Meraba Masa Depan Bonucci Bersama AC Milan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Football Shock | Editor: Andi Wahyudi | 4 January 2018

SPORTKU.COM

Penampilan Leonardo Bonucci yang menurun bersama AC Milan membuat namanya berada di depan gerbang pintu keluar klub.

Nama Leonardo Bonucci menjadi salah satu nama yang menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas lalu. Pasalnya, pemain berusia 30 tahun itu meninggalkan Juventus, klub yang sudah ia bela selama tujuh tahun belakangan itu ke AC Milan, klub yang notabene merupakan klub rival.

Kepindahan Bonucci ke Milan disinyalir lantaran keretakan hubungan dirinya dengan Manajer Juventus, Masimilliano Allegri. Seperti diktahui, keduanya sempat adu mulut saat Juventus menghadapi Palermo di ajang Serie A musim lalu.

Akibatnya, Bonucci didenda oleh klub. Selain itu, pemain yang berposisi sebagai bek itu juga mendapatkan hukuman dari Allegri dengan mencadangkan dirinya di pertandingan Juventus setelahnya.

Namun, Bonucci sendiri mengaku bahwa kepindahannya ke Milan murni karena keputusan pribadinya selain itu, ia ingin mencari tantangan baru bersama klub yang berjuluk Rossoneri tersebut.

“Sesuatu terjadi yang membawa Juve dan aku pada keputusan ini. Dalam hidup dan relasi, ada diskusi dan kami putuskan untuk berpisah. Ketika tawaran dari AC Milan datang, saya menerima tanpa berpikir dua kali," ungkap Bonucci seperti dikutip dari Football Italia.

"Mengenakan seragam AC Milan dan memenangkan gelar juara adalah sebuah gerbang menuju catatan sejarah," sambungnya.

Mengenai soal menangkan gelar juara yang diungkapkan oleh Bonucci bisa jadi lantaran Milan begitu agresif di bursa transfer musim ini.

Mereka mengeluarkan dana lebih dari 200 juta euro atau sekitar Rp 3,2 triliun untuk belanja 11 pemain baru, termasuk sosok pemain berjuluk Bonnibauer itu dengan harga sebesar 43 juta euro atau sekitar Rp690 miliar.

Baca juga
PSM Rekrut Tujuh Pemain Baru

Hal ini barangkali yang membuat Bonucci berminat untuk bermain di kesebelasan yang kini diakuisisi oleh taipan asal Tiongkok bernama Li Yonghong, lewat perusahaan Rossoneri Sport Lux miliknya itu.

Bonucci yang sukses didatangkan oleh Milan pun langsung didapuk menjadi kapten. Pengalaman dan usianya dianggap pantas menjadi untuk menjadi pemimpin di skuat Rossoneri yang mayoritas diisi pemain muda dan pemain baru.

Entah lantaran tanggung jawab besar yang dipikul oleh Bonucci itu cukup besar lantaran menjabat sebagai kapten membuat pemain yang merupakan jebolan Inter Primavera itu tampil di bawah performa ketika berseragam AC Milan.

Di awal musim, Bonucci sempat tampil memikat, namun lambat laun, pemain yang pernah bermain bersama Bari itu menurun, bahkan sering kali membuat blunder yang membuat dirinya mendapatkan cemooh dari suporter.

Mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello menganggap bahwa penurunan performa Bonucci bersama tim asal Kota Milan itu lantaran gaya permainan yang berbeda ketimbang saat bermain di Juventus.

“Bonucci adalah bek italia terbaik bila bola ada di kakinya, faktanya dia adalah satu dari tiga bek terbaik di dunia,” ungkap Capello seperti dikutip dari Football Italia.

“Masalah terbesarnya adalah: dia adalah bek yang tak bisa bertahan. Ia memiliki situasi ideal di Juventus saat ia bermain sebagai sweeper. Dia sempurna ketika bermain dengan tiga bek, tapi tidak bila bermain dengan empat bek," sambungnya.

Sebagaimana diketahui bersama, ketika di Juventus, Bonucci bermain dengan skema tiga bek dengan bersama Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli. Ketiganya menjadi poros andalan tak hanya di klub, tetapi juga di Tim Nasional (TImnas) Italia. Sayang, ketika di Milan, ia tak mendapatkan pasangan yang sepadan, selain itu Rossoneri lebih sering menggunakan skema empat bek.

Hal ini dianggap sebagai faktor kuat mengapa penampilan Bonucci menurun dan belum menunjukan perubahan kendati Milan di musim ini sudah menganti Vincenzo Montella dengan Gennaro Gattusso sebagai pelatih.

Baca juga
Nasehat Legenda MotoGP untuk Marquez

Milan Jual Bonucci?

Penampilan Milan yang tak sesuai dengan ekpektasi pun menimbulkan masalah baru. Salah satunya adalah soal neraca keseimbangan keuangan klub. Sebagaimana diketahui bersama, keputusan klub untuk jor-joran mengeluarkan biaya besar untuk transfer pemain pun kini dipantau oleh UEFA.

Milan bisa dianggap melanggap Financial Fair Play bila di akhir musim mereka tak mampu lolos ke Eropa di akhir musim. Hal ini lantaran pengeluaran klub lebih besar ketimbang penghasilan yang didapat oleh mereka.

Mau tak mau, Milan harus menjual pemain untuk menutupi rugi yang akan mereka dapat sekaligus menghindari mereka dari sanksi yang diberikan oleh UEFA. Cara tercepatnya, tentu saja dengan menjual pemain yang dirasa tidak menunjukan performa yang diharapkan.

Salah satu pemain yang masuk dalam kategori ini adalah Bonucci. Meski berstatus kapten, bukan tidak mungkin dirinya masuk dalam transfer list meningat belum adanya dampak signifikan bagi Milan ketika ia dimainkan.

Selain itu, Bonucci juga bisa kembali dijual dengan harga tinggi dan tentu saja banyak klub yang masih menginginkannya, salah satunya adalah Chelsea yang dilatih oleh Antonio Conte yang notabene merupakan mantan pelatihnya saat di Juventus.

Meski Bonucci menyatakan ingin tetap bertahan di Milan, namun bila tak menunjukan performa gemilang, bukan tidak mungkin Milan melepasnya, apalagi saat ini bursa transfer tengah kembali dibuka.

Baca juga
Murray Tak Ikut Australia Terbuka. Alasannya Bikin Histeris

 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Football Shock | Editor: Andi Wahyudi | 4 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Jenggot Keberuntungan Cristiano Ronaldo

Jenggot Keberuntungan Cristiano Ronaldo

WORLD CUP
23 Pemain Timnas Lawan Korea

23 Pemain Timnas Lawan Korea

FOOTBALL
Caci Maki Untuk Jorge Sampaoli

Caci Maki Untuk Jorge Sampaoli

WORLD CUP
Kekalahan Terbesar Argentina Sejak 1958

Kekalahan Terbesar Argentina Sejak 1958

WORLD CUP

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company