Begini Cara Membuat Soal untuk Balap Slalom

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : SPORTKU | Editor: Dedi Hermawan | 19 October 2017

Poin Penting Membuat Soal Slalom

SPORTKU.COM

Dalam membuat soal slalom ada kaidah yang harus diikuti. Artikel berikut ini, akan menyajikan bagaimana cara membuat soal slalom.

Lintasan slalom tidak hanya bicara mengenai sekedar meletakan kun di atas aspal dan kemudian dilewati oleh peslalom. Di balik itu, ada sebuah parameter yang harus dilakukan agar sesuai dengan peraturan yang diterbitkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk olahraga otomotif Tanah Air. Secara kasat mata memang tidak terlihat kriteria khusus dalam pembuatan soal slalom, namun Vito Siagian, selaku Race Director Kejurnas Slalom, menjabarkan perihal poin-poin penting yang ada dalam membuat soal slalom.

Dalam meletakan kun di atas lintasan, Vito, menguraikan bahwa ada parameter yang harus dilakukan, terutama mengenai adanya rintangan seperti angka delapan dan jalan zig-zag serta putaran ke kiri atau ke kanan. Kedua referensi tersebut menjadi baku "Sebenarnya kalau mengikuti peraturan perlombaan yang dikeluarkan PP IMI itu ada batasan-batasan yang diinginkan berdasarkan pengalaman dari pelaksanaan slalom sendiri selama bertahun-tahun. Acuannya satu, upayakan soal ada angka delapan, ada zigzag, dan ada putar balik ke kiri atau ke kanan. Kedua, upayakan bahwa itu mengikuti aturan yang telah dibuat," terang Vito.

Baca juga:
SEPERTI INI KESIBUKAN TIM BALAP BJB-PERTAMAXTURBO-GRT JELANG SERI 5 ISSOM

Mengenai jarak antar kun yang diletakan di atas medan, penyelenggara memiliki perhitungan khusus. Tentnya hal ini sebagai patokan agar peslalom dapat bermanuver dengan baik dan bisa bermain sempurna. "Zigzag itu jarak antar kun 10 meter, kalau angka delapan jarak kunnya 12 meter. Kun itu sendiri ada ukurannya, tinggi 45 cm dan diameter 8 cm seperti paralon," tambah Vito.

Sementara itu, di lain sisi, mengenai dimensi lintasan yang ideal, pria humoris tersebut menjelaskan memang untuk standar baku tidak ditentukan diperaturan baru, namun sebagai Race Director, Vito, memiliki acuan dimensi agar persaingan yang terjadi bisa berlangsung seru. Bahkan, dalam meracik soal tersebut, penyelenggara pun memiliki patokan waktu minimal dan maksimal dalam sekali putaran.

"Soal upayakan tidak lebih dari satu menit, tapi tidak kurang dari 35 detik. Panjang lintasan sebenarnya sekarang memang tidak ditentukan diperatutan baru, tetapi sebaiknya minimal kalau panjangnya cuma dapat 80 meter, lebar minimal 40 meter. Tapi kalau lebar 20 meter, panjangnya kalau bisa 90 meter atau 120 meter," imbuhnya.

Baca juga:
BRENDAN FAIRCLOUGH DIGANTIKAN R-DOG DI RED BULL RAMPAGE 2017

Saat ini kelas yang dipertandingkan dalam balap slalom atau gymkhana tidak hanya mobil dengan penggerak roda depan saja, melainkan mobil yang memiliki penggerak roda belakang seperti sedan dan pick up juga bisa ikut berpartisipasi. Dengan begitu, sebagai Race Director, Vito, pun melakukan penyesuaian soal yang akan dihadirkan, artinya soal tersebut tetap bisa menghadirkan persaingan yang ketat antara mobil sedan dan pick up. "Jadi kalau B itu kan ada pick up ada sedan, tapi saya selalu usahakan selalu kedua-duanya bersaing dalam torehan waktunya," pungkas Vito.

  • facebook share

RELATED NEWS

Aksi Nekat Sebastien Buemi

Aksi Nekat Sebastien Buemi

FORMULA 1
Aston Martin Podium di Amerika

Aston Martin Podium di Amerika

CIRCUIT
Toro Rosso Absen Abu Dhabi

Toro Rosso Absen Abu Dhabi

FORMULA 1
Williams Membuka Diri untuk Kubica

Williams Membuka Diri untuk Kubica

FORMULA 1

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company