Penyebab Persib Tampil Buruk di Liga 1 Musim Ini

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pikiran Rakyat,piala Presiden | Editor: Andi Wahyudi | 30 October 2017

Inilah Penyebab Persib Tampil Buruk

SPORTKU.COM

Diprediksi akan menjadi calon kuat untuk juara Liga 1, Persib Bandung justru terseok-seok dan nyaris terdegradasi. 

Persib Bandung merupakan kampiun Liga Super Indonesia (ISL) edisi 2014. Dengan modal itu, tentu banyak orang yang menjagokan klub asal Kota Bandung ini bisa mengulangi kisah mereka di Liga 1 musim 2017 kali ini.

Meski harus mengakhiri posisi di peringkat ke-5 di ajang Turnamen Jangka Panjang, Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, namun sebelumnya Persib sempat menjuarai ajang Piala Presiden pada tahun 2015 lalu.

Selain itu, Persib di awal musim memang terlihat sebagai tim yang memiliki keinginan untuk menjadi juara. Adanya regulasi yang membolehkan mendatangkan pemain bintang berstatus marque player membuat mereka mendatangkan dua pemain yang sempat mewarnai Liga Primer Inggris, yakni Michael Essien dan Carlton Cole—yang keduanya sempat bermain bagi kesebelasan Chelsea di era berbeda.

Tak hanya itu, Persib juga mendatangkan dua pemain yang dapat dikatakan memiliki kemampuan di atas rata-rata dan kenyang bermain di Indonesia, yakni Raphael Maitimo dan Shohei Matsunaga. Hal ini membuat mereka menjadi favorit juara ketimbang tim yang lain.

Namun sayang, dengan skuat juara dan dianggap sebagai susunan starting line up terbaik sepanjang masa, bagi Persib itu justru tampil buruk. Bahkan hanya butuh 9 pekan bagi manajemen Maung Bandung memecat Djajang Nurjaman, pelatih yang mengantarkan klub yang bermarkas di Stadion Si Jalak Harupat itu juara di ISL dua tahun lalu.

Di tangan Herrie Setyawan dan Emral Abus, dua pelatih yang didapuk menjadi suksesor Djanur—panggilan akrab Djajang Nurjaman, belum mampu menunjukan perubahan yang signifikan bagi Persib. Bahkan, tim yang awalnya digadang-gadang menjadi juara kini hanya berstatus sebagai tim yang cuma selamat dari degradasi.

Kepastian Persib bertahan di Liga 1 musim depan terjadi pada pekan ke-31 dimana tim berjuluk Pangeran Biru itu menang 3-1 atas lawannya, Mitra Kukar dengan skor 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/10).

Kemenangan ini membuat Persib menempati urutan ke-11 dengan mengumpulkan 41 poin. Angka ini dapat dikatakan sudah aman lantaran dengan sisa tiga pertandingan lagi, meski akhirnya Persib kalah beruntun dalam laga sisa, mereka tetap aman di klasemen lantaran baik Semen Padang maupun Perseru Serui, dua tim yang berada di peringkat bawah tidak akan mengejar perolehan mereka.

Tentu kita pun bertanya-tanya mengapa Persib di musim ini begitu terpuruk di musim ini. Kira-kira inilah beberapa faktor yang menyebabkan mereka gagal memenuhi ekspektasi banyak orang di awal musim:

Baca juga
IDC Sambangi Solo

Intervensi Umuh Muchtar

Cole dan Umuh (Pikiran Rakyat)

persib-bandung-2017-piala-44640e848715e0c.jpg

Umuh Muchtar barangkali menjadi penyebab utama Persib bermain buruk di musim ini. Pasalnya, status dirinya sebagai manajer klub terlalu dominan sehingga kerap kali mengintervensi yang membuat tim menjadi labil.

Umuh kerap melakukan keputusan krusial dalam permainan tim dengan memilih susuan komposisi pemain yang tak sejalan dengan pelatih. Hal ini tentu merepotkan siapapun yang ditunjuk sebagai plelatih Persib. Hal ini, barangkali menjadi alasan Djanur akhirnya memilih mundur lantaran sudah tak seiya-sekata dengan manajemen klub.

Bahkan Bobotoh—julukan penggemar Persib—beberapa waktu lalu telah mengajukan lima tuntukan kepada manajemen Persib yang salah satu isinya adalah—seperti bunyi pernyataan nomor tiga—meminta manajemen, tim pelatih maupun serta para pemain menyadari peran dan fungsi suporter sebagai salah satu stakeholder klub.

Isi pesan tersebut jelas bahwa mereka menuntut Umuh yang kerap melakukan intervensi dan hal ini dianggap sebagai biang keladi kegagalan Persib di musim ini.

Contoh lain dari intervensi Umuh adalah ketika membuang Cole di pertengahan musim. Padahal, Djanur saat itu masih mempercayakan tenaga mantan penyerang Tim Nasional (Timnas) Inggris itu, bahkan pelatih yang kini menukangi PSMS Medan itu sempat tak tahu kalau anak asuhnya sudah dipecat dari tim.

"Saya belum tahu soal itu (pemecatan Cole). Soalnya tidak ada obrolan dari manajemen ke saya. Nanti kalau sudah ada keputusan resmi baru saya bisa bicara," kata Djanur seperti dikutip dari CNN.

Kegagalan di Bursa Transfer

Meski dianggap banyak mendatangkan pemain berkualitas di bursa transfer Liga 1 kali ini, namun sejatinya Persib dianggap gagal dalam mengontrak pemain yang tepat. Kehadiran Essien dan Maitimo misalnya menjadi bencana lantaran lini tengah Persib saat ini sudah sesak dengan pemain seperti Hariono, Kim Jeffrey Kurniawan, Dedi Kusnandar. Belum lagi ada dua pemain muda seperti Gian Zola dan Ahmad Subagja Basith.

Selain itu, Persib dapat dikatakan tak mendatangkan pemain yang dianggap penting, yakni penyerang murni. Cole gagal, Van Dijk nyaris tak pernah tampil lantaran cedera, Matsunaga mandul, dan penyerang anyar mereka, Ezechiel N'Douassel berhenti mencetak gol di angka empat.

Sementara pemain buangan mereka, seperti Juan Belencoso dan Zulham Zamrun tampil baik dengan klubnya masing-masing.

Ekspekstasi Tinggi Bobotoh

Siapapun ingin bila tim yang diidolakan keluar sebagai juara. Itulah ekspektasi yang dianggap membebani Persib untuk bisa keluar sebagai juara di musim ini. Bobotoh tentu ingin agar Maung Bandung juara.

Hal ini tentu menjadi bumerang, pemain dan pelatih menjadi tertekan. Hasilnya, permainan di lapangan tidak maksimal dan kerap tampil individu ketimbang secara tim. Masalahnya adalah, bahwa meski menang, Persib sendiri masih terus dicemooh oleh pendukungnya, sebuah hal yang mengerikan tentunya.

Musim ini Persib beruntung akhirnya bisa bertahan di liga 1, namun bila kondisi seperti ini tetap terjadi, bukan tidak mungkin mereka justru tetap tampil buruk di musim selanjutnya bahkan bisa terdegradasi ke Liga 2.

Baca juga
Perkenalkan, Newbi Komunitas Pecinta Suzuki Baleno Hachback

  • facebook share

RELATED NEWS

Menanti Debut Spaso di Timnas

Menanti Debut Spaso di Timnas

TOPIC OF THE WEEK
Dua Peslalom TTI Berebut Gelar

Dua Peslalom TTI Berebut Gelar

TOPIC OF THE WEEK
Rea Jadi Musuh Abadi Sykes

Rea Jadi Musuh Abadi Sykes

TOPIC OF THE WEEK
Membela Shaun Evans

Membela Shaun Evans

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company