Membela Shaun Evans, Wasit yang Memimpin Laga Persija Vs Persib

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Espn Fc | Editor: Andi Wahyudi | 6 November 2017

SPORTKU.COM

Meski penuh dengan kontroversi, namun kepemimpinan Shaun Evans dalam laga Persija Jakarta melawan Persib harus diacungi jempol.

Laga bertajuk el Clasico antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dilanjutan Liga 1 Indonesia yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11) harus terhenti sebelum waktu normal usai.

Penyebabnya adalah Shaun Evans, wasit yang memimpin pertandingan ini memutuskan untuk memenangkan Persija yang sudah unggul 1-0 lebih cepat karena menganggap para pemain dan official Persib melakukan walk out (WO).

Evans memutuskan bahwa akhirnya pertandingan kedua tim usai di menit ke-83. Persija dicatat menang dalam pertandingan tersebut menjadi 3-0, sesuai dengan peraturan FIFA atas tim Persib dalam laga klasik ini.

Tentunya banyak yang menyayangkan tindakan Evans yang melakukan hal ini. Termasuk pihak Persib yang merasa dirugikan. Dilansir situs resmi klub, Jumat (3/11), tim berjuluk Maung Bandung itu sebenarnya bersedia melanjutkan pertandingan sampai laga usai.

Manajer Persib, Umuh Mucthar mengungkapkan bahwa ia mengumpulkan pemain dan jajaran pelatih di pinggir lapangan dengan maksud untuk berunding. Tim ingin mencari cara bagaimana menyikapi pertandingan dengan 10 pemain di sisa waktu.

Pasalnya, sebelumnya mereka kehilangan dirinya Vladimir Vujovic yang harus ditarik keluar lapangan lantaran melanggar penyerang andalan Persija, Bruno Lopes. Awalnya, Vujovic hanya dikenai kartu kuning. Namun, lantaran pemain asal Montenegro ini protes secara berlebihan membuat dirinya mendapatkan kartu kuning kedua alias kartu merah.

"Kami semua ingin melanjutkan pertandingan. Tadi sebenarnya saya hanya ingin kita berunding dulu, saya kumpulkan semua pemain dan pelatih," ungkap Umuh.

"Tetapi tiba-tiba saja saat kita bicara, wasit di tengah langsung meniupkan peluit (tanda laga usai)," pungkasnya.

Apakah Keputusan Evans Tepat?

Sebagai wasit, Evans memiliki kekuasaan mutlak dalam segala keputusan yang dibuat di lapangan, termasuk tidak melanjutkan pertandingan. Wasit asal Australia itu menganggap bahwa Persib tidak sedang waterbreak, sehingga berunding di tengah pertandingan itu dilarang.

Evans sendiri melakukan keputusan tersebut sudah sesuai prosedur. Pasalnya, ia telah melakukan dua kali peringatan kepada Persib sebelumnya, yakni ketika usai turun minum babak kedua. Tim asal Kota Bandung itu telat masuk lapangan.

Baca juga
Persib WO, Ini Penjelasan Achmad Jufriyanto

Diduga alasan Persib terlambat masuk ke lapangan lantaran kecewa dengan kepemimpinan Evans. Pasalnya, gol yang dicetak oleh penyerang andalan mereka, Ezechiel N`Douassel tak disahkan oleh wasit yang sebelumnya menjadi wasit di A-League, kompetisi kasta tertinggi Australia.

Dalam tayangan ulang, gol yang dicetak oleh N`Douassel via sundulan memang terbukti masuk. Namun, Evans yang menjadi pengadil tak mengesahkan gol tersebut. Diduga, wasit yang mulai karir di bidang perwasitan pada tahun 2008 itu tak melihat gol tercipta.

Dapat dikatakan Evans sebagai wasit yang memimpin laga ini meski berbuat kesalahan, lantaran tidak mengesahkan gol N`Douassel, namun ia tetap menunjukan ketegasan sepanjang pertandingan, termasuk menghentikan permainan ketika sebuah tim melakukan perundingan, apalagi saat itulah peringatan ketiga diberikan dirinya kepada tim Persib.




Wasit tentu manusia biasa sama seperti pesepak bola yang punya kesalahan, namun ketegasan yang ditunjukan Evans dapat dikatakan sebagai pembelajaran bahwa dalam pertandingan, pemain tetap harus patuh kepada keputusan wasit.

Sementara, baik buruknya wasit nantinya bisa dinilai oleh asosiasi wasit dan otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia, bukan pemain atau official yang sedang berlaga. Klub yang merasa dirugikan bisa melakukan protes usai laga berakhir bukan ketika laga berjalan.

Evans Wasit Berprestasi

Kedangan Evans sebagai wasit di Indonesia sendiri berawal dari permintaan klub-klub peserta Liga 1 yang menginginkan adanya intervensi asing lantaran kualitas wasit Indonesia yang dianggap kurang mumpuni memimpin pertandingan.

Terpilihnya Evans sendiri adalah berkat kerja sama yang dilakukan oleh PSSI, selaku otoritas tertinggi sepak bola Indonesia dengan Federasi Sepakbola Australia atau FFA.

Evans sendiri dapat dikatakan wasit yang berprestasi. Ia sempat mendapatkan beberapa penghargaan selama berkarier sebagai pengadil, di antaranya FFV development referee of the year (2007), FFV NPL Grand Final (2010), FFV referee of the year (2010), dan Westfield FFA Cup Final additional assistant referee (2014).

Selain itu, Evans juga pernah menjadi wasit di luar negeri, tepatnya ketika memimpin Liga Super Tiongkok pada tahun 2013 lalu di mana ia memimpin empat pertandingan.

Namun, Evan sendiri bukan tanpa cela, ia bahkan pernah melakukan keputusan yang kontroversi, yakni ketika memimpin laga antara Adelaide vs Western Sydney pada Oktober 2016.

Bermula dari pemain Adelaide, Sergio Cirio ditekel keras oleh pemain Western dan membuat dirinya cedera cukup parah, namun Evans yang memimpin laga tersebut hanya memberikan kartu kuning kepada pemain Western.

Bagaimana pun pada akhirnya Evans sebagai wasit tentu masih harus mengembangkan dirinya agar kejadian serupa tidak terulang. Layaknya manusia biasa, tentu ia memiliki kesalahan, tinggal bagaimana ia tak mengulanginya.

Baca juga
Adenanta Permalukan Pebalap Thailand

  • facebook share

RELATED NEWS

Menanti Debut Spaso di Timnas

Menanti Debut Spaso di Timnas

TOPIC OF THE WEEK
Dua Peslalom TTI Berebut Gelar

Dua Peslalom TTI Berebut Gelar

TOPIC OF THE WEEK
Rea Jadi Musuh Abadi Sykes

Rea Jadi Musuh Abadi Sykes

TOPIC OF THE WEEK
Diskriminasi Meningkat di Sepakbola Inggris

Diskriminasi Meningkat di Sepakbola Inggris

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company