Menilik Masa Depan Parma di Bawah Kendali Pemilik Baru

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Parma Official | Editor: Andi Wahyudi | 17 November 2017

Menilik Masa Depan Parma

SPORTKU.COM

Akankah pemilik baru Parma bisa membawa klub ini kembali disegani seperti saat masa jayanya dulu di era 90-an?

Nampaknya awan hitam yang beberapa waktu merundung Parma akan segera lewat. Dilansir dari situs resmi klub pada Rabu, 15 November 2017, klub berjuluk Gialloblu kini punya pemilik baru, yakni Jiang Lizhang. Lewat perusahaan Desports Group yang ia kelola, taipan asal Tiongkok itu sukses mengakuisisi saham klub itu sebanyak 60%.

Hal ini dianggap bagai oase di tengah gurun yang didapat oleh Parma yang sebelumnya memang mengalami krisis keuangan. Hal ini pulalah yang membuat klub Stadio Ennio Tardini itu terdegradasi ke Serie D pada tahun 2015 lalu.

“Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi saya, karena ini adalah kehormatan yang luar biasa untuk mengambil posisi ini di klub bersejarah dan dikenal secara global sebagai Parma.” Ungkap Lizhang yang kini secara otomatis menjabat sebagai Presiden Parma seperti dikutip dari Eurosport, Kamis (16/11).

Sebagai presiden klub yang baru, Lizhang berjanji akan kembali membangun Parma sebagai tim yang disegani dengan terlebih dahulu akan mengembalikan klub ke kompetisi Serie A terlebih dahulu. Diketahui saat ini, mereka sudah berada di Serie B dan memiliki peluang untuk promosi di akhir musim.

"Ke depan saya harap kita akan menikmati kegembiraan untuk mengembalikan Parma ke Serie A, yang merupakan tempat yang bersaing, ” kata Lizhang.

Parma sendiri dapat dikatakan cukup sukses dalam membangun kembali reputasinya sebagai tim besar. Meski terdegradasi ke Serie D, dalam dua tahun mereka bisa merangsek ke Serie B, bahkan mereka sukses keluar sebagai Juara Serie D dan runner up Serie C1.

Baca juga
Mancini Tolak Latih Italia, Ini Alasannya

Musim ini, Parma sudah tampil di Serie B, dalam 14 laga, Parma sukses mendulang 23 poin dan membuat posisi mereka berada di urutan kelima di klasemen sementara. Bila Gialloblu konsisten di posisi tersebut, maka mereka bisa lolos ke Serie A dengan mengikuti babak playoff.

Ambisi Lizhang dan Pengaruh bagi Parma di Masa Depan

Jiang Lizhang (Parma Official)

jiang-lizhang-parma-official--95323fa1b7fe6d5.jpg

Lizhang dapat dikatakan sebagai pria yang ambisius yang tengah mencoba menginvestasikan uangnya dalam industri olah raga. Sebelumnya, konglomerat asal Tiongkok ini dikenal memiliki Granada FC, klub yang berdomisili di Spanyol yang diakuisisi dirinya pada tahun 2016 lalu dengan mahar sebesar 37 juta euro atau setara Rp553 miliar dari pemilik sebelumnya Gino Pozz.

Tak sampai disitu saja, Lizhang pun ikut berinvestasi di negerinya sendiri dengan membeli saham sebesar 90% dari kesebelasan Chongqing Dangdai Lifan yang berlaga di Liga Super Tiongkok pada awal tahun 2017.

Selain berbisnis di industri sepak bola, Lizhang juga ikut berinvestasi di klub basket Minnesota Timberwolves yang berkompetisi di NBA meski bukan menjadi pemilik klub alias hanya sebagai pemilik saham minor saja dengan memiliki lima persen saham di klub tersebut.

Lizhang sendiri mengaku dirinya akan membangun Parma tidak dengan sekejapan. Untuk itulah, ia akan menginvestasikan uangnya itu untuk membangun infrastruktur yang baik untuk klub di Collecchio dan Tardini—yang merupakan wilayah markas klub.

“Yang bisa kita kendalikan adalah rencana pertumbuhan klub yang rasional (masuk akal), berdasarkan implementasi infrastruktur, dengan dua pilar seperti pusat olahraga Collecchio dan Tardini,” ungkap Lizhang.

“Demi kepentingan klub kami telah menciptakan sebuah rencana pertumbuhan jangka menengah hingga jangka panjang, dan kami akan memulai pekerjaan kami dari kedua infrastruktur ini. Untungnya, kami tidak memulai dari awal, para eksekutif Parma telah melakukan pekerjaan yang hebat selama dua tahun terakhir, menciptakan landasan yang kokoh. untuk masa depan terbaik klub Kami memiliki tim yang hebat baik secara teknis dan manajemen,” sambungnya.

Dapat dikatakan Lizhang adalah tipe investor yang lebih menyukai development player ketimbang mengeluarkan uang besar untuk membeli pemain. Meski demikian, hal ini selaras dengan filosofi Parma yang memang banyak melahirkan pemain muda berbakat, bahkan Gianluigi Buffon, kiper legenda Italia dan Fabio Cannavaro, bek yang pernah meraih penghargaan Baloon d'Or pada tahun 2006 itu adalah hasil dari didikan primavera klub ini.

Baca juga
Fabian Cancellara Doping?

  • facebook share

RELATED NEWS

Gomez Sama Ratakan Skuad Persib

Gomez Sama Ratakan Skuad Persib

FOOTBALL
Ketika Didier Drogba Dicukur Botak

Ketika Didier Drogba Dicukur Botak

FOOTBALL
Piala FA Vs Pangeran Harry

Piala FA Vs Pangeran Harry

FOOTBALL
Kontroversi Main di Luar Negeri

Kontroversi Main di Luar Negeri

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company