Mengenal Roberto Carlos Mario Gomez, Pelatih Baru Persib Bandung

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Facebook | Editor: Andi Wahyudi | 6 December 2017

SPORTKU.COM

Persib menunjuk Roberto Carlos Mario Gomez sebagai nahkoda tim di Liga 1 musim 2018. Siapa sosok pelatih ini sebenarnya?

Persib menutup bulan November 2017 dengan perekrutan pelatih baru asal Argentina bernama Roberto Carlos Mario Gomez. Sebelumnya, tim berjuluk Maung Bandung itu dianggap terlalu santai dalam menghadapi musim Liga 1 2018 mendatang.

Pasalnya, di musim Liga 1 2017 lalu, prestasi Persib dapat dikatakan buruk. Mereka hanya menempati urutan ke-13 di klasemen akhir. Padahal, sebagaimana yang diketahui bersama bahwa tim asal Bandung ini begitu jor-joran dalam mendatangkan pemain, bahkan dua pemain Marque Player pun direkrut, yakni Michael Essien dan Carlton Cole.

Kehadiran Mario Gomez di Persib seolah-olah menghidupkan asa bagi Viking—julukan penggemar Persib—untuk berharap agar pelatih asing tersebut bisa membawa tim yang didukungnya itu kembali di segani di ajang tertinggi sepak bola Indonesia.

Namun, keraguan juga hadir lantaran sepanjang sejarah klub, Persib kerap tak cocok dengan pelatih asing. Di Era tahun 2000-an hingga kini, tercatat tim ini memiliki pelatih asing sebanyak 6 pelatih merupakan pelatih asing mulai dari Juan Antonio Paez, Arcan Iurie, Daniel Darko Jankovic, Jovo Cuckovic, Drafo Mamic, dan Dejan Antonic.

Namun dari ke-6 pelatih yang disebutkan di atas, tak ada satu pun yang benar-benar bisa mengangkat Persib untuk berprestasi.

Untuk menjawab keraguan soal Mario Gomez, SPORTKU coba mengulas masa lalu pelatih yang kini menginjak usia 60 tahun.

Karir Pemain Singkat

Mario Gomez tercatat merupakan mantan pesepak bola yang berposisi sebagai bek. Ia mengawali kari sepak bola profesional ketika dikontrak oleh Temperley di tahun 1979 dan setahun kemudian pindah ke Ferro Carril Oeste.

Bersama Ferro Carril Oeste, Mario Gomez sukses menangkan dua gelar nasional pada tahun 1982 dan 1984. Secara total, ia hanya berkarir selama 8 tahun saja dengan mencatatkan 135 penampilan resmi.

Tangan Kanan Hector Cuper

Usai pensiun dari sepak bola, Mario Gomez pun menekuni karir di dunia kepelatihan dengan menjadi asisten pelatih di Ferro dan Gimnasia de La Plata menemani Carlos Timoteo Griguol, pelatih yang membesarkan namanya itu. Hingga pada akhinya menjadi asisten dari Hector Cuper di Lanus pada tahun 1997.

Cuper sendiri dikenal sebagai salah satu pelatih Argentina yang cukup sukses dalam menjalani karirnya sebagai pelatih. Ia pernah menangani tim-tim besar Eropa sebut saja, Valencia, Inter Milan dan AC Parma.

Mario Gomez selaku asisten pelatih pun turut serta dalam sepak terjang Cuper dengan ikut melatih di Mallorca, Inter Milan dan Valencia sampai akhirnya pada tahun 2004, Mario Gomez akhirnya memilih untuk keluar dari bayang-bayang Cuper dengan kembali ke Argentina dan menukangi Gimnasia de La Plata.

Baca juga
Intersport Sukses di Kejurnas Drifting

Mengembangkan Kemampuan di Negeri Sendiri

Keputusan untuk pisah dari Cuper nampaknya menjadi sebuah keputusan yang tepat. Pasalnya ketika menukangi klub-klub seperti Gimnasia, Gymnasia La Plata, Gymansia de Jujuy, Quilmes, dan Club Atletico de Bergamo, pelatih yang lahir di Mar del Plata, Argentina dapat dikatakan sukses meski raihan terbaiknya adalah mengantarkan Gymnasia de Jujuy promosi ke Liga Utama Argentina.

Sebenarnya Mario Gomez sempat tercatat sebagai manajer dari Mallorca, namun hanya berjalan lima pertandingan saja lantaran kebijakan Liga Spanyol yang melarang pelatih untuk menukangi tim bila sebelumnya belum pernah melatih kurang dari dua tahun.

Menaklukan Asia

Setelah melatih beberapa tim dari Eropa dan Amerika Selatan, Mario Gomez membuat gebrakan dengan melatih di Asia. Tim South China yang bermain di Liga Utama Hongkong menjadi pelabuhan karirnya pada tahun 2004 silam.

Kemudian setahun berselang, Mario Gomez hijrah ke Malaysia dengan menukangi tim yang sangat ambisius saat itu, Johor Darul Ta'zim (JDT). Bersama klub inilah, dirinya dapat dikatakan meraih kesuksesan yang luar biasa.

Dua tahun melatih JDT, Mario Gomez sukses antarkan klub tersebut menjadi juara Liga Malaysia dan Juara Piala AFC pada tahun 2015. Bahkan di akhir musim, ia mendapatkan gelar pelatih terbaik.

Mario Gomez sempat tercatat sebagai pelatih Timnas Malaysia, namun tak berlangsung lama lantaran ketidakjelasan kontrak yang didapatnya.

Peluang Cetak Sejarah di Persib?

Bagaimana pun Persib saat ini dapat dikatakan memiliki materi pemain yang lebih dari cukup untuk menjuarai liga. Hanya saja mereka belum bisa menemukan pelatih yang tepat. Barangkali, Mario Gomez merupakan sosok yang mampu membangkitkan tim berjuluk Maung Bandung di musim 2018. Ada baiknya kita tunggu kiprah pelatih asal Argentina itu di Liga 1 musim 2018 mendatang.

Baca juga
Aksi Komunitas TIOCI Dukung Go Green dan Kegiatan Amal

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Facebook | Editor: Andi Wahyudi | 6 December 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Akankah Chelsea Bermain Menyerang?

Akankah Chelsea Bermain Menyerang?

FOOTBALL
Klopp Konfirmasi Kepulihan Salah

Klopp Konfirmasi Kepulihan Salah

FOOTBALL
Claude Puel: Schmeichel Tidak Dijual

Claude Puel: Schmeichel Tidak Dijual

FOOTBALL
Hart Siap Pergi dari City

Hart Siap Pergi dari City

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company