Hamilton dan Gelar Juara Dunia Formula 1 2017

Text : Andi Wahyudi | Photo / Video : Formula 1,Mercedes AMG | 1 November 2017

Hamilton dan Gelar Juara Dunia

SPORTKU.COM

Lewis Hamilton boleh jadi orang paling bahagia di akhir pekan lalu. Sebahagia tim Mercedes dan pecinta F1 di seluruh dunia.

Jutaan pasang mata menyaksikan bagaimana seorang Lewis Hamilton harus terpuruk saat melakoni balap di GP Meksiko. Start dari posisi ketiga di GP Meksiko memberikan peluang bagi Hamilton untuk melesat ke depan. Sayang, Max Verstappen yang start di posisi kedua lebih tangkas mengolah momentum. Masuk di tikungan 1, Verstappen berhasil menyalip Vettel yang start di posisi pertama.

Menjelang masuk tikungan kedua, Hamilton berusaha melewati Vettel dari sisi kiri, sayang terjadi senggolan antara Hamilton dan Vettel yang menyebabkan front wing mobil Vettel hancur berantakan. Hamilton pun mengalami gangguan di ban belakang sebelah kanan. Sontak, posisi keduanya melorot tajam. Keduanya pun tidak melaju maksimal.

Menjelang lap kedua, Vettel dan Hamilton masuk pit guna memperbaiki kerusakan. Tak lama berselang keduanya kembali ngebut mengejar ketertinggalannya. Vettel terlihat begitu ngotot, demikian juga Hamilton. Dengan kematangannya, Vettel berhasil merangkak dan berada di posisi 5 besar hingga balap usai. Sementara Hamilton gagal mendekati Vettel, bahkan finish di posisi 9. Max Verstappen akhirnya menjadi juara GP Meksiko.

GP Meksiko kemudian menunjukan drama tragis bagi Vettel dan Verstappen. Vettel terpaksa kehilangan podium, lantaran senggolan dengan Hamilton berimbas besar pada catatan waktunya. Demikian dengan Max Verstappen, meski merasakan semburan champagne tanda selebrasi kemenangan, namun perayaan kemenangannya terasa hambar. Justru di paddock Mercedes terpancar semburat kegembiraan yang luar biasa.

Victory lap Hamilton usai GP Meksiko seolah menjadi tamparan keras bagi Vettel dan Scuderia Ferrari. GP Amerika dan GP Meksiko adalah saksi porak porandanya ambisi Ferrari untuk merebut gelar konstruktor dan juara dunia F1 musim 2017.

Dengan raihan 595 poin di klasemen Konstruktor, Mercedes AMG Petronas Motorport sukses mengalahkan Ferrari yang meraih 455 poin. Sedangkan di klasemen Pebalap, Hamilton sukses meraih 333 poin, mengalahkan Vettel yang mengumpulkan 277 poin. Sisa dua seri F1 di Brazil dan Abu Dhabi, hanya jadi pembuktian bagi Ferrari untuk mengobati kekecewaannya gagal di pentas F1 2017.

Lewis Hamilton pun menjadi raja di Meksiko. Selebrasi Verstappen tenggelam oleh hingar bingar pendukung Mercedes yang merayakan kemenangan Hamilton. Sorotan kamera pun menjadi milik pebalap kelahiran Inggris tersebut.

"I never gave up, and I kept pushing. Four is a great number – but I want number five now!" cetus Hamilton usai lomba.

Infografis Perjalanan Karir Balap Lewis Hamilton

gp-meksiko-2017-540237fd96473fd.jpg

Hamilton memang pantas gembira bukan kepalang. Penantiannya untuk merebut gelar juara F1 tidaklah mudah. Tahun 2008, Hamilton tampil sebagai juara F1 dengan tambahan "juara termuda dalam sejarah F1". Hamilton yang bergabung dengan tim Vodafone McLaren Mercedes menjadi juara dunia F1 pertama kali saat berusia 23 tahun 9 bulan 26 hari. Dia mengalahkan catatan Fernando Alonso yang juara dunia F1 pada usia 24 tahun 59 hari.

Sayang, usai merebut gelar juara dunia 2008, Hamilton terpaksa harus puasa gelar selama 5 tahun. Selama 5 tahun Hamilton hanya berkutat di posisi ke-4 atau ke-5. Baru pada tahun 2014 atau tepat 6 tahun puasa gelar, Hamilton kembali merebut gelar juara dunia yang ke-2 bersama tim Mercedes AMG Petronas Motorsport.

Mercedes menangkap bakat Hamilton yang luar biasa. Mereka pun menyediakan teknisi dan mobil terbaiknya. Hasilnya, tahun 2015 Hamilton sukses mempertahankan gelar juara dunia F1. Namun, di musim balap 2016, Hamilton terpaksa menelan pil pahit lantaran gelar juara dunia F1 harus berpindah tangan ke rekan setimnya waktu itu, Nico Rosberg.

Baca juga
Ini Penampakan Bola Piala Dunia 2018

Hubungan Hamilton dengan Rosberg memang diwarnai awan mendung. Keduanya bersaing ketat di lintasan balap. Bahkan dalam hubungan di luar lintasan, keduanya nyaris tidak bertegur sapa. Ketidakharmonisan hubungan Hamilton-Rosberg ini mengingatkan kita pada renggangnya hubungan Hamilton dengan Alonso saat keduanya bergabung di McLaren Mercedes.

Masuk musim balap 2017, Nico Rosberg menyatakan pensiun dari F1. Posisinya digantikan Valtteri Bottas. Pebalap Finlandia ini cenderung kalem dan jauh dari kontroversi. Hamilton seolah mendapat berkah. Dengan keahliannya, GP demi GP dilewatinya dengan rangkaian podium hingga akhirnya menapaki tangga juara dunia F1 musim 2017.

"Saya sangat bersyukur saat memikirkan semua yang terjadi tahun ini dan segala hal yang membuatnya jadi seperti ini. Saya tidak melakukan ini sendiri, ada lebih dari seribu orang di Brackley dan Brixworth yang telah menciptakan mobil yang memberi saya kesempatan untuk memanfaatkan kemampuan saya. Saya telah mendapat banyak dukungan dari seluruh dunia, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang percaya kepada saya," ungkap Hamilton.

"Tidak masalah apa yang terjadi dalam balapan hari ini. Saya menulis 'Still I Rise' di bagian belakang helm saya - ini berarti saat Anda terjatuh, Anda bangkit kembali dan terus mendorong sekuat tenaga. Saya tidak pernah menyerah, dan saya akan terus berusaha. Empat (gelar) adalah nomor yang bagus - tapi saya ingin menjadi yang kelima sekarang!"ujarnya.

Baca juga
Vettel Rebut Pole Ke-50
Antiklimaks Vettel di GP Meksiko

  • facebook share

RELATED NEWS

Menanti Debut Spaso di Timnas

Menanti Debut Spaso di Timnas

TOPIC OF THE WEEK
Dua Peslalom TTI Berebut Gelar

Dua Peslalom TTI Berebut Gelar

TOPIC OF THE WEEK
Rea Jadi Musuh Abadi Sykes

Rea Jadi Musuh Abadi Sykes

TOPIC OF THE WEEK
Membela Shaun Evans

Membela Shaun Evans

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company