Dua Pebalap Ducati Kritik Regulasi Baru WSBK 2018

Text : Suhartono | Photo / Video : Ultimate Motorcycling | Editor: Andi Wahyudi | 12 January 2018

SPORTKU.COM

Dua pebalap Ducati Chaz Davies dan Marco Melandri tak sependapat dengan keputusan Dorna Sports mengenai penerapan regulasi baru WSBK 2018.

World Superbike (WSBK) 2018 akan dimulai dengan beberapa regulasi baru. Namun Davies dan Melandri beranggapan jika regulasi yang akan dipakai oleh Dorna Sports justru bisa menghambat langkah timnya untuk bisa terus tampil kompetitif. Dalam beberapa tahun terakhir ini, balapan WSBK memang hanya dikuasai oleh pabrikan Ducati dan Kawasaki.

Terhitung sejak musim 2015 lalu, balapan WSBK hanya menjadi permainan apik bagi Ducati dan Kawasaki. Seperti pada musim 2017 lalu, WSBK berhasil dimenangkan oleh Kawasaki dengan pebalap mereka Jonathan Rea. Sedangkan Davies membawa Ducati ke posisi runner up.

Akan tetapi, pada seri race yang berlangsung hanya ada dua pabrikan tersebut yang selalu mendominasi podium juara. Sangat jarang untuk Honda dan Kawasaki maupun tim balap lainnya bisa mencicipi manisnya podium juara. Untuk itu, Dorna menerapkan regulasi baru salah satunya pembatasan pengembangan mesin.

Baca Juga
Kemenangan Perdana Antoine Meo di Stage 6

Regulasi baru tersebut dirasakan oleh Davies tidak adil. "Saya berpendapat bahwa Ducati tidak mendominasi seperti yang dimiliki Kawasaki. Mereka (Kawasaki) telah mendominasi selama lima tahun terakhir. Mereka tidak memenangkan kejuaraan setiap tahun, namun pada periode itu mereka memiliki paket yang kuat dan berdedikasi," ungkap Davies.

"Kami di Ducati telah menyelesaikan musim di posisi runner-up dua kali dalam tiga tahun terakhir dan posisi ketiga. Tapi Marco Melandri hanya memenangkan satu balapan tahun ini. Jadi meski orang beranggapan kita sama seperti Kawasaki, situasinya sebenarnya sangat berbeda. Saya memenangkan balapan, saya tahu mengapa saya harus dihukum karena melakukan itu."

Sama seperti rekan setimnya, Melandri pun menilai peraturan baru yang diterapkan oleh Dorna sangat tidak adil untuk tim Ducati yang dibelanya. Menurut mantan pebalap MotoGP ini, meski Ducati berhasil menjadi runner up, namun pada musim lalu juga masih menderita saat akan keluar tikungan.

"Sekarang dengan gearbox standar dengan engine revs diturunkan, kita akan berjuang. Karena kita kekurangan torsi pada putaran mesin rendah. Putaran mesin 2.000 kurang dari empat silinder, maka kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami harus mengganti gigi lebih sering daripada yang lain," kesal Melandri.

Baca Juga
KTM Unggul, Honda Salip Yamaha di Klasemen Sementara Rally Dakar 2018
5 Bek Termahal di Dunia

Text : Suhartono | Photo / Video : Ultimate Motorcycling | Editor: Andi Wahyudi | 12 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Kemenangan Lorenzo Sudah Diprediksi Ducati

Kemenangan Lorenzo Sudah Diprediksi Ducati

MOTOGP
Rossi dan Marquez Seperti Gladiator

Rossi dan Marquez Seperti Gladiator

MOTOGP
Podium Pebalap Indonesia di Thailand

Podium Pebalap Indonesia di Thailand

ROAD RACE
Tim Balap Tersukses di Laguna-Seca

Tim Balap Tersukses di Laguna-Seca

SUPERBIKE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company