Menimbang Kelayakan Gennaro Gattuso Latih AC Milan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sport Ilustrated | Editor: Dedi Hermawan | 3 December 2017

SPORTKU.COM

Gennaro Gattuso ditunjuk menjadi pelatih baru AC Milan. Akankah dirinya mampu membawa klub tersebut untuk bangkit dan berprestasi?

AC Milan secara resmi memperkenalkan Gennaro Gattuso sebagai pelatih baru mereka pada Rabu (27/11). Ia ditunjuk sebagai suksesor dari Vincenzo Montella yang dipecat atas serangkaian hasil buruk yang menimpa klub sejauh ini.

Penunjukan Gattuso sebagai manajer teranyar Milan sendiri pun banyak menimbulkan kontra ketimbang yang pro. Pasalnya, pemain yang dianggap sebagai salah satu legenda klub itu dianggap tidak layak lantaran kiprahnya sebagai pelatih yang dianggap tak lebih baik dari Montella.

Memang saat sebagai pemain, Gattuso merupakan gelandang bertahan yang aggresif. Aksinya dalam memutus bola serangan lawan dapat dikatakan luar biasa kendati dia sering kali dianggap bermain kotor dan tak jarang berseteru dengan lawannya ketika berebut bola.

Hal inilah yang membuat Gattuso sukses selama 13 tahun tak tergantikan di Milan. Pria yang kini menginjak usia 39 tahun itu pun ikut andil bagi Rossoneri meraih banyak gelar, termasuk dua gelar Serie A dan dua gelar Liga Champions.

Namun, ketika pensiun dan memilih karir sebagai pelatih, belum ada catatan baik yang didapat oleh pemain yang pernah memperkuat Galsgow Rangers itu, bahkan yang muncul ke permukaan adalah kegagalan dan sikap kontroversinya.

Baca juga
5 Fakta Menarik Formula E

Miliki Reputasi sebagai Pelatih Gagal

Gattuso sendiri tercatat pertama kali pelatih adalah ketika menukangi klub asal Swiss, Sion pada tahun 2013. Di klub tersebut, ia bertugas sebagai player-manager. Total 12 laga ia jalani debutnya sebagai pelatih dengan torehan tiga kali menang, empat imbang, dan lima kali kalah. Selain itu jumlah kebobolan lebih banyak, yakni 15 gol ketimbang jumlah gol masuk hanya 10 saja.

Meski hanya memiliki win rate sebesar 25 persen. Namun Manajemen Palermo menawarinya pekerjaan untuk membawa klub tersebut kembali ke Serie A pada musim 2013/2014. Namun, ia hanya melatih sebanyak 6 laga di Serie B dan kemduian dipecat.

Ada kisah unik ketika Gattuso melatih Palermo. Ia dianggap sebagai pelatih yang galak dan tak segan menendang pemainnya yang melakukan gerakan tak sesuai dengan instruksinya. Kisah tersebut keluar dari mulut pemain andalan Juventus, Paulo Dybala yang pernah memperkuat Palermo.

"Gattuso membantuku berkembang pesat karena dia salah satu dari orang yang mau menendangku," ujar Dybala seperti dikutip dari Bleacher Football.

"Suatu hari dalam latihan, Gattuso menendangku cuma untuk mengajari bagaimana untuk mempertahankan diri," sambungnya.

Setahun menganggur, Gattuso dipinang oleh klub asal Yunani, OFI Crete, tepatnya pada 5 Juni 2014. Namun, ia sendiri hanya 6 bulan berada di klub tersebut. Pria yang sukses memenangkan Piala Dunia ketika membela Timnas Italia pada tahun 2006 lalu itu berdalih bahwa keputusannya mundur adalah lantaran kondisi keuangan klub yang buruk.

Namun, bila menilik dari hasil pertandingan yang dimanajeri oleh Gattuso, rasanya alasan dirinya pergi adalah hasil buruk yang ia lakoni di klub tersbeut dengan hanya memenangkan lima laga dari 17 laga yang dijalani.
Kisah unik yang dicatat oleh Gattuso selama di Yunani adalah bahwa dirinya sempat mendeklarasikan diri tidak akan kemana-mana dengan bertahan di klub selama mungkin. Tapi janji tetaplah janji, Gattuso pun pergi.

<center> <iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/7clSlIXxBZo?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></center>

Gagal dalam melatih OFI Crete, Gattuso mencoba peruntungan dengan kembali ke Italia dengan menjadi pelatih Pisa pada tahun 2015. Namun, pria yang dikenal dengan nomor punggung angka 8 ini justru membawa klub terseb ut degradasi dari Serie B ke Serie C.

Atas dasar inilah, banyak yang menganggap bahwa Gattuso bukanlah pelatih jempolan, malah ia masuk dalam kategori pelatih gagal menilik dari kiprahnya di empat klub berbeda itu.

Baca juga
Duo Bhayangkara Gabung Selangor

Perjudian ala AC Milan

Penunjukan Gattuso sebagai manajer Milan dapat dikatakan sebagai ajang perjudian klub. Memang, usai melatih Pisa, pria berzodiak capricorn itu sempat menukangi tim primavera milik Rossoneri dimana prestasinya cukup lumayan dengan sukses membawa tim tersebut duduk di posisi ketiga di klasemen sementara dengan poin 19 dari enam kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.

Barangkali alam pikiran manajemen Milan menunjuk Gattuso dengan maksud bahwa dirinya bisa menyerupai kiprah Antonio Conte yang sukses menjuarai Serie A ketika ditunjuk menjadi pelatih mantan klubnya, Juventus.

Namun, bila hanya didasari hal tersebut, maka ditakutkan bahwa Gattuso akan bernasib sama dengan Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, dan Christian Brocchi. Ketiga Legenda Milan yang sebelumnya juga diberikan kesempatan untuk melatih, terbukti gagal membawa klub meraih kejayaan kembali.

Meski banyak yang menentang, namun ada baiknya bila semua memberikan kesempatan bagi Gattuso untuk membuktikan kualitasnya. Barangkali, sosok seperti dirinyalah yang dibutuhkan Milan dalam menghadapi krisis saat ini. Tentunya, menarik untuk ditunggu apakah dirinya bisa menghapus keraguan banyak orang atau tidak.

Baca juga
Jokowi Resmikan Empat Venue Asian Games 2018

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Kontroversi Main di Luar Negeri

Kontroversi Main di Luar Negeri

FOOTBALL
Kata Aji Santoso Soal Persela

Kata Aji Santoso Soal Persela

FOOTBALL
Buffon Raih Penghargaan

Buffon Raih Penghargaan

FOOTBALL
Kumpulan Model Rambut Paul Pogba

Kumpulan Model Rambut Paul Pogba

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company