Mengenang Trio Belanda PSIM Yogyakarta

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Deskgram | Editor: Dedi Hermawan | 6 January 2018

SPORTKU.COM

Inilah kisah tentang tiga pemain Belanda yang berlaga bersama PSIM Yogyakarta di Divisi Utama musim 2011/2012.

Musim 2011/2012 nampaknya menjadi salah satu musim yang paling diingat oleh Brajamusti. Sebab di musim itu, PSIM Yogyakarta mampu menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di Divisi Utama.

Banyak yang menganggap bahwa kesuksesan tim yang berjuluk Laskar Mataram itu lantaran kehadiran tiga pemain asal Belanda yang dikemudian hari dikenal sebagai Trio Belanda. Adapun ketiga pemain tersebut adalah Lorenzo Rimkus, Emile Linkers, dan Kristian Adelmund.

Ketiganya saat ini merupakan pendatang baru di Liga Indonesia. Mereka sebelumnya bermain di liga amatir di Belanda. Rimkus dan Linkers berasal dari ARC Alphen, sementara Adelmund didatangkan dari VV Capelle.

Meski sebelumnya bukanlah pemain profesional, namun kemampuan trio Belanda itu memang di atas rata-rata. Linkers misalnya, pemain yang mengawali karir di kesebelasan NAC Breda itu mampu menjalankan perannya sebagai striker dengan mencetak 10 gol. Hal tersebut membuat dirinya keluar sebagai penyerang tertajam nomor tiga di musim tersebut di bawah Saddam Husain (12 gol) dan Sackie Teah Dou (11 gol).

Sementara Rimkus yang bertugas menjaga lini tengah PSIM muncul sebagai roh permainan tim lantaran memiliki keunggulan dalam kelincahan pergerakan dan pandai mengeksekusi bola mati yang berbuah gol.

Pemain lainnya, Adelmund, muncul sebagai salah satu pemain belakang yang haus gol. Sepanjang musim ia mampu mencetak tiga gol.

Kehadiran ketiganya di tim membuat PSIMpada musim itu nyaris promosi ke Indonesia Super League (ISL) bila tidak kalah melawan Persegres Gresik United di babak playoff ISL dengan skor 1-3.

PSIM sendiri mencatatkan rekor unik di gelaran Divisi Utama edisi 2011/2012 lalu itu. Mereka tercatat sebagai tim yang sukses menang beruntun sebanyak 6 pertandingan atau total 10 pertandingan tanpa mengalami kekalahan.

Kehabisan Bensin Lantaran Gaji Telat

Ketika PSIM nyaris lolos ke ISL namun gagal lantaran kalah oleh Persegres, ada rumor bahwa kekalahan atas tim asal Jawa Timur itu disinyalir sebagai efek domino yang diakibatkan terlambatnya gaji.

Hal tersebut terlihat dari menurunnya performa PSIM memasuki babak semifinal. Tim itu menoreh catatan gemilang di babak grup hingga putaran kedua, namun mendadak gagap ketika tampil di babak empat besar.

Baca juga
Aleix Espargaro: Aprilia Harus Pede

Hal ini sempat membuat Hanafing, pelatih PSIM meninggalkan klub tersebut di musim berikutnya lantaran gajinya tertunggak sampai berbulan-bulan.

"Masih ada sisa gaji 4,5 bulan yang belum dibayarkan. Saya tidak tahu mau dibayar atau tidak, saya juga tidak ingin menuntut. Tapi tentu saya pikir-pikir untuk kembali lagi," ungkap pelatih asal Sulawesi Selatan itu seperti dikutip dari Sindonews.

Reuni Trio Belanda?

PSIM sendiri sudah memastikan diri bertahan di Liga 2 dan siap berkompetisi di musim 2018. Namun, belum jelas regulasi apakah tetap seperti musim lalu di mana Liga 2 hanya boleh diisi oleh pemain lokal atau ada kebijakan baru dengan membolehkan pemain asing ikut bermain di kasta yang selevel dengan Divisi Utama ini.

Linkers yang meninggalkan PSIM pada tahun 2012 itu menuju ke PSIS Semarang itu mengaku ingin rujuk ke PSIM. Ia bahkan mengaku tetap memantau meski ia kini bermain di KFC St. Lenaarts yang berada di Divisi 3 Liga Belgia.
"Aku ingin balik ke Indonesia, saya tunggu regulasi dulu dari PSSI keluar," ujar Linkers sepert dikutip dari Superball.

"Banyak suporter PSIM tanya aku untuk balik lagi ke PSIM Yogyakarta, kalau Liga 2 boleh pakai pemain asing, mudah-mudahan aku bisa balik ke PSIM," sambungnya.

Sementara Adelmund yang kini menjadi salah satu pemain pujaan di PSS Sleman mengaku kangen dengan PSIM dan Yogyakarta.

“PSIM tim pertama saya, setelah itu Madura, baru saya pindah PSS Sleman.Tanpa PSIM saya tidak bisa berkarier di indonesia. Karena PSIM saya juga kenal Yogyakarta," ungkapnya melalui media sosial instagram miliknya.

Sementara Rimkus sendiri masih aktif bermain. Ia kini berseragam GLZ Delfshaven di liga amatir di Belanda dan satu tim dengan Nourdin Boukhari dan Kevin Wattamaleo yang pernah bermain di Eredivisie.

Mungkin bila regulasi pemain asing dibuka kembali di Liga 2, reuni Trio Belanda tersebut bisa dihadirkan kembali. Bukan tidak mungkin, dengan manajemen yang lebih baik, PSIM bisa menjadi juara.

Baca juga
Selangor FA Bikin PSSI Tersenyum

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Deskgram | Editor: Dedi Hermawan | 6 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Jenggot Keberuntungan Cristiano Ronaldo

Jenggot Keberuntungan Cristiano Ronaldo

WORLD CUP
23 Pemain Timnas Lawan Korea

23 Pemain Timnas Lawan Korea

FOOTBALL
Caci Maki Untuk Jorge Sampaoli

Caci Maki Untuk Jorge Sampaoli

WORLD CUP
Kekalahan Terbesar Argentina Sejak 1958

Kekalahan Terbesar Argentina Sejak 1958

WORLD CUP

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company