Laziale dan Rasisme di Italia

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : AS English | Editor: Andi Wahyudi | 7 November 2017

SPORTKU.COM

Serie A kembali dilanda isu rasial. Kali ini Laziale—pengemar Lazio—yang melakukan tindak tak terpuji itu.

Laziale menjadi sorotan dalam beberapa minggu terakhir. Pasalnya, penggemar berat Lazio itu melakukan kampanye anti yahudi di Stadion Olimpico, Minggu 22 Oktober 2017 lalu. Mereka menempelkan stiker bergambar wajah Anne Frank yang menggunakan jersey AS Roma di beberapa bagian di dalam stadion.

Anne Frank sendiri merupakan seorang yahudi yang menjadi korban holocaust saat Nazi yang dipimpin oleh seorang fasis bernama Adolf Hitler menjajah Eropa pada Perang Dunia II. Ia menjadi terkenal lantaran catatan diarynya yang dijadikan buku itu mengambarkan kengerian atas kekejaman yang dilakukan oleh Nazi saat itu.

Atas tingkah pola Laziale, Presiden Klub Lazio, Clauido Lotilo pun langsung melakukan gerakan untuk menenangkan insiden yang terjadi dengan mengunjungi Sinagoga, tempat ibadah umat Yahudi di Roma sebagai gestur yang menandakan bahwa ia tak sejalan dengan pemikiran suporter klubnya yang memang didominasi oleh orang yang fasis.

"Saya di sini untuk mengungkapkan rasa tak suka kami terhadap aksi xenofobia, rasisme, dan antisemitisme," tutur Lotito sebagaimana dikutip La Repubblica.

Pada kesempatan lain, Lotilo mengaku akan mengagendakan perjalanan bagi penggemar Lazio ke Kamp Konsentrasi Nazi yang berada di Auschwitz, Polandia sebagai upaya edukasi bagi Laziale.

"Saya mengumumkan bahwa Lazio akan mempromosikan sebuah inisiatif tahunan yang mengatur 200 penggemar muda Lazio melakukan perjalanan ke kamp konsentrasi Nazi Auschwitz, untuk mendidik mereka tentang kejadian yang seharusnya tidak boleh dilupakan," ungkap Lotilo seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Baca juga
Corsa Tutup Kompetisi Freestyle 2017

Atas insiden ini, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) sebagai otoritas tertinggi sepak bola Italia memerintahkan agar seluruh kompetisi di Italia mulai dari Serie A hingga liga kasta paling rendah untuk membaca kutipan dari buku The Diary of Anne Frank.

"Serie A selalu mengutuk segala bentuk rasisme atau intoleransi. Sangat menyedihkan harus menunjukkan kebodohan minoritas fans yang merusak citra semua sepakbola Italia," bunyi kutipan resmi dari FIGC.

Para punggawa Lazio sendiri pun ikut serta dalam menolak rasisme yang dilakukan penggemarnya. Ciro Immobile menggunakan seragam dengan foto Anne Frank dan tulisan tidak pada antisemitisme yang dilakukan oleh Laziale pada Kamis 26 Oktober 2017 lalu.


Sayang, penggemar Lazio justru semakin menjadi-jadi, mereka malah menyanyikan lagu bernuansa fasis berjudul “Me ne frego” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “saya tidak peduli” bahkan melakukan hormat ala Nazi di tribun.

Fasisme Kambuhan Laziale

Sejarah mencatat bahwa Laziale sebagai kelompok suporter memiliki kecenderungan pro fasis. Hal inilah yang membuat mereka mudah rasis dan sangat anti Yahudi. Bahkan, stiker Anne Frank itu sendiri ditujukan kepada penggemar AS Roma, klub rival mereka yang dikenal kiri dan yahudi.

Bukan kali ini saja Laziale melakukan tindakan berbau kebencian. Sebelumnya mereka mencemooh pemain Sassuolo, Claud Adjapong dan Alfred Duncan. Keduanya diketahui merupakan pemain berkulit hitam.

Musim lalu mereka mengitimidasi pemain berkulit hitam milik Roma, Antonio Rudiger. Bahkan, pemain Lazio Senad Lulic ikut serta dalam tindakan rasis tersebut.

Atas dasar inilah, seringkali Lazio mendapatkan hukuman bertanding tanpa penonton. Hal ini tentu merugikan klub mengingat selain tak ada pemasukan bagi klub, mereka pun mendapatkan denda yang cukup besar.

Tentunya, bila hal ini tetap dilanjutkan, kerugian tak hanya menimpa Lazio semata, tetapi juga sepak bola Italia secara keseluruhan yang belakangan telah banyak kehilangan pamornya. Jangan sampai ketepurukan tetap berlanjut akibat ulah tak simpatik yang dilakukan oleh segelintir orang. Bagaimana pun, fasisme, rasisme, dan antisemitisme harus dilawan. 

Baca juga
Lima Pencetak Gol Tercepat di Liga Champions

  • facebook share

RELATED NEWS

Good Bye Indra Sjafri

Good Bye Indra Sjafri

FOOTBALL
Upaya City Lanjutkan Trend Positif

Upaya City Lanjutkan Trend Positif

FOOTBALL
Format Baru Piala Dunia

Format Baru Piala Dunia

FOOTBALL
Catatan Unik Peter Crouch

Catatan Unik Peter Crouch

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company