Skandal Pengaturan Skor Warnai Bola Basket Nasional

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Ibl Official Logo | Editor: Andi Wahyudi | 23 November 2017

SPORTKU.COM

Kabar tak sedap muncul dari cabang olahraga bola basket. Tercatat 9 orang terlibat pengaturan skor di ajang IBL 2016/2017 lalu.

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), selaku otoritas tertinggi bola basket di Indonesia merilis surat bernomor 508/XI/PP/2017 tertanggal 21 Niovember 2017, perihal pemberitahun surat keputusan sanksi kepada pengurus provinsi (pengprov).

Adapun isi surat itu berisi 9 nama yang secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran indisipliner dengan melakukan Pengaturan Skor (Match Fixing) dan mereka pun dihukum untuk tidak dapat mengikuti seluruh kegiatan bola basket di seluruh Indonesia.

Adapun ke-9 nama itu adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo, dan Zulhilmi Fatturohman. Kesemuanya adalah pemain JNE Siliwangi Bandung.

Adapun durasi hukuman yang diberikan oleh Perbasi berbeda-beda. Misalnya Ferdinand menjadi pebasket yang hukumannya paling berat dengan lima tahun, kemudian Tri, Gian, Haritsa, dan Untung diganjar hukuman empat tahun.

Nama seperti Fredy, Vinton, dan Robertus dihukum tiga tahun, sementara mendapatkan hukuman paling ringan, yakni dua tahun larangan berkecimpung di dunia basket di Indonesia.


Baca juga
Aoki, Lawan Terakhir Ben Askren

Senada dengan Perbasi, Manajemen Liga Bola Basket Indonesia (IBL) pun memberikan sanksi kepada 9 orang tersebut. Bahkan sanksi mereka lebih kejam dengan melarang kesemua pelaku pengaturan skor itu untuk bermain di IBL seumur hidup.

"Hukuman ini harus diberikan karena mereka melakukan tindakan yang tak bisa ditolerir," kata Direktur IBL, Hasan Gozali sepeti dikutip dari situs resmi IBL, Rabu (21/11).

Skorsing yang diberikan oleh IBL sendiri sesuai dengan peraturan pelaksanaan liga dalam bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi "Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup".

Dengan demikian, bila nantinya ada pemain, pemain asing, pelatih, tim official, pemilik klub, dan
wasit lain yang terlibat, IBL akan juga akan memberikan sanksi tegas terhadap mereka. Hukuman berat memang diberikan oleh IBL agar dalam musim musim berikutnya hal serupa tidak lagi terjadi .

"Siapa pun yang terbukti melanggar akan terkena hukuman termasuk pemain asing, wasit hingga pemilik klub", tegas Hasan.

"Sportivitas adalah bagian terpenting dalam olah raga, termasuk bola basket. IBL akan selalu menjaga prinsip ini," sambungnya.

Baca juga
Ini Motivasi Alinka Duet Bareng Haridarma Manoppo

  • facebook share

RELATED NEWS

Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia

Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia

BASKETBALL
Indonesia Tuan Rumah Pildun Basket?

Indonesia Tuan Rumah Pildun Basket?

BASKETBALL
Honda DBL Cari Pebasket Muda

Honda DBL Cari Pebasket Muda

UNIVERSITAS & SMA
IBL akan Terapkan Salary Cap

IBL akan Terapkan Salary Cap

BASKETBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company