Integritas Felipe Massa di Formula 1

Text : Andi Wahyudi | Photo / Video : Formula 1,Youtube, Youtube | 2 December 2017

Integritas Felipe Massa

SPORTKU.COM

Felipe Massa resmi pensiun dari Formula 1 usai GP Abu Dhabi 2017. Pecinta F1 kehilangan pebalap berintegritas tinggi.

Sejatinya, Massa sudah mengumumkan pengunduran dirinya di 2016. Namun manajemen Williams (tim tempat Massa berlabuh) meminta Massa menunda pensiunnya untuk satu musim. Bukan tanpa alasan Williams menahannya. Felipe Massa diminta Williams untuk berbagi pengalamannya kepada pebalap muda Williams, Lance Stroll, yang baru saja memulai debut F1. Lance memang digadang-gadang sebagai pebalap masa depan Williams, selain dukungan finansial orang tuanya yang luar biasa.

Tidak bisa dipungkiri jika Felipe Massa hadir dibawah bayang-bayang kehebatan pebalap legendaris Brazil, Ayrton Senna. Tapi Massa bukan Senna. Felipe Massa memang tidak pernah menjadi juara dunia F1 seperti pebalap Brazil lainnya - Emerson Fittipaldi, Nelson Piquet dan Ayrton Senna. Dia memiliki jalannya sendiri. Massa memiliki integritas yang membuat dunia F1 menjadi lebih berwarna.

Felipe Massa lahir di kota Sao Paulo, Brazil 25 April 1981. Massa memiliki darah Italia, sebab kakeknya adalah imigran yang berasal dari Cerignola, Italia. Sebagai kiblat sepak bola dunia, setiap anak di Brazil bermimpi bisa menjadi pesepak bola kelas dunia seperti Pele, Zico, atau Ronaldo.

Massa pun tak luput dari impian tersebut. Dia jatuh cinta dengan bola -Zico adalah idolanya- sayang postur tubuhnya yang kecil, membuat Massa harus memilih olahraga lain. Akhirnya, Massa mengayuh sepeda sebagai olahraga pilihannya. Kecintaannya pada kecepatan mulai tumbuh seiring kebiasaan Massa ngebut dengan sepedanya.

Nah, sepeda inilah yang kemudian membawa Massa mengenal dunia balap. Di usia 7 tahun, Massa bekerja sampingan menjadi pengantar pizza. Suatu ketika dirinya mendapat tugas mengantar pizza ke sirkuit Interlagos saat berlangsungnya GP Brazil. Massa pun kepincut dengan balapan jet darat tersebut.

Di usia 9 tahun, Massa berkenalan dengan gokart dan terus menekuninya. Tahun 1998, Massa terjun di Formula Chevrolet Brazil. Pada debutnya tersebut Massa masuk posisi 5 besar di akhir musim. Setahun berikutnya langsung masuk podium teratas bersama Team Master Card.

Tahun 2000, Massa naik ke jenjang yang lebih tinggi dengan mengikuti Formula Renault 2000 Eurocup dan Italy. Di dua race tersebut Massa menjadi kampiun dengan juara pertama. Tahun berikutnya, membalap di Euro Formula 3000, Euro Supertouring dan 24 Hours of Sicily. Di Euro Formula 3000, Massa lagi-lagi juara pertama. Namun di dua balapan lainnya, Massa babak belur.

Tahun 2002, Felipe Massa memasuki dunia F1 dengan bergabung bersama Red Bull Sauber Petronas dan menduduki peringkat 13 di akhir musim. Performa Massa ternyata ditaksir oleh Ferrari. Tahun 2003, Massa dikontrak sebagai test driver bagi Scuderia Ferrari Marlboro. Massa menjadi pebalap yang memberikan kontribusi besar bagi Ferrari sepanjang tahun tersebut. Tahun tersebut, pebalap Ferrari Michael Schumacher berhasil menjadi juara dunia F1 untuk ke-6 kalinya.

Felipe Massa saat berseragam Ferrari (Foto: Youtube)

felipe-massa-profil-infografis-47901df482f72d3.jpg

Namun Massa tetap ingin menjadi pebalap. Tahun 2004, Massa kembali lagi ke tim Red Bull Sauber Petronas dan berlomba selama dua musim. Tahun 2006, merupakan tahun yang penting dalam karir Felipe Massa. Suami Anna Raffaela Bassi ini resmi bergabung dengan Scuderia Ferrari dan menjadi tendem Michael Schumacher. Karirnya yang langsung bergabung ke tim elite F1 memang mengundang banyak perhatian. Massa menjawabnya dengan prestasi peringkat ketiga di akhir musim balap 2006.

Felipe Massa boleh jadi pebalap Brazil yang beruntung bisa bergabung dengan tim elite Ferrari selama 8 musim (2006-2013). Dia pernah mendampingi Michael Schumacher, Kimi Raikkonen dan Fernando Alonso di tim Kuda Jingkrak tersebut. Puncak prestasi Massa di Ferrari yaitu juara 2 F1 tahun 2008. Selebihnya, prestasi Massa tidak pernah lepas dari 10 besar. Kecuali tahun 2009 dimana Massa terpuruk di posisi 11. Itu lantaran dirinya mengalami insiden parah saat kualifikasi di GP Hongaria.

Tanggal 25 Juli 2009 menjadi hari yang tidak akan dilupakan Massa. Saat mengikuti kualifikasi, kepala pebalap Brazil ini terhantam pecahan suspensi yang mental dari mobil Ruben Barrichello. Pecahan metal yang terlempar dalam kecepatan tinggi itu menancap di kepala Massa yang membuatnya tidak sadarkan diri dan menghantam tembok pembatas. Insiden ini menjadi perhatian serius di dunia motorsport. Beruntung helm yang dikenakan Massa memiliki spesifikasi keamanan tinggi sehingga resiko fatal bisa dikurangi. Namun tetap saja membuat Massa harus berhenti total dari 7 balapan yang tersisa di musim 2009.

Yang luar biasa, di musim berikutnya, Massa kembali tampil full series di F1. Penganut Katolik Roma ini juga sempat berseteru dengan Lewis Hamilton di GP Singapura 2011. Di laga tersebut, sempat terjadi duel seru yang berujung insiden benturan keduanya. Hamilton berusaha keras menyalip Massa. Namun gaya Hamilton yang agresif membuat Massa memberikan perlawanan yang tidak kalah keras. Ujungnya, front wing Hamilton menghantam ban belakang Massa. Di akhir lomba, Hamilton finish ke-5 dan Massa di posisi ke-9.

Insiden senggolan Massa vs Hamilton di GP Singapura 2011 (Foto: Youtube)

felipe-massa-profil-infografis-77544fad497cdcc.jpg

Panasnya persaingan Hamilton dan Massa terbawa usai lomba. Saat Hamilton diwawancara oleh stasiun TV, Massa mendatangi Hamilton dan menepuk bahu Hamilton dengan keras sambil mengucapkan, "Good job, man, well done!" seraya mengacungkan jempol ke Hamilton dan meninggalkannya. Hamilton meresponnya, "Don't touch me, man!"

Perilaku Massa tersebut sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan F1. Sarkasme ala Massa, menjadi buah bibir dan viral di kalangan warganet. Hamilton pun mendapatkan sorotan atas gaya agressive driving-nya. Memang, sejak kualifikasi Massa sempat melontarkan kritikan terhadap gaya mengemudi Hamilton yang terlalu agresif. "Dia menghancurkan balapan saya. Saya sudah berusaha berbicara dengannya tapi dia tidak mendengarkan. Mungkin ayahnya harus melakukan sesuatu padanya," ujar Massa ketus.

Namun siapa sangka, justru Hamiltonlah yang merangkul Massa di penghujung karirnya. Usai balap di GP Abu Dhabi, saat melakukan victory lap atas kemenangan Mercedes di musim ini, Massa juga berkesempatan bergabung dengan duet Mercedes, Lewis Hamilton dan Valterri Bottas (mantan rekan setimnya di Williams). Ketiganya melakukan aksi "donut" sebagai ungkapan kegembiraan. Ketiganya lalu berhenti di garis finish. Hamilton turun dari mobilnya, menghampiri dan merangkul Massa yang menyatakan pensiun dari F1. Sebuah pemandangan yang penuh makna. Jutaan pecinta F1 menyaksikan dengan penuh haru.

Felipe Massa pun mengakhiri karirnya di tim Williams, persis seperti mendiang Ayrton Senna yang juga mengakhiri karirnya di tim Williams.

"I want to have fun. Nothing to lose -risk everything and don't care!" (Felipe Massa)

felipe-massa-profil-infografis-16791eafec126f2.jpg

  • facebook share

RELATED NEWS

Keuntungan Indonesia Melawan Islandia

Keuntungan Indonesia Melawan Islandia

TOPIC OF THE WEEK
Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Kesaktian City Musim Ini

Rahasia Kesaktian City Musim Ini

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company