Pembinaan Pemain Muda di Mata Indra Sjafri

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 5 December 2017

Indra Sajfri Soal Pemain Muda

SPORTKU.COM

Indra Sjafri mengaku bahwa dirinya belum bisa dikatakan memiliki mata elang kendati sudah mengorbitkan banyak pemain muda. Mengapa?

Indra Sjafri yang hadir sebagai salah satu pembicara di acara UC Bola Remaja di Gor Soemantri, Jakarta, mengaku bahwa dirinya belum bisa dikatakan punya mata elang dalam hal pembinaan sepak bola usia muda.

Pasalnya, mantan pelatih Bali United itu mengatakan bahwa masih banyak margin error. Artinya, pencarian pemain berbakat di Indonesia yang akan digunakan sebagai pemain tim nasional belum dapat dikatakan maksimal.

Indra sendiri mengaku berterima kasih kepada pelatih seperti Sani Tawainella. Pelatih asal Maluku yang sukses menelurkan bibit pemain muda di Indonesia seperti Rizky Pellu, Alvin Tuasalamony, dan Hendra Bayauw yang menjadi andalan bagi Timnas Indonesia.

Sani sendiri hadir di acara ini sebgai pelatih perwakilan dari 11 anak Tulehu yang akan mengikuti pelatihan sepak bola secara intensif bersama Jacksen F Tiago, Bambang Pamungkas, dan Rifad Marasabessy.

“Saya mau berikan penghormatan khusus kepada coach Sani, kenapa? Karena tanpa pelatih seperti coach Sani, kita disini gak akan bisa sukses. Terima kasih coach Sani karena sudah berbuat banyak di sepak bola usai dini, karena kalo gak ada orang-orang seperti beliau, kalo kita ini kan penikmat, sedangkan Sani ini adalah pejuang sepak bola, yang real pejuang,” puji Indra.

Indra sendiri mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak UC Browser dan UC News yang tealh berinisiatif mengadakan acarapelatihan sepak bola bagi anak-anak yang berasal dari Tulehu, Maluku.

“Terima kasih Mr Damon dari UC News yang telah berinisiasi untuk melakukan kegiatan walaupun khusus baru Tulehu, karena pemain sepak bola itu Sabang-Marauke itu banyak sekali. Sesuai dengan janji Tuhan bahwa dia meletakan potensi itu di mana dia suka, karena Tuhan gak bilang kalo pemain bagus itu hanya ada di Jakarta,” ungkapnya.

Indra Sjafri sendiri mengatakan bahwa di era serba teknologi saat ini, untuk menilai seorang pemain sudah tak lagi mengandalkan intuisi. Lebih lanjut, ia mengaku tak begitu bangga mendapatkan julukan mata elang lantaran kepandaiannya dalam menemukan pemain muda berbakat.

“Butuh proses untuk melihatnya, dan kompetisi itu harus, tidak hanya berskala nasional, tetapi juga regional diperbanyak. Saya sudah sampaikan kepada PSSI bahwa kompetisi regional harus diperbanyak, jangan sampai setiap tahun itu kompetisi nasional. Habis duit nanti, gak sanggup orang daerah,” kata Indra.

Baca juga
Lima Pelatih Tenar yang Menganggur

Sani Tawainella 

indra-sjafri-sportku-pariyono--12847652d129d8c.JPG

“Siklusnya kita bikin mirip dengan FIFA, AFC dan AFF, tahun ganji kita regional, tahun genap itu nasional. Nah di tahun genap itu kemudian pelatih nasional itu memantau,” sambungnya.

Mantan pegawai Kantor Pos ini mengaku bahwa upayanya dalam mencari pemain dengan cara berkeliling seperti sebelumnya merupakan usaha yang tidak adil, bahkan ia menganggap bahwa cara tersebut memiliki tingkat error yang tinggi.

“Gak valid, jadi dari sekian pemain, lebih dari separuh itu error, setelah kita lakukan seleksi secara detail, mulai dari tes fisik, tes psikotes, tes kesehatan dll. Jadi dari kompetisi, kita bisa lihat konsistensi apakah pemain itu bagus atau tidak,” tegas Indra.

Menurutnya, sukses tidaknya sebuah pembinaan usia muda, itu tergantung hasil dari kesuksesan Timnas Indonesia senior, bukan di usia muda karena masih tahap pengembangan skill.

“Kalau kita bicara development, tujuan akhir atau sukses itu adalah menyiapkan generasi baru pesepakbola Indonesia untuk tim senior. Generasi baru yang lebih berkualitas yang kita siapkan lewat pembinaan usia muda,” katanya.

“Jadi suskes itu bukan juara di tim usia muda, tetapi bagaimana sukses menyiapkan individu-individu pemain yang berkualitas untuk tim senior,” sambungnya.

Indra sendiri berharap ajang yang digelar oleh UC News bisa dilakukan di lokasi lain dan juga dilakukan setiap tahunnya alias rutin.

“Saya berharap UC News tidak hanya di Tulehu, tidak hanya tahun ini, tepati setiap tahun, mudah-mudahan bisa menghadirkan minimal kegiatan untuk di daerah-daerah yang minim dengan sponsor dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga
9 Tip Jitu Balapan XC di Lintasan Basah

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 5 December 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Bakti Dinamo Zagreb untuk Kroasia

Bakti Dinamo Zagreb untuk Kroasia

WORLD CUP
Ini Kapten Baru Manchester United

Ini Kapten Baru Manchester United

FOOTBALL
Rodriguez Diklaim Bertahan di Munchen

Rodriguez Diklaim Bertahan di Munchen

FOOTBALL
Tottenham Perpanjang Kontrak Winger Argentina

Tottenham Perpanjang Kontrak Winger Argentina

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company