5 Merek Raket Badminton Mendunia

Text : Suhartono | Photo / Video : TU Delft | Editor: Dedi Hermawan | 25 January 2018

SPORTKU.COM

Sederhana memang, tapi raket merupakan peranti terpenting dalam olahraga badminton. Siapa saja pembuatnya?

Pada awal perkembangan badminton alias bulutangkis, raket masih terbuat dari kayu. Kemudian berkembang menggunakan aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Mengikuti perkembangan zaman, kini hampir semua raket bulutangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat.

Di dunia badminton, ada 5 produsen pembuat raket yang paling dikenal 

1. Yonex
Posisi teratas merek raket bulu tangkis yang paling populer diduduki oleh Yonex. Raket badminton asal Jepang ini bermula sejak tahun 1946 dengan pendirinya Minoru Yoneyama. Pada awal berdirinya, Yonex justru menjadi produsen kambangan kayu untuk memancing.

Baru pada tada tahun 1961, perusahaan mulai memproduksi raket bulutangkis dan berada di bawah perusahaan Sanbata yang kemudian bangkrut di tahun tersebut. Merek pertama yang diluncurkan oleh pabrikan itu adalah Yoneyama dan terus meningkatkan eksistensinya hingga ke luar negeri.

Namun merek dagang Yoneyama dianggap terlalu panjang dan sulit diucapkan. Pada tahun 1974, perusahaan memutuskan untuk mengubah namanya, menghilangkan aksen Jepang yang terdengar Yama dan menggantinya dengan huruf X, mewakili possiblities tak terbatas untuk masa depan. Akhirnya lahirlah nama Yonex.

Berkat kegigihannya, kini Yonex mengklaim lebih dari 80 persen dari atlet bulutangkis dunia telah menggunakan raket mereka.

Baca Juga
Wajah Baru Stadion GBK Usai Renovasi (Galeri Foto)

2. ProKennex
ProKennex adalah produsen peralatan olahraga raket asal Taiwan. Menjadi salah satu pemain pasar raket yang cukup dikenal, produk yang dia geluti bukan hanya untuk olahraga badminton. Namun ProKennex juga memproduksi raket untuk tennis, squash, dan racquetball.

Asal mula perusahaan ini dimulai pada tahun 1965 ketika Lo Kunnan, anak dari produsen senjata mainan plastik mulai memproduksi raket bulu tangkis di halaman belakang rumah ayahnya. Pada tahun 1968, Lo bergerak untuk memproduksi raket tenis kayu, diikuti oleh raket aluminium pada tahun 1973.

Pada tahun 1978, Lo meluncurkan perusahaan produk olahraga Kunnan Enterprises Ltd. dengan ProKennex sebagai merek raketnya. Menurut situs perusahaan ProKennex membuat sejarah pada tahun 1980 dengan membuat raket tenis grafit mid-size pertama di dunia, diikuti oleh raket grafit squash pertama di dunia pada tahun 1983.

Perusahaan ini sudah mulai menikmati distribusi global yang luas sejak tahun 1980an, saat manufaktur di Taiwan berkembang pesat karena kondisi ekonomi domestik. Namun induk perusahaan mereka, Kunnan Enterprise Ltd menghadapi kesulitan keuangan sejak pertengahan tahun 1990an. Hal tersebut menyebabkan kontraksi nama ProKennex secara global.

Saat ini, perusahaan berfokus pada sekumpulan konsumen yang tertarik dengan kemajuan teknologi dalam olahraga raket. Perusahaan berfokus pada aspek produk ini dengan mempromosikan dirinya sebagai perusahaan sains dan desain, bukan lagi menjadi produsen raket standar.

3. Li Ning
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1989 oleh Li Ning, mantan pesenam Olimpiade asal Tiongkok. Sampai tahun 2015, Li Ning tetap menjadi Ketua Dewan Direksi perusahaan. Pada tahun 2005, Li Ning menciptakan usaha patungan dengan perusahaan pakaian olahraga Prancis, Aigle. Dari konsorsium tersebut, memberi Li Ning hak eksklusif untuk menjadi distributor tunggal produk Aigle di Cina selama 50 tahun.

Pada bulan Januari 2010, Li Ning membuka kantor pusat dan markas di Portland, Oregon, Amerika Serikat. Di tahun yang sama, perusahaan juga merilis logo baru. Pada bulan Januari 2011, Li Ning mengadakan kemitraan dengan Acquity Group yang berbasis di Chicago untuk memperluas distribusi merek di daratan negeri Paman Sam.

Saat ini Li Ning menjadi salah satu raksasa produsen peralatan badminton dan cabang olahraga lainnya. Li Ning menjadi pemasok resmi perlengkapan badminton bagi tim nasional dan para pemain badminton Cina. Li Ning juga telah menjadi distributor utama yang menyediakan raket-raket berkualitas untuk pemain bulu tangkis yang berasal dari Cina. Bahkan, atlet bulu tangkis sekelas Chen Long, peraih 8 emas juga pernah menggunakan raket Li Ning saat mengikuti kompetisi dunia.

Baca Juga
Smart Samarinda, Tim Balap Milik Para Pengusaha Muda (Video)

4. Adidas
Bagi banyak orang merek asal Jerman ini memang lebih dikenal di lapangan sepak bola. Memang banyak yang belum tahu jika ternyata Adidas juga turut memproduksi dan memasarkan raket bulu tangkis. Berbasis di Jerman, sepertinya, Adidas memang tidak mau ketinggalan dengan para pesaingnya dan terus melebarkan sayap. Hingga akhirnya lahir produk raket badminton.

Bicara soal kualitas, tentu Adidas tak mau tawar menawar. Kualitasnya memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Maka tak heran jika raket badminton merek Adidas harganya pun cukup bersaing dengan merek kenamaan lainnya.

Adidas sendiri adalah sebuah perusahaan yang banyak dikenal lewat produk sepatu olahraganya. Perusahaan ini dinamakan atas pendirinya, Adolf (Adi) Dassler, yang mulai memproduksi sepatu pada 1920an di Herzogenaurach dekat Nuremberg. Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya termasuk tiga strip paralel dengan warna yang sama, dan motif yang sama digunakan sebagai logo resmi adidas.

Adidas adalah perusahaan pakaian olahraga terbesar di Eropa dan kedua terbesar di dunia setelah Nike.

5. Carlton
Carlton menjadi salah satu perusahaan yang fokus pada perlengkapan olahraga bulu tangkis. Berada di bawah naungan Carlton Sports, merupakan produsen terkemuka raket bulu tangkis dan shuttlecock. Perusahaan asal Inggris ini sudah didirikan pada tahun 1946.

Carlton Sports menjadi anak perusahaan Dunlop Slazenger International yang berlokasi di Greenville, South Carolina, yang sekarang dimiliki oleh Sports Direct. Sebagian besar penelitian dilakukan di Carlton Research and Development Centre di Camberley, Inggris.

Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini telah mencapai banyak rekor pada bidang pembuatan peralatan bulu tangkis. Termasuk menjadi perusahaan pertama yang merancang dan membuat raket dengan bahan semuanya logam. Juga menjadi perusahaan pertama yang menggunakan stainless steel dalam pembuatan raket.

Baca Juga
Beda Helm Balap dan Harian

Text : Suhartono | Photo / Video : TU Delft | Editor: Dedi Hermawan | 25 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Lima Pembelian Termahal Manchester City

Lima Pembelian Termahal Manchester City

TOP 5
Lima Calon Pengganti Cristiano Ronaldo

Lima Calon Pengganti Cristiano Ronaldo

TOP 5
Alasan Spanyol Gagal di Pildun

Alasan Spanyol Gagal di Pildun

TOP 5
5 Sirkuit Tertua di MotoGP

5 Sirkuit Tertua di MotoGP

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company