Honda Jazz Speed Challenge Bakal Jadi Kejurnas?

Text : Dedi Hermawan | 30 November 2017

HJSC jadi Kejurnas?

SPORTKU.COM

Honda Jazz Speed Challenge telah 12 tahun mewarnai dunia balap Indonesia. Mungkinkah gelaran ini menjadi event Kejuaraan Nasional?

Tidak sedikit yang melihat ajang Honda Jazz Speed Challenge hanya sekadar 'marketing tools' untuk mendukung penjualan Honda Jazz di Indonesia. Maklum ajang ini diluncurkan tak lama setelah PT Honda Prospect Motor (HPM), Agen Pemegang Merek (APM) Honda di Indonesia, merilis pertama kali Honda Jazz pada awal 2004. Mobil hatchback itu ternyata mendapat animo luarbiasa, ia langsung menyumbang angka penjualan tertinggi bagi HPM ketika itu. Tak heran jika setahun kemudian HPM berani meluncurkan mobil berkapasitas 1.500cc ini dengan mesin yang lebih cangih. Jika pada debutnya mengandalkan mesin i-DSI, pada 2005 Honda Jazz sudah dibekali mesin i-VTEC. 

Dengan mesin anyar itu Honda Jazz tampak lebih sporty dan enak dibawa ngebut. Tak heran pula jika di masa itu tidak sedikit yang melihat Honda Jazz hadir arena balap liar.

Menurut Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM), salah satu tujuan Honda Jazz Speed Challenge memang untuk mewadahi anak-anak muda yang doyan ngebut. “Daripada balap liar di jalanan, lebih baik balapan di sirkuit,” begitu ucap Jonfis kepada SPORTKU. 

Sebetulnya, sebelum Honda Jazz Speed Challenge ada, Honda telah menunjukkan performanya pada ajang balap turing lewat Honda City. Ketika itu Alvin Bahar yang menjadi pebalap andalan Honda Racing Indonesia. “Setelah Alvin sering juara, kita mulai berpikir kenapa tidak kita buat ajang balap Honda saja. Toh, Honda itu punya gen balapan, kami juga suka balapan. Akhirnya muncullah Honda Jazz Speed Challenge ini, ” cerita Jonfis. 

Jonfis tak menampik bahwa untuk menghelat gelaran balap membutuhkan komitmen yang tinggi. “Sedari awal kami menyadari bahwa untuk menggelar ajang balap harus punya komitmen, nafasnya harus panjang,” ucap Jonfis. Bahkan HPM kemudian menambah lagi satu one make race yaitu Honda Brio Speed Challenge yang sudah memasuki tahun ke-5. 

Nafas panjang. Mungkin hal itulah yang tidak dimilki oleh Agen Pemilik Merek (APM) mobil lain di Indonesia yang sempat mengelar ajang one make race. Kebanyakan, balapan satu merek yang digelar APM lain hanya berjalan satu hingga dua tahun, tidak ada yang lebih dari 5 tahun. 

Menurut Jonfis, meski Honda Jazz Speed Challenge sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, bukan berarti menjalankan ajang itu jadi lebih mulus. “Tiap tahun selalu ada yang harus kita hadapi untuk dibenahi. Intinya, kami selalu melakukan pengembangan agar balapan ini tetap menarik dan diminati pebalap.”

 

Aksi pebalap di Honda Jazz Speed Challenge 2017honda-jazz-brio-speed-challenge-65417668aa21329.jpg

Dari tahun ke tahun Honda Jazz Challenge (HJSC) menjadi daya tarik bagi penghobi ngebut untuk mencoba dunia balap yang sesunguhnya, termasuk para pebalap gokart yang ingin melanjutkan ke balap turing. Belasan pebalap mengisi line-up starter di tiap event-nya. Tahun ini ada 17 pebalap yang berlomba di HJSC, terbagi atas Promotion Class, Rising Star dan Master. 

“HJSC memang cukup diminati,” ucap Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia yang juga pelaksana kejuaraan balap ini. Menurut Alvin, ada beberapa hal yang membuat balapan ini banyak penggemarnya. Faktor biaya yang relatif terjangkau adalah salah satunya. “Jika dibandingkan balapan lain, HJSC relatif lebih terjangkau. Pemilik tidak perlu banyak mengganti part untuk balapan,” ucap Alvin.

Secara regulasi, ajang ini memang melakukan pembatasan dalam pengembangan kendaraan. Penambahan yang dibutuhkan lebih ke safety equipment seperti roll-bar dan seat belt. Sementara untuk performa, perlu penggantian shock absorber dan tuning mesin. “Kami memang menghindari penambahan performa lewat part-part yang dapat membuat biaya balapan menjadi tinggi. Di HJSC, kami ingin skill balap yang lebih berperan,” ujar Alvin.

Selain lebih terjangkau, menurut Alvin konsistensi juga yang menjadi daya tarik ajang ini. “HJSC menjadi balapan yang konsisten keberadaannya. Sudah 12 tahun, itu jadi bukti,” paparnya. “Pebalap juga akan berhitung, jika dia mengeluarkan biaya besar untuk balapan tapi kemudian hanya bisa dipakai untuk 1 musim balap, kan sayang.”

Alvin juga tak menampik bahwa daya tarik HJSC juga terletak pada banyaknya jenis balapan yang bisa diikuti dengan mobil Honda Jazz. “Selain HJSC, mereka juga bisa ikut ITCC. Jadi, satu mobil bisa untuk beberapa kejuaraan."         

Jonfis dan Alvin menyadari bahwa HJSC harus terus berkembang. Mereka berdua mengaku berkomitmen untuk menjalankan HJSC dengan konsisten dan terus berperan dalam perkembangan dunia balap di Indonesia. 

HJSC jadi Kejurnas? 

HJSC sudah menunjukkan konsistensinya. Pun sudah menjadi salah satu pilihan pemula untuk terjun ke dunia balap. Mungkin bisa juga disebut sebagai salah satu balapan terbaik di tanah air.  Tapi, status gelaran ini masih event club, bukan kejuaraan dengan skala yang dapat menjadi barometer dunia balap Indonesia. 

Ketika ditanya apakah HJSC siap jika mendapat titel yang lebih tinggi yaitu sebagai Kejuaraan Nasional? Alvin maupun Jonfis menyambutnya dengan positif.

“Gak ada masalah, kami siap kok,” cetus Alvin. Bagi Alvin, keberadaan HJSC yang konsisten selama 12 tahun bisa jadi bukti komitmen dalam penyelenggaraan balap nasonal. “Kejurnas itu kan harus konsisten. Tidak bisa tahun ini ada, tahun berikutnya hilang. Dan kami sudah memberi bukti.”

Jonfis Fandy juga menuturkan hal senada. Bahkan menurut Jonfis, hal itu dapat memberi semangat bagi penyelenggara untuk mengemas HJSC lebih menarik lagi. “Selama ini kami konsisten menjalankan kejuaraan ini, kalau kemudian ada yang memberi apresiasi dan melihat bahwa HJSC layak menjadi Kejurnas ya kami senang sekali, itu juga bisa memberi semangat baru baik bagi penyelenggara maupun peserta,” ucap Jonfis.  

Di satu sisi, Ikatan Motor Indonesia, sebagai badan regulator penyelenggaraan balap, juga membuka kemungkinan jika HJSC ditingkatkan statusnya menjadi Kejuaraan Nasional. 

“HJSC mungkin saja jadi Kejurnas,” ucap Jeffrey JP, Sekjen PP IMI. “Tapi harus ada pembahasan bersama dari sisi supporting ATPM, logistik, teknik/safety, komersial, dan komunitas.”

Menurut Jeffrey, IMI sendiri mengapresiasi keberadaan gelaran yang sudah berlangsung 12 tahun tersebut. “IMI sangat mengapresiasi eksistensi dan kontribusi Honda Jazz Speed Challenge selama 12 tahun dalam Piramida Olahraga Mobil Indonesia,” ujar Jeffrey. “IMI pasti akan mendukung dan sekaligus mengharapkan agar HJSC tetap eksis sambil melakukan pengembangan kualitas dan kuantitas aktivitas tersebut ke depan demi kemajuan olahraga mobil di Indonesia,” papar Jeffrey lebih jauh.

Apresiasi positif juga ditunjukkan oleh Ketua Komisi Olahraga Mobil PP IMI Ananda Mikola. “Saya mengapresiasi Honda dengan HJSC-nya,” ujar Ananda Mikola. "Honda termasuk ‘gila’ karena konsisten menggelar event one make race tersebut. Produsen mobil lain belum tentu bisa seperti Honda. Dari pengalaman yang ada produsen mobil lain paling-paling 2-3 tahun saja bikin balapan. Habis itu hilang,” paparnya. “Kalau semuanya memungkinkan saya tak masalah untuk mendorong HJSC menjadi Kejurnas,” tutup Ananda.

Penyelenggara sudah siap, regulator juga membuka pintu. Apakah tahun depan kita akan melihat Honda Jazz Speed Challenge menjadi Kejuaraan Nasional? 

 

Baca juga:
Tips Sehat Ala Menpora Imam Nahrawi
5 Persamaan Rossi dan Lorenzo, Nomer 5 Bikin Galau

 

 

 

 

 

 

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Keuntungan Indonesia Melawan Islandia

Keuntungan Indonesia Melawan Islandia

TOPIC OF THE WEEK
Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Kesaktian City Musim Ini

Rahasia Kesaktian City Musim Ini

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company