Kontroversi VAR di Serie A

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Stereo Serie A | Editor: Dedi Hermawan | 7 February 2018

SPORTKU.COM

Penerapan Video Assistant Referee (VAR) di Serie A yang semula dianggap jawaban, justru menghadirkan polemik baru.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) selaku otoritas tertinggi sepak bola Italia membuat gebrakan di awal musim 2017/2018 dengan menerapkan Video Assistant Referee (VAR) atau video tayangan ulang di ajang Serie A.

Penerapan VAR sendiri dimaksudkan untuk membantu wasit di Serie A yang belakangan dianggap mengalami penurunan kualitas. Selain itu, digunakannya teknologi untuk membantu wasit dalam memutuskan suatu perkara di lapangan itu dianggap sebuah gebrakan yang cukup revolusioner dalam rangka untuk meningkatkan popularitas liga tertinggi Italia yang pesonanya kini tengah meredup.

Dalam perjalannya, kehadiran VAR di Serie A justu mengundang polemik. Penerapan VAR yang semula dianggap sebagai sebagai jawaban untuk memperbaiki performa wasit itu kini justru membuat citra pengadil lapangan semakin buruk lantaran semakin banyak kontroversi yang hadir ketika mereka memutuskan sebuah perkara yang terjadi di lapangan.

Yang terbaru, VAR dianggap gagal dalam membantu wasit mengambil keputusan ketika penyerang andalan AC Milan, Patrick Cutrone mencetak gol ke gawang Lazio pada pekan ke-22 Liga Italia lalu dengan menggunakan tangan bagian sikut dan hal tersebut terlihat dalam tayang ulang.


Namun, Massimiliano Irrati, wasit yang memimpin pertandingan tersebut justru tetap mengesahkan gol tersebut dan di akhir pertandingan Milan menang 2-1 atas Lazio pada pekan ke-22 Liga Italia.

Hal ini tentu memancing amarah Manajer Lazio, Simeone Inzaghi. Ia bahkan menuntut komite liga Italia untuk memberi penjelasan.

"Kesalahan itu luar biasa fatal dan pihak liga Italia harus menjelaskan ini kepada kami. Sayang sekali kami harus menghadapi situasi seperti ini," tutur Inzaghi, seperti dikutip Mediaset Premium.

Lazio sendiri tercatat sebagai tim yang paling dirugikan dengan penerapan VAR di Serie A musim ini. Pasalnya, tim asal Ibukota Italia itu setidaknya tercatat ada empat insiden fatal yang membuat mereka kehilangan poin penuh.

Baca juga
Gaya Iannone-Rins di Sirkuit Sentul

Yang pertama adalah ketika Lazio berhadapan dengan Fiorentina. Saat itu Biancazzurri—julukan Lazio unggul 1-0 hingga memasuki babak injury time, wasit dalam pertandingan tersebut memberikan penalti kepada Fiorentina dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Kejadian kedua juga nyaris serupa, yakni saat Lazio bermain melawan Inter. Saat itu, Ciro Immobile mendapatkan hadiah penalti, namun lantaran intervesi VAR, penalti dibatalkan dan pertandingan berakhir menjadi skor 0-0.


Dan yang ketiga adalah ketika Piero Giacomelli mengkartumerahkan Immobile lantaran dianggap menanduk pemain Torino, Nicolas Burdisso. Bermain dengan 10 pemain, akhirnya mereka kalah 1-3 dari tim asal Turin tersebut.

Sebenarnya suara sumbang mengenai VAR tak hanya disuarakan oleh Inzaghi semata. Bahkan Manajer Juventus, Massimiliano Allegri pun mengecam kehadiran VAR yang tidak memberikan dampak apapun pada keputusan wasit.

"VAR diperkenalkan untuk mengurangi kontroversi dan justru hal itu meningkatkannya, mungkin karena kami warga Italia menyukainya. Kami mencari kontroversi ketimbang menganalisa pertandingan," ujar Allegri dikutip dari Firstpost.

Hal ini unik mengingat Juventus kini tengah memimpin klasemen pun merasakan bahwa pihak mereka pun merasa dirugikan.

Membela VAR

Meski demikian, tak semua pihak kontra dengan VAR, Manajer Inter Milan, Luciano Spalletti, mengungkapkan bahwa ia cukup puas dengan teknologi ini. Bahkan pelatih berkepala plontos itu mendorong agar penerapannya di musim depan.

“VAR adalah inovasi yang telah menghasilkan 90 persen keputusan yang tepat dan 10 persen keputusan yang salah. Sudah jelas bahwa kita perlu mengusahakan 10 persen itu untuk lebih baik lagi,” ujar Spalletti seperti dilansir Mediaset Premium.

VAR sendiri dinilai merupakan teknologi baru yang memang baru musim ini diterapkan sehingga masih perlu proses adaptasi. Bahkan penulis Football Italia, Giancarlo Rinaldi mengibaratkan penggunaan VAR dengan seorang kakek-kakek yang diberikan smartphone baru, perlu waktu untuk belajar dan memahami.

Bagaimana pun, kehadiran VAR tentu wajib disambut dengan gegap gempita. Bagaimanapun, tujuan penerapan teknologi ini adalah untuk mewujudkan sebuah pertandingan sepak bola yang adil bagi semua pihak.

Baca juga
Spanyol Terancam Gagal Ikut Piala Dunia 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Hafizh Membuat Sejarah di MotoGP

Hafizh Membuat Sejarah di MotoGP

TOPIC OF THE WEEK
Regenerasi Penting, Konsistensi Lebih Penting!

Regenerasi Penting, Konsistensi Lebih Penting!

TOPIC OF THE WEEK
Inilah Kunci Sukses Persija Juara

Inilah Kunci Sukses Persija Juara

TOPIC OF THE WEEK
Honda Dominasi Tes Pramusim Thailand

Honda Dominasi Tes Pramusim Thailand

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company