Mengenal Orang Indonesia di F1, Kerja Bareng Torro Roso

Text : Suhartono | Photo / Video : Dok. Stephanus Widjanarko | Editor: Andi Wahyudi | 5 January 2018

SPORTKU.COM

Balap F1 menjadi salah satu yang memiliki banyak penggemar di dunia. Balapan jet darat ini juga termasuk populer di Indonesia.

Meski belum pernah menjadi tuan rumah F1, namun Indonesia patut bangga. Bangga dengan prestasi salah satu putra bangsa. Adalah Stephanus Widjanarko, alumni Teknik Mesin ITB 2004, Stephanus Widjanarko kini dipercaya sebagai salah satu engineer yang bertugas mendesain mobil balap F1.

Tephie, begitu panggilan akrabnya, bergabung dalam tim Scuderia Torro Roso yang merupakan tim junior dari Red Bull Racing. Dalam tim yang dimiliki oleh perusahaan minuman Red Bull dan mantan pebalap Gerhard Berger ini, Tephie berperan sebagai Computational Fluid Dynamics (CFD) aerodynamicist pada CFD khususnya di bagian external aero development.

"Saya bertugas untuk merancang bagian depan berdasarkan sisi aeronya, atau secara lebih detailnya pada bagian front wing, nose, forward barge board, suspension layout, tyre shield," jelas Tephie seperti SPORTKU.com kutip dari laman resmi ITB.

Pria kelahiran Bandung, 24 Mei 1986 ini menjelaskan, dalam menjalankan perannya di tim Scuderia Torro Roso ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Mulai dari mematangkan ide. Hingga akhirnya ide tersebut bisa terealisasi dalam bentuk 3D surfaces.

"Pertama-tama kami membuat idenya terlebih dahulu, kemudian ide tersebut direalisasikan dalam bentuk 3D surfaces. Setelah itu model dimasukkan dalam CFD, kemudian dilakukan pengujian terakhir dengan menggunakan wind tunnel," tutur Tephie. Setelah pengujian wind tunnel menunjukkan hasil yang baik, model kemudian dikirimkan ke bagian Design Office untuk direalisasikan dalam skala full body.

Baca Juga
Perbedaan Rally Dakar di Afrika dan Amerika Selatan

Tahapan dari ide hingga akhirnya masuk ke bagian wind tunnel hanya memakan waktu 2-3 minggu. "Inilah yang membedakan kerja di F1 dengan perusahaan lainnya. Ritme kerja di F1 itu padat karena timeline nya pendek-pendek, sehingga hampir setiap hari ada deadline," jelas Tephie.

Sejak awal bergabung pada F1 pada April 2013 lalu, Tephie terlibat dalam fase terakhir pengembangan mobil TR8. Pada tahun 2014, Tephie terlibat dalam hampir seluruh fase development mobil TR9. Untuk mobil F1 Scuderia Torro Roso yang akan digunakan pada musim 2018 ini, Tephie bertanggung jawab penuh pada desain nose (hidung) dan sayap depan.

Bekerja di perusahaan F1 merupakan impian Tephie dari masa kecil. Hal ini karena memang Tephie dan Ayahanda sangat suka melihat pertandingan balap mobil F1. Perjalanan dimulai saat Tephie masuk Teknik Mesin ITB 2004 silam. Kehidupan akademis Tephie di ITB bisa dibilang sangat sukses. Hal ini dibuktikan dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tephie yang didapat saat menjadi sarjana adalah 3,95 skala 4.

Baca Juga
5 Aksi Nakal Pebalap Motor Hingga Diskualifikasi

Setelah lulus dari ITB, Tephie mengisi waktunya untuk magang selama 3 bulan sebagai Drilling Engineer di Chevron, Balikpapan. Pada tahun 2009, Tephie berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 nya dalam bidang Engineering Fluid Dynamics/Sustainable Energy Technology di Universitas Twente, Belanda.

Sampai akhirnya pada tahun 2011, Tephie memperoleh gelar masternya dengan predikat yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari Grade Point Average (GPA) yang diperoleh sebesar 8,05 skala 10. Karena ketertarikan Tephie pada bidang aerodinamis dan wind turbine, Tephie sempat magang di Vestas Wind System A/S, Denmark pada posisi Aerodynamics Development Engineer selama 4 bulan pada saat tahun pertama studi S2-nya. Di tempat ini Tephie bertemu dengan salah satu mantan engine designer di Toyota F1.

Kemudian setelah mendapatkan gelar master, Tephie bekerja selama setahun sebagai Applied CFD Engineer di Dutch National Aerospace Laboratory (NLR), Belanda. Kemudian Tephie pun mengajukan lamaran ke berbagai bidang perusahaan. Pada akhirnya dari sekian banyak lamaran, Tephie berhasil diterima di perusahaan mobil balap impiannya tersebut.

Baca Juga
Biaya Bangun Motor Balap MotoGP dan WSBK. Jangan Kaget Lihat Angkanya

  • facebook share

RELATED NEWS

Tidak Ada Tempat untuk Lauda

Tidak Ada Tempat untuk Lauda

FORMULA 1
Regulasi Penggunaan Carbon Roof ETCC

Regulasi Penggunaan Carbon Roof ETCC

ETCC
Muller Tercepat Rookie Test Marrakesh

Muller Tercepat Rookie Test Marrakesh

FORMULA E
Pegokart Indonesia Jawara

Pegokart Indonesia Jawara

GOKART

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company