Subagja Suihan, Pria Penemu Bakat Firman Utina dan Egy Maulana Vikri

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 22 November 2017

Kisah Penemu Firman dan Egy

SPORTKU.COM

Bakat seperti Firman Utina dan Egy Maulana Vikri bukanlah hasil temuan PSSI, melainkan Subagja Suihan, bapak asuh mereka.

Sosok Firman Utina dan Egy Maulana Vikri merupakan pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Firman, yang mengawali karir profesional bersama Persma Manado kini telah menjadi salah satu legenda sepak bola Indonesia.

Di usia senja, Firman masih mampu mengantarkan kesebelasan Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 musim 2017. Sebelumnya, mantan pemain Persib Bandung ini dikenal sebagai kapten Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang sukses mengantarkan tim berjuluk Merah Putih itu sebagai finalis Piala AFF 2010 sekaligus keluar sebagai pemain terbaik di ajang tersebut.

Sementara, Egy sendiri saat ini dapat dikatakan sebagai calon pewaris suksesi Firman. Pemain asal Medan tersebut telah menunjukan kemampuannya yang di atas rata-rata dengan meraih banyak gelar individu, mulai dari top skor sampai pemain terbaik. Termasuk gelar top skor di ajang Piala AFF U-18 tahun 2017.

Indonesia dapat dikatakan harus berterima kasih kepada seorang pria bernama Subagja Suihan. Pasalnya, dialah yang berjasa menemukan dua pemain bertalenta tersebut sehingga bisa berguna bagi bangsa dan negara. Pria asal Cirebon itu pun saat ini berstatus sebagai ayah angkat kedua pemain ini.

Baca juga
Event Balap Kembali ke Soreang

Berawal dari Pekerjaan

Sewaktu muda, Subagja sempat berpfofesi sebagai pesepakbola. Ia sempat bermain untuk klub lokal di Cirebon, Jawa Barat, yakni SSB Benteng Jaya Cirebon, PS Gunung Jati Cirebon, dan PSIT Cirebon. Lalu mengakhiri karir di PS Adhi Manggala Manado.

Kemudian Subagja melanjutkan hidupnya dengan bekerja sebagai pegawai di Perusahaan BUMN PT Adhi Karya. Hal ini membawa dirinya kembali berkecimpung dalam dunia sepak bola. Ketika ia ditugaskan di Sulawesi Utara, dengan ditunjuk sebagai Manajer Persma Manado dan Manajer PON di wilayah tersebut saat waktu luang.

“Waktu itu pelatih (Persma Manado) ada Benny Dollo, Rurry Nerre, Cuma (jadi manajer) gak full karena saya ada pekerjaan di Sulawesi Utara, tapi di sela-sela istirahat—dari pekerjaan, saya menemukan Firman Utina, saat itu ia masih berusia 14 tahun, potensinya bagus walau posturnya kecil tapi semangatnya luar biasa,” ujar Subagja ketika ditemui di acara Forum Diskusi BOLA dengan tema ”Bagaimana Merawat Baka-Bakat Muda Pesepak Bola” pada Selasa (21/11).

Lama tak bertemu Firman, karena sibuk bekerja kemudian Subagja bertemu lagi dengannya, namun saat itu Firman malah bukan bermain bola, tetapi bekerja sebagai pencuci mobil.

“Ketemu Firman saat sedang cuci mobil, saya bicara sama firman ‘nak setahu bapak waktu itu latihan bola kok jadi nyuci mobil?’ lalu Firman menjawab ‘iya pak, saya harus nyuci mobil untuk membantu orang tua saya sehari-harinya untuk menghidupi saya, tapi saya mau jadi pemain nasional’,” kenang Subagja.

Dari situ, Subagja pun merasa memilik tanggung jawab secara moril ia pun kemudian mendididik dan menyekolahkan Firman. Bahkan ia berusaha meyakinkan pelatih PON bahwa Firman itu memiliki kemampuan yang luar biasa.

“Ketika saya jadi manajer PON, saya masukan Firman Utina meski saya tau Firman posturnya kecil, karena dia semangat luar biasa pengen jadi Kurniawan. Akhirnya alhamdulilah, kita kawal dari titik awal dan menjadi pemain profesional dan alhamdulilah berguna bagi Indonesia dan menjadi kapten tim nasional,” ujarnya.

Subagja Suihan (Sportku)

diskusi-tentang-bakat-muda-853919e50faefdf.JPG

Baca juga
Upaya AFC Lawan Mafia Bola

Hal serupa juga terjadi saat ia menemukan Egy. Saat itu Subagja tengah ditugaskan untuk bekerja di wilayah Medan. Dari waktu senggangnya itu, ia menemukan pemain yang berjuluk Si Kelok 9 yang dianggapnya memiliki kemampuan istimewa.

“Atas alasan pekerjaan, saya pun berpindah lagi, dari Sulawesi Utara saya bertugas ke Medan. Ketemu lagi dengan masalah yang sama, ketemu si Egy, usia 10 atau 11 tahun waktu itu,’ katanya.

Menurut Subagja, Egy dan Firman memiliki masalah yang sama. Mereka lahir dari keluarga tidak mampu, namun memiliki rasa optimis dan kemampuan yang di atas rata-rata.

“Egy dan Firman sebenarnya punya masalah yang sama, keterbatasan ekonomi tapi memiliki keyakinan untuk meyakinkan orang bahwa dia berbeda, kalo Firman diyakinkan kepada pelatih untuk dimasukan kedalam skuad PON, tapi kalo Egy itu meyakinkan orang tuanya bahwa saya ingin membina Egy tanpa orang tuanya mengeluarkan sedikitpun biaya,” ungkapnya.

Pesan bagi Indonesia

Subagja sendiri mengaku bahwa Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sangat luas dan banyak memiliki pemain muda berpotensi. Bahkan selama ia bekerja dari satu wilayah ke wilayah lain selalu berhasil menemukan talenta pesepak bola yang luar biasa.

“Saya melihat banyak potensi-potensi terutama di usia dini atau usia muda, dan alhamduliah dari tahun 90, saya walau sesibuk apapun karena ini mungkin hobi, saya banyak melihat pemain muda bagus," ungkapnya.

Menurut Subagja, banyaknya pemain muda bertalenta yang akhirnya gagal berkembang atau berhenti bermain bola lantaran tidak adanya kepedulian, sehingga dibutuhkan pendamping atau orang yang mengawal bagi pemain dari nol sampai menjadi pemain profesional.

“Dalam mengawal pemain usia dini jangan setengah-setengah, sampai tuntas, sampai jadi pemain profesional, sampi disitu baru tugas kita selesai. Orang tua Egy bilang ‘selama Egy sama saya, dia bukan anak kamu, itu anak saya. Tapi kalo Egy sudah masuk TV, sudah masuk timnas sudah jadi pemain profesional, baru saya akan kembalikan ke kalian’,” katanya.

Baca juga
Achilles Radial Kuasai Sentul Drag Race Seri 3 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Achilles-Corsa Suntik Dana Arema

Achilles-Corsa Suntik Dana Arema

FOOTBALL
Sepinya Manuver Transfer Juventus

Sepinya Manuver Transfer Juventus

FOOTBALL
Madura United Pesta Gol

Madura United Pesta Gol

FOOTBALL
Tim Kalteng Imbangi Barito

Tim Kalteng Imbangi Barito

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company