Bersepeda dan Berwisata di Pulau Bangka

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | 2 December 2017

Bersepeda Plus di Pulau Bangka

SPORTKU.COM

Pulau Bangka ternyata tak hanya kaya akan timahnya. Pulau ini juga memiliki rangkaian lokasi menarik bagi wisatawan, termasuk penggemar MTB.

Pada sebuah akhir pekan di akhir November lalu, SPORTKU.com bersama dengan komunitas Bike Colony (Bico) Indonesia mencoba jalur MTB di pulau ini.

Mendengar nama Pulau Bangka memang identik dengan timah. Maklum saja, sejak zaman dahulu, pulau ini memang dikenal kaya akan mineral itu. Alhasil, sejak beberapa dekade lalu telah menjadi area pertambangan timah yang paling terbesar di Indonesia.

Perjalanan menuju Bangka dimulai dari Jakarta. Penerbangan ke Pangkalpinang di Pulau Bangka, dari Jakarta sendiri cukup menyenangkan. Sebab, durasi penerbangan bisa ditempuh langsung, tanpa transit, dengan durasi yang relatif singkat, hanya sekitar satu jam saja.

Selain itu, opsi maskapai penerbangan yang menuju Bangka juga cukup banyak, dimana hampir semua maskapai besar di tanah air melayani penerbangan ke sana. 

Baca juga:
MERCEDES-BENZ SPONSORI PIALA DUNIA MTB

Aktivitas bersepeda pada hari pertama diisi dengan bersepeda menuju salah satu lokasi yang menarik di sekitar kota Pangkalpinang, yakni jembatan emas. Jembatan ini cukup unik karena, selain ukurannya yang besar, jembatan ini dapat terangkat ketika kapal besar melewatinya.

Meski cuaca sore itu kurang bersahabat, rombongan tetap bersemangat untuk melakukan perjalanan. Dengan diiring hujan gerimis, rombongan bergerak dari pusat kota Pangkalpinang, dipandu oleh pesepeda dari komunitas sepeda setempat, Komunitas Sepeda Sehat. Rute yang dilalui adalah jalan raya. Meski demikian, kondisi lalu-lintas yang relatif sepi, membuat perjalanan terasa aman dan menyenangkan.

Lepas dari kawasan pelabuhan dan jalan mendatar yang panjang, rombongan pun tiba di Jembatan Emas. Yang menarik, saat tiba di sini, jembatan tengah terangkat dan lalu-lintas harus berhenti total. Momen tersebut dimanfaatkan oleh seluruh peserta untuk menikmati suasana sore di jembatan ini.

Setelah dirasa cukup, rombongan meninggalkan jembatan dan kembali ke penginapan. Jarak yang ditempuh hari ini menang tidak terlalu panjang, dimana hanya sekitar 28km. Tapi, hal itu sudah cukup sebagai “sesi perkenalan”, sebelum menempuh perjalanan berikutnya.

Hari berikutnya adalah puncak dari perjalanan ini. Hari ini, rombongan akan diajak bersepeda dengan menempuh jalur ke sebuah bukit yang dinamakan Giri Maya. Jalur ini merupakan jalur favorit penggemar MTB di Pangkalpinang karena lokasinya yang tidak terlalu jauh tapi memiliki karakter jalur yang menantang.

Usia santap pagi, rombongan pun langsung bergerak. Perjalanan diawali dengan menyusuri jalan raya di sekitar kota Pangkalpinang. Setelah beberapa kilometer, rombongan mulai memasuki jalur berbatu di kawasan pemukiman di pinggiran kota. Berbeda dengan sebelumnya, saat di sini, kami harus berjalan bergiliran karena jalur yang makin menyempit.

Memasuki kawasan perkebunan, lintasan makin berat. Hal itu disebabkan kondisi jalur yang berliku dan adanya beberapa tanjakan. Beberapa orang bahkan mulai terpaksa menuntun sepedanya. Jalur makin sempit dan terjal menjelang puncak bukit. Hampir semua rider menuntun sepedanya. Berat? Memang. Tapi tetap asyik!

Tak berapa lama kemudian, seluruh peserta akhirnya tiba di puncak bukit Giri Maya. Dari sini tampak panorama alam yang bentang luas, berupa kota Pangkalpinang dan perbukitan yang hijau. Momen ini pun tak luput diabadikan dengan kamera masing-masing.

Untuk diketahui, oleh warga maupun kalangan pesepeda di Pangkalpinang, bukit Giri Maya juga dikenal dengan Bukit Cinta. Pasalnya, bukit ini juga kerap dijumpai pasangan yang menikmati panorama alam sekitar.

Dari puncak bukit, lintasan menurun tajam dan berbatu. Kondisi tersebut memaksa hampir seluruh peserta perjalanan harus menuntun sepedanya sampai ke area yang aman. Selanjutnya, jalur yang kami lalui lebih bersahabat atau menurun. Pedal pun dapat dikayuh bebas untuk menembus jalur yang terbentang di perkebunan lada dan sayuran ini.

Berikutnya adalah kawasan perkebunan sawit. Di sini, jalur yang dilalui cenderung mendatar dan lebih lebar. Kami pun bisa memacu sepeda.

Beberapa ratus meter kemudian, rombangan kembali memasuki jalan raya. Meski kondisinya rata, kontur jalan ini ternyata masih naik-turun. Hal itu membuat napas sempat tersendat.

Lintasan yang kami lalui hari ini memang tidak terlalu panjang. Tapi hal itu memiliki nilai pertualangan tersendiri.

Perjalanan kali ini ternyata bukan melulu tentang bersepeda. Selain mencoba jalur sepeda, kami juga sempat diajak mengunjungi sejumlah lokasi wisata di yang ada di Pulau Timah ini.

Lokasi wisata yang sempat disinggahi meliputi museum timah dan pantai pasir padi di Kota Pangkalpinang dan Pantai Penyak serta Danau Kaolin yang unik di wilayah Bangka Tengah.

Tak lupa, kami juga sempat mencicipi nikmatnya kuliner khas Bangka, seperti Mie Koba dengan kuah ikannya yang lezat. 

Para peserta Gowes Bangka di puncak bukit Giri Maya

bico-trip-to-bangka-57664eba668de9b.jpg

Baca juga:
PSSI DORONG FUTSAL INDONESIA

  • facebook share

RELATED NEWS

Godziek Bergabung ke NS Bikes

Godziek Bergabung ke NS Bikes

FREERIDE & SLOPESTYLE
Rocky Mountain Lepas Ridernya

Rocky Mountain Lepas Ridernya

ENDURO
VoulVoul Racing Pastikan Tim 2018

VoulVoul Racing Pastikan Tim 2018

DOWNHILL
Devinci Diperkuat Oton dan Wright

Devinci Diperkuat Oton dan Wright

ENDURO

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company