahan industri.

Bahkan Huda pernah menyatakan tak akan meninggalkan Persela bila pensiun. Ia memilih untuk tetap dekat bersama klubnya sebagai pelatih kiper. Atas jasanya yang besar kepada klub, manajemen pun mempensiunkan nomor punggung 1 sebagai penghormatan atas dirinya sebagai "The One, Man One Club, One Love".

Selamat jalan, Kapten.


Baca juga
Apresiasi IMI Jabar untuk Kejurda

  • facebook share

RELATED NEWS

Menilik Masa Depan Parma

Menilik Masa Depan Parma

FOOTBALL
Mancini Ogah Latih Italia

Mancini Ogah Latih Italia

FOOTBALL
Pemain Borneo FC Dilarang Tarkam

Pemain Borneo FC Dilarang Tarkam

FOOTBALL
Jupe, Pemain Paling Penting Persib

Jupe, Pemain Paling Penting Persib

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company