5 Istilah Ngetop Teknik Balap

Text : Suhartono | Photo / Video : Sonny Hastara | 19 October 2017

SPORTKU.COM

Tak ada pebalap yang mengikuti balapan tidak menginginkan kemenangan. Sudah pasti kemenangan menjadi kado terindah bagi para pebalap.

Memang tidak mudah untuk bisa menangi sebuah balapan. Banyak faktor yang bisa membuat pebalap tersebut bisa menang. Selain skill pebalap dan kecepatan motor, faktor keberuntungan menjadi yang tak bisa dielakan. Teknik balap juga menjadi salah satu penentu kemenangan seorang pebalap.

Di dunia balap sendiri, banyak teknik balap yang bisa diaplikasikan oleh para pebalap dalam setiap aksinya. Namun tak semua teknik balap tersebut bisa dengan mudah diaplikasikan. Butuh strategi tersendiri bagi seorang pebalap ketika akan menggunakan tekhnik balap tersebut sebagai serangan kepada lawan.

Berikut 5 istilah negtop teknik balap versi SPORTKU.com
1. Late Braking
Istilah late braking memang salah satu teknik balap yang populer bagi kalangan pebalap. Late braking sendiri merupakan teknik untuk mendahului dengan cara mengerem lebih lambat daripada pebalap yang akan didahului. Trik ini sering kali digunakan para pebalap ketika akan menyalip.

Teknik late braking digunakan pebalap ketika akan menyalip musuh di tikungan. Dibutuhkan hitungan matang dari pebalap ketika akan melancarkan aksinya dengan late braking. Late braking harus dilakukan dengan tepat antara pemilihan titik pengereman dan timing serta tentunya dibutuhkan rem yang mumpuni.

2. Slipstream
Ungkapan slipstream sering kali muncul dalam dunia balap. Bukan hanya di ajang MotoGP, teknik slipstream juga begitu populer di berbagai ajang balap lainnya. Jugas di Indonesia, teknik sliptream beberapa kali digunakan oleh para pebalap. Banyak pebalap yang ketika melakukan balapan menggunkan gaya balap slipstream ketika akan menyalip musuh.

Slipstream sendiri memikiki definisi arti, mengikuti pebalap lain di depannya segaris lurus dan menggunakan aliran udara di sekitar dan mesin untuk keuntungan sendiri. Dalam hal ini, pebalap yang akan menyalip membangun momentum untuk bisa menyusul di area bertekanan angin rendah di belakang pebalap yang akan disalip. Hambatan angin yang lebih kecil menjadi keuntungan pebalap ketika akan melakukan slipstream.

Istilah mudahnya, slipstream dimanfaatkan oleh pebalap yang mengambil keuntungan dengan berada di belakang lawan untuk mengurangi tekanan angin. Teknik slipstream biasanya dikombinasikan dengan teknik late braking ketika memasuki tikungan.

Baca Juga
Mengenal dan Memahami Teknik Balap Late Brake

3. Gantung Gas dan Rolling Speed
Dua istilah balap ini memang populer di kalangan pebalap. Keduanya hampir mirip. Rolling speed merupakan teknik menggantung gas (rpm) saat menikung dalam kecepatan tinggi. Teknik ini bertujuan agar tenaga motor tidak loyo atau ngedrop saat berada di tengah tikungan. Sehingga motor tetap bisa meluncur dengan cepat saat keluar tikungan. Teknik ini juga sering kali digunakan para pebalap.

Untuk motor balap 2tak teknik ini bisa dilakukan dengan menekan setengah tuas kopling untuk menjaga agar rpm tidak ngedrop. Saat akan keluar tikungan, perlahan-lahan lepaskan tuas kopling tersebut diiringi dengan bukaan gas yang tepat atau seirama. Sedangkan pada motor balap 4tak, teknik rolling speed bisa dilakukan dengan menarik sedikit saja tuas rem dengan tetap menahan rpm di putaran yang optimal.

"Gantung gas itu menghasilkan rolling speed. Tapi itu sebenarnya teknik balap yang sudah lama banget. Dan mungkin masih bisa dipakai di motor underbone. Penjenjangan setelah underbone yaitu sport. Nah, di motor sport teknik gantung gas sudah tidak berlaku, sudah memakai teknik late brake yang berarti tutup gas penuh. Dan keluar tikungan secepat mungkin dengan buka gas secepat mungkin. Tentunya dengan teknik mendirikan motor secara cepat," ungkap M. Fadli.

4. Engine Brake
Pebalap sering kali melakukan engine brake. Engine brake dilakukan dengan mengendurkan gas dan menurunkan gigi transmisi ke posisi rendah, misalnya dari empat ke tiga, tanpa kembali digas. Engine brake juga bisa diartikan pengereman laju kendaraan yang terjadi akibat hambatan putaran yang terjadi pada mesin.

"Kalau engine brake sih gak perlu teknik sebenarnya. Karena itu sudah mengikuti. Tinggal pengaturannya aja, mau engine brake keras atau lembut. Biasanya bisa disetel lewat program ECU," imbuh M. Fadli, mantan pebalap yang juga punya sekolah balap 43 Racing School.

5. Overtaking
Overtake adalah istilah beken bagi pebalap ketika menyalip lawan. Overtake atau aksi saling salip merupakan pandangan lumrah dalam sebuah balap. Dengan adanya overtake antar pebalap, maka membuat balapan tersebut semakin menarik untuk ditonton. Tanpa adanya overtake antar pebalap, balapan terasan monoton pastinya. Saat overtake, teknik slipstream dan late braking juga sering dilakukan.

Baca Juga
Mengenal Teknik Balap Slipstream
Red Flag Kontroversial di Kejurnas IRS

  • facebook share

RELATED NEWS

Lima Pemain Terbaik Jepang

Lima Pemain Terbaik Jepang

TOP 5
Lima Pencetak Gol Tercepat

Lima Pencetak Gol Tercepat

TOP 5
Lima Momen Buffon Bela Azzuri

Lima Momen Buffon Bela Azzuri

TOP 5
5 'Pakaian' Wajib Pebalap

5 'Pakaian' Wajib Pebalap

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company