Chris Froome Dipastikan Bersaing di Giro d'Italia 2018

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Cyclingweekly | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Cyclingweekly | 30 November 2017

Froome Dipastikan Bersaing di Giro

SPORTKU.COM

Chris Froome telah memastikan diri untuk berlomba di Giro d'Italia pada tahun 2018.

Chris Froome tampakanya ingin menjadi pembalap pertama dalam 20 tahun yang mampu memenangkan Giro dan Tour di tahun yang sama, dan pebalap pertama sejak 1982 yang meraih semua tiga Grand Tours pada waktu bersamaan.

Froome yang tahun ini berhasil menjadi juara Tour de France dan Vuelta España akan berbaris pada individual time trial di Yerusalem pada bulan Mei mendatang dalam upayanya untuk menjadi juara di Giro d'Italia dua kali, sejak 2011.

Rute ini kemungkinan akan cocok dengan Froome, dengan dua TT yang berjarak lebih dari 40km. Sementara, Tour de France telah mengurangi jumlah waktu yang diujicobakan untuk rute tahun 2018.

Baca juga:
DEVIATE CYCLES CIPTAKAN E-MTB ENDURO

Dana untuk menutupi biaya penampilan Froome diperkirakan datang dari tuan rumah Big Start (Israel) daripada pihak penyelenggara. Seorang sumber menyatakan bahwa Israel membayar € 10 juta (sekitar Rp 157 milyar) untuk menjadi tuan rumah Giro dan € 2 juta (sekitar Rp 31,4 milyar) untuk Froome. Silvan Adams, kepala organisasi lokal di Israel, disebut-sebut menjadi tokoh yang berada di belakang penampilan Froome - nama bintang terbesar sejak Bradley Wiggins pada tahun 2013 yang sukses memberi kemenangan Tour pertamanya untuk Inggris.

Jika Froome memenangkan Giro d'Italia 2018 dan melanjutkan kemenangannya di Tour de France pada bulan Juli mendatang, maka dia akan menjadi pebalap pertama, sejak Marco Pantani yang memenangkan dua balapan 3 minggu yang paling bergengsi pada tahun yang sama, pada tahun 1998.

Namun tantangan untuk memenangkan kedua balapan di tahun yang sama bukan perkara yang mudah. Baru-baru ini, Nairo Quintana menempati posisi kedua di Giro d'Italia 2017, namun berjuang di Tour, hingga akhirnya finis di urutan ke-12.

Bila Chris Froome berhasil meraih jersey pink di Roma nantinya, artinya dia akan memenangkan tiga seri Grand Tour pada saat yang bersamaan. Hal itu juga akan menjadi yang ketiga kalinya yang berhasil dilakukan dalam sejarah, setelah Bernard Hinault, yang berhasil meraih prestasi yang sama saat memenangkan Vuelta a España tahun 1983, dan Eddy Merckx, yang memenangkan empat GrandTour berturut-turut pada tahun 1972 dan 1973.

Baca juga:
WAHYU AJI BERPELUANG JUARA UMUM ARRC 2017

Chris Froome (Team Sky) saat berlomba di Vuelta

froome-ingin-ikuti-kejuaraan-4415468c2af9d5f.jpg

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Chris Froome Terindikasi Doping

Chris Froome Terindikasi Doping

RIDER
Pelopor Balap Sepeda Wanita (2)

Pelopor Balap Sepeda Wanita (2)

RIDER
Pelopor Balap Sepeda Wanita (1)

Pelopor Balap Sepeda Wanita (1)

RIDER
Pinot Tergoda Giro dan Tour

Pinot Tergoda Giro dan Tour

RIDER

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company