Pengajuan Paten Shimano Munculkan Kontroversi

Text : Adi Supriyatna | Editor: Dedi Hermawan | Media Source: Pinkbike | 18 February 2018

Paten Shimano Munculkan Kontroversi

SPORTKU.COM

Shimano baru-baru ini mengajukan permohonan ke Kantor Paten Amerika Serikat. Kenapa ya?

Paten tersebut nampak menguraikan sistem komponen elektronik yang saling terkait, seperti pada sistem menekan sebuah tombol yang menurunkan sadel dan travel suspensi serta peredaman otomatis yang bisa berubah.

Upaya Shimano tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar sepeda di AS. Diduga bahwa menurunkan sadel saat seseorang mulai jatuh ke dalam turunan tajam dapat secara otomatis meningkatkan travel dan mengurangi redaman kompresi pada garpu dan shock belakang sepeda. Hal itu dianggap sebagai versi elektronik pada dropper Trailsync milik BMC.

Upaya paten Shimano juga memunculkan perkiraan bahwa sebuah perusahaan perlu menetapkan preseden dan melindungi teknologi baru mereka. Sebuah pihak mungkin bisa memilah-milah aplikasi paten. Tapi sedikit yang tentang travel suspensi, shock dan interkoneksi sadel belakang yang terbukti dalam pengarsipan paten.

Baca juga:
GREG VAN AVERMAET PIMPIN TOUR OMAN

Baca juga:
CARI BIBIT UNGGUL, KRATINGDAENG GELAR BALAP SUPERCROSS

Dilaporkan, Pinkbike, Shimano belum pernah menjadi perusahaan yang berani menghadapi kontroversi. Jadi hal itu mengejutkan terkait tanggapan mereka saat diminta pernyataan resmi tentang hak paten tersebut.

"Shimano terus mengembangkan produk baru. Tapi tidak mengomentari rumor, sindiran atau spekulasi tentang produk apakah mereka yang masih dalam pengembangan atau tidak," demikian pernyatan Shimano.

Shimano sepertinya memang tidak ingin menyembunyikan inovasi teknologi listrik mereka. Shimano telah memulai debutnya dengan Di2 untuk road bike pada tahun 2009 dan meluncurkan e-XTR pada tahun 2014. Tapi teknologi tersebut belum mampu mengubah permainan di segmen off road atau MTB.

Demikian juga dengan suspensi yang diaktifkan secara elektronis. Mereka sudah ada sejak lama. K2 memiliki "Smart Shock" pada tahun 1997. Fox meluncurkan suspensi iCD elektroniknya pada tahun 2012. Magura juga telah memiliki suspensi yang dilengkapi acceleromator selama bertahun-tahun.

Tapi mendapatkan komponen suspensi untuk "berbicara" dengan komponen non-suspensi? Itu adalah trik baru. Paten tersebut menunjukkan bahwa hal itu mungkin akan segera menjadi kenyataan.

Tapi hak paten secara tidak langsung menimbulkan pertanyaan lain: Apakah tempat dropper elektronik Shimano bisa berkomunikasi dengan suspensi Shimano? Akankah Shimano menjadi pemain utama di fork dan shock belakang?

Bila Anda menganggap bahwa pesaing terbesar Shimano, SRAM, yang terjebak jauh ke dalam “kue” suspensi, tampaknya aneh bila Shimano akan terus menjauh dari bisnis tersebut. Mungkinkah ini saatnyabagi Shimano untuk masuk dalam bidang suspensi yang diaktifkan secara elektronis, yang "berbicara" dengan e-dropper post mereka?

Kita tunggu saja bersama kelanjutannya.

Paten  Shimano (Shimano)
pengajuan-paten-shimano-munculkan-130709071bfe51f.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Editor: Dedi Hermawan | Media Source : Pinkbike | 18 February 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Porsche Versi Diesel Terbaru

Porsche Versi Diesel Terbaru

ATPM
BMW Motorrad Pamerkan Fitur Baru

BMW Motorrad Pamerkan Fitur Baru

BUSINESS & TECHNOLOGY
Silaturahim McLaren Jakarta

Silaturahim McLaren Jakarta

ATPM
Suzuki Peduli Mudik 2018

Suzuki Peduli Mudik 2018

ATPM

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company