Belajar dari Vietnam, Indonesia!

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Thanhnien | Editor: Dedi Hermawan | 29 January 2018

SPORTKU.COM

Kesuksesan Vietnam yang melangkah ke final Piala Asia U-23 harus menjadi sebuah contoh keteladanan bagi Indonesia.

Vietnam nyaris mencatatkan sejarah di ajang Piala Asia U-23 dengan keluar sebagai pemenang. Sayang, dewi fortuna nampaknya lebih berpihak kepada Uzbekistan, lawannya yang menang dengan skor akhir 2-1 di partai final yang diselenggarakan di Changzou Olympic Sports Center, Tiongkok pada Sabtu (27/1).

Di babak normal, sebenarnya Vietnam sukses mengimbangi laga lantaran bermain imbang 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan di babak perpanjangan waktu. Sebelumnya, Vietnam tertiggal terlebih dahulu lewat gol cepat pemain Uzbeksitan pada menit ke-8.

Kemudian, Vietnam mampu bangkit dengan menetak gol penyeimbang kedudukan sebelum babak pertama usai lewat gol dari tendangan bebas yang dicetak oleh Nguyen Quang Hai. Babak pertama berakhir imbang 1-1 dan di babak kedua tak ada satu gol pun tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan pertandingan perpanjangan waktu.

Vietnam harus menyudahi perlawanan mereka setelah pemain pengganti asal Uzbekistan, Andrey Sidorov menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan bagi negara Asia Tengah itu pada menit ke-119.

Berkat gol tersebut pupus sudah keinginan Vietnam untuk bisa menjuarai ajang yang mempertemukan negara-negara se-Asia itu untuk pertama kalinya.

Vietnam sendiri mengawali ajang ini dengan tidak meyakinkan. Di laga pertama melawan raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan mereka kalah. Bahkan akhirnya The Golden Stars berhasil melaju ke babak quarter final setelah menjadi runner-up grup hasil dari sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.

Di babak quarter final, Vietnam mampu menglahkan Iraq dengan skor 5-3 lewat adu penalti setelah sebelumnya bermain imbang 3-3 di waktu normal. Kemudian, semangat juang anak-anak Vietnam teruji usai menjungkalkan Qatar lagi-lagi lewat adu pinalti dengan skor 3-4 (waktu normal 2-2).

Sayang, Vietnam harus mengakhiri turnamen dengan kekalahan. Meski demikian, penampilan tim asuhan Park Hang-seo itu sudah membuka mata dunia bahwa sepak bola Asia Tenggara saat ini sudah tak dapat dipandang sebelah mata.

Vietnam sendiri tercatat sebagai klub asal Asia Tenggara pertama yang bisa menebus babak semifinal dan final di ajang Piala Asia U-23 ini. Sebelumya perwakilan Asia Tenggara hanya sanggup mencapai babak grup saja.

Gelaran Piala Asia U-23 yang digelar di Tongkok kali ini memang menjadi kejutan tersendiri. Bahkan Malaysia pun mampu menembus sampai babak quarter-final.

Baca juga
Hasil Eshark Rok Putaran 1

Cambuk Keras Sepak Bola Indonesia

Kesuksesan Vietnam —juga Malaysia— dapat dikatakan sebagai sebuah cambuk keras bagi Indonesia. Bagaimana tidak, 6 dari 23 pemain yang dibawa ke Tiongkok itu merupakan pemain yang sama yang dikalakan Evan Dimas dkk pada ajang Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu.

Saat ini Timnas U-19 Indonesia memang sempat kalah dari Vietnam dengan skor 2-1 di babak grup, namun berhasil membalas lewat adu penalti di pertandingan final yang diselenggarakan di Gelora Delta, Sidoardjo.

Bahkan tak usah jauh-jauh. Di saat ajang SEA Games 2017 lalu yang , prestasi Indonesia yang meraih gelar perunggu dapat dikatakan lebih baik dari Vietnam yang tak mampu lolos grup. Bahkan ada peran Indonesia di abalik gagalnya Vietnam untuk lolos.

Padahal sebelumnya mereka memimpin klasemen dalam tiga pertandingan awal. Namun hasil imbang melawan Indonesia membuat posisi tawar Vietnam justru menurun dan sukses dimanfaatkan Thailand dengan mengalahkan mereka di pertandingan terakhir.

Indonesia yang ditargetkan untuk bisa lolos ke putaran final Piala Asia U-23 justru gagal lolos ketika menjalani kualifikasi di Thailand. Padahal, peraturan di liga juga sudah disetting untuk mempermudah Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla untuk mencari pemain.

Menilik hal ini, Indonesia seharusnya malu dengan Vietnam yang beberapa tahun lalu sepak bolanya jauh berada di bawah, kini mereka justru jauh meninggalkan sepak bola Indonesia yang stagnan dan lebih banyak dihiasi oleh masalah ketimbang prestasi.

Indonesia sendiri akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebuah ajang yang dianggap memiliki kesamaan level dengan Piala Asia U-23. Tentu diharapkan agar Indonesia bisa meneladani Vietnam yang tampil spartan.

Bila memiliki keinginan seperti itu, tentunya PSSI selaku otoritas tertinggi sepak bola mesti banyak belajar dari Vietnam. Terutama dalam pembinaan di mana mereka sukses menelurkan bakat hebat tanp menganggu regulasi liga.

Selain itu bukti bahwa masih banyak pemain U-19 yang bermain di U-23 Vietnam menjadi bukti bahwa pembinaan pemain mereka berlanjut dan berjenjang. Tentu lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Baca juga
Debut Mengecewakan Coutinho di La Liga

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Thanhnien | Editor: Dedi Hermawan | 29 January 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Kemenangan Lorenzo, Penyesalan Bagi Ducati

Kemenangan Lorenzo, Penyesalan Bagi Ducati

TOPIC OF THE WEEK
Kroenke dan Masa Depan Arsenal

Kroenke dan Masa Depan Arsenal

TOPIC OF THE WEEK
Fernando Alonso: Sayonara Formula 1

Fernando Alonso: Sayonara Formula 1

TOPIC OF THE WEEK
Kilas Balik Asian Games

Kilas Balik Asian Games

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company