Siapa Saja Pebalap Rookie MotoGP 2018?

Text : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 12 January 2018

Pebalap Rookie MotoGP 2018?

SPORTKU.COM

MotoGP 2018 segera dimulai. Bursa transfer pebalapnya pun sudah ditutup. Kini formasi tim pabrikan maupun satelit juga sudah lengkap.

Tim pabrikan papan atas seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Ducati musim balap 2018 tak melakukan ubahan formasi. Artinya, Dani Pedrosa dan Marc Marquez masih tetap menjadi kepercayaan Repsol Honda. Yamaha dengan duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Dan Suzuki dengan Andrea Iannone serta Alex Rins. Kontrak dari mereka memang baru akan selesai pada akhir musim 2018.

Pembahasan menarik untuk perubahan formasi tim justru terjadi di kalangan pebalap satelit. Seperti halnya Jack Miller yang di MotoGP 2018 akan membalap bersama Octo Pramac Racing, tim satelitnya Ducati setelah hengkang dari Marc VDS Honda. Yang paling menarik, MotoGP 2018 juga akan melihat beberapa pebalap rookie di tim satelit.

Berikut daftar pebalap rookie MotoGP 2018:

1. Takaaki Nakagami
Nakagami akan menjadi pebalap baru di ajang MotoGP bersama tim satelit LCR Honda. Pebalap Jepang ini akan diduetkan dengan seniornya Cal Crutchlow asal Inggris.

Karir Nakagami di ajang balap dunia memang terbilang mulus. Sejak usianya masih 4 tahun, Nakagami sudah akrab dengan sepeda motor pocket bike. Berbagai ajang balap nasional di Negeri Sakura dia ikuti sebelum masuk ke kancah internasional.

Prestasi Nakagami terus memuncak. Pada tahun 2007, Nakagami juga mendapatkan kesempatan untuk tampil di Kejuaraan Dunia 125cc (Moto3) sebagai wildcard. Baru di tahun 2008, Nakagami secara resmi memulai balapan di Kejuaraan Dunia Moto3. Bersama IC Team, Nakagami menggeber Aprilia.

Pada tahun 2011 Nakagami dipercaya Italtrans Racing Team untuk tampil di Moto2 Jepang sebagai wildcard. Masuki musim balap 2012, Italtrans Racing Team memberikan kesempatan kepada Nakagami untuk tampil penuh di Moto2. Nakagami mengendarai Kalex dengan mesin Honda CBR600.

Prestasi terbaik Nakagami selama membalap di Moto2 terjadi pada tahun 2016. Di mana dia menduduki peringkat 6 klasemen akhir dengan 169 poin. Sedangkan di Moto2 2017, Nakagami hanya bisa bertengger di posisi 7 klasemen akhir dengan 127 poin.

2. Xavier Simeon
Simeon juga menjadi salah satu pebalap yang beruntung. Karirnya di Moto2 sudah selesai untuknya. Kini dia memiliki lembaran baru sebagai pebalap MotoGP.

Simeon merupakan pebalap Belgia yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1989 silam. Dia juga memegang gelar juara dari ajang FIM Superstock 1000 Championship yang dia dapatkan pada musim 2009. Tahun 2006 dia juga menjadi jawara di European Superstock 600 Championship.

Pada ajang Grand Prix (GP) Perancis 2013, Simeon menjadi pebalap Belgia pertama sejak Didier de Radigues pada tahun 1990 untuk mengambil podium. Saat itu Simeon berhasil podium ketiga di belakang dua pebalap Marc VDS Racing Team Scott Redding dan Mika Kallio.

Kemudian di Moto2 2014, Simeon berhasil finish di posisi runner up saat balapan di Argentina. Dia menjadi pebalap Belgia pertama dengan hasil tersebut sejak Radigues pada tahun 1989. Lalu di Moto2 2015, Simeon menempati posisi terdepan untuk GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Dengan hasil itu, ia menjadi pebalap Belgia ketiga yang memenangkan Grand Prix sepeda motor, setelah Radigues dan Julien Vanzeebroeck.

Melihat prestasi Simeon di ajang Moto2 sendiri sejatinya memang kurang memuaskan. Sejak turun full musim di Moto2 2010, hasil terbaik Simoen berada di posisi 7 klasemen akhir. Itu terjadi pada tahun 2015. Sedangkan Moto2 2017 lalu dia hanya menduduki peringkat 23 klasemen akhir.

3. Thomas Luthi
Akrab dengan nama panggung Tom Luthi, dia merupakan pebalap kelahiran Oberdiessbach, Kanton Bern, Swiss pada 6 September 1986, namun dibesarkan di Emmental. Tahun 2018 ini Luthi mendapatkan kursi untuk balapan di kelas bergengsi MotoGP.

Dia memenangkan ajang balap pocket bike di tahun 1999 dan 2000. Pada tahun 2002, dia menempati posisi kedua di klasemen akhir pada ajang balap European 125cc Championship.

Luthi membuat penampilan perdananya di Kejuaraan Dunia 125cc pada tahun 2002 di GP Jerman. Saat itu dia finish ke-26. Maish di tahun yang sama, penampilan terbaik Luthi saat balapan di Portugal dengan finish ke-9. Di tahun 2003, dia meraih podium pertamanya di Kelas 125cc saat tampil di Catalunya dengan finish ke-2.

Andy Ibbott dari California Superbike School mulai melatih Luthi selama musim 2005. Luthi mencetak kemenangan di Kelas 125cc tahun 2005 di Le Mans, Perancis. Diikuti oleh tiga kemenangan berikutnya, di Republik Ceko, Malaysia dan Australia. Pada tanggal 6 November 2005, Luthi menjadi Juara Dunia Kelas 125cc bersama Elit Grand Prix Racing Team.\

Tahun 2006, Luthi masih di Kelas 125cc namun kali ini dia bermitra dengan Sandro Cortese dari Jerman dan nama tim diubah menjadi Elit - Caffe Latte. Dia hanya mencetak satu kemenangan di GP Perancis dan hanya satu kali podium di musim ini. Dia kehilangan gelar juara dunia untuk Alvaro Bautista.

Tahun 2007 Luthi pindah ke Kelas 250cc dengan tim Emmi – Caffe Latte. Geber Aprillia, Luthi terus menunjukkan eksistensinya di kelas menengah ini. Meski tak berhasil menjadi juara dunia di Moto2, namun penampilan Luthi beberapa kali bisa menembus podium teratas. Pada tahun 2016 dan 2017, dia sukses menjadi ruuner up.

Tahun 2018 akan menjadi babak baru bagi Luthi. Dia akan menjadi pebalap Marc VDS, tim satelitnya Honda.

4. Franco Morbidelli
Morbidelli kelahiran Roma, Italia pada 4 Desember 1994. Dia merupakan murid Valentino Rossi. Bersama Thomas Luthi, Morbidelli akan bernaung di Marc VDS.

Morbidelli bisa dikatakan sebagai pebalap ulung. Tanpa harus membalap di Kelas Moto3, dia langsung tancap gas di ajang Moto2 bersama Federal Oil Gresini Moto2 Racing Team yang dimulainya sejak tahun 2013. Pada tahun 2014, Morbidelli pindah ke Italtrans Racing Team hingga musim 2015.

Pebalap yang lahir di Roma, Italia pada 4 Desember 1994 lalu ini merupakan juara European Superstock 600 tahun 2013. Kesuksesan Morbidelli di musim lalu dengan menjadi Juara Dunia Moto2 2017 memang merupakan berkah tersendiri. Hingga membawanya ke kelas paling bergengsi di MotoGP.

Text : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 12 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Kemenangan Lorenzo Sudah Diprediksi Ducati

Kemenangan Lorenzo Sudah Diprediksi Ducati

MOTOGP
Rossi dan Marquez Seperti Gladiator

Rossi dan Marquez Seperti Gladiator

MOTOGP
Podium Pebalap Indonesia di Thailand

Podium Pebalap Indonesia di Thailand

ROAD RACE
Tim Balap Tersukses di Laguna-Seca

Tim Balap Tersukses di Laguna-Seca

SUPERBIKE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company