Memahami Kritik Membangun Mario Gomez kepada Persib

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Facebook Mario Gomez | Editor: Dedi Hermawan | 4 March 2018

SPORTKU.COM

Meski berstatus sebagai orang baru di Persib, namun Mario Gomez dikenal vokal terhadap kebijakan manajemen klub, mengapa?

Akhir tahun 2017 lalu, Persib melakukan gebrakan dengan mendatangkan pelatih dengan reputasi dunia, Roberto Carlos Mario Gomez. Pelatih asal Argentina itu merupakan manajer yang sukses mengantarkan tim asal Malaysia, Johor Darul Ta'zim sukses menjuarai Piala AFC pada tahun 2015 —prestasi yang mengubah sepak bola Malaysia.

Selain gelar Piala AFC, Mario Gomez juga sukses membawa Johor merajai semua turnamen yang ada di Malaysia. Tak heran, dengan rentetan prestasi yang tersemat di CV-nya itu, kehadiranya di Persib diharapakan sebagai jaminan prestasi.

Sejauh ini, mario Gomez belum menunjukan prestasi yang berarti bagi Persib. Di turnamen pra musim Piala Presiden 2018, Tim berjuluk Maung Bandung gagal menunjukan penampilan gemilang dengan hanya mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan.

Hal itu diperparah dengan fakta bahwa mereka hanya sanggup menciptakan satu gol di turnamen tersebut. Untungnya, nasib Mario Gomez di Persib masih aman. Tidak seperti Gomes de Olivera yang akhirnya dipecat oleh Madura United lantaran gagal mengantarkan klub asal Madura itu tampil impresif di pertadningan pra musim tersebut.

Meski status Mario Gomez di Persib dianggap tidak aman, namun mantan pelatih Gimnasia Jujuy justru melakukan perbuatan yang seolah-olah berkonfrontasi dengan jajaran manajemen klub. Hal itu bahkan ditunjukan saat pertama kali datang menginjakan kaki di Bandung.

Hal pertama yang dilakukan adalah Mario Gomez mengkritik manajemen Persib lantaran tim tak memiliki tempat latihan sendiri. Padahal, menurut pelatih 61 tahun itu, tim yang diasuhnya itu merupakan tim nomor satu di Indonesia.

Persib sendiri memang selama ini kerap berpindah-pindah dalam latihan, mulai dari lapangan Seskoad, Lodaya, bahkan kadang di Ciujung yang tempatnya tak layak untuk latihan. Bahkan di musim ini, mereka terancam bermain di luar Bandung.

Alhasil, Perib menambah beban biaya dengan mengadakan training camp (TC) atau pemusatan latihan di banyak kota, salah satunya di Yogyakarta. Alih-alih berpindah-pindah, Gomez lebih senang bila melatih di satu tempat dan terpusat.

Mungkin bagi saya ketika kalah masih bisa berlanjut tapi untuk pemain dan Persib ini penting dan tidak ada yang peduli. Ini opini saya setelah 40 hari berada di sini tapi tidak ada yang mau mendengar," ungkap Mario Gomez seperti dikutip dari Bola Sport.

Baca juga
Teco Pelepas Dahaga Trofi Persija?

Belum selesai masalah saol latihan, Mario Gomez lagi-lagi membuat gaduh dengan curhat kepada media terkait keenganan manajemen Persib mengabulkan keinginannya untuk mendatangkan pemain yang diinginkan.

Persib sejauh ini memang sudah kedatangan banyak pemain baru di antaranya, Eka Ramdani, Airlangga Sucipto, Bojan Malisic, Oh In-kyun, Victor Igbonefo , Muchlis Hadi Ning dan Ghozali Siregar. Sebelumnya mereka juga sukses mempertahankan Ezechiel N'Douassel dan Michael Essien.

Meski demikian, Gomez menganggap bahwa pemain-pemain yang didatangkan bukanlah pemain opsi pertama yang dirinya inginkan. Misalnya, di awal musim, ia ingin merekrut Andik Vermansyah, namun justru merekrut Oh In-Kyun.

Begitu pula keinginan untuk merekrut duo Argentina, Jorge Pereyra dan Jonathan Baumann yang hingga tulisan ini dipublish pada Minggu (4/3) belum juga diinginkan. Padahal Mario Gomez ngonton ingin merekrut dua atau salah satu dari pemain tersebut sebagai upaya untuk menambah daya serang Persib yang dalam beberapa musim buruk.

Tak lama, Persib yang kini tengah melakoni laga tur pun lagi-lagi mendapatkan kritik dari Mario Gomez. Mantan asisten pelatih Hector Cuper itu menghimbau kepada manajemen bahwa pemain berhak mendapatkan match fee dari laga yang mereka ikuti.

Hal ini berpatokan pada tim-tim Eropa yang tak hanya klub, tapi juga pemain kecipratan uang hasil dari pertandingan persahabatan itu. Apalagi, menurut Gomez uang pemasukan klub cukup besar dari tiket penjualan.

"Ini soal uang dan kami tim besar. Sebagai contoh, kalau Inter Milan datang kesini Anda harus bayar. Begitu pula kalau mengundang Persib harus mengeluarkan uang. Kalau pemain kami tidak mendapat banyak uang ketika diundang ke suatu tempat itu cukup, tidak akan ada lagi,” kata Mario Gomez dinukil dari Tribunnews.

Kritik Membangun Gomez

Dari kritik yang dilontarkan oleh Mario Gomez menjadi signal bahwa sepak bola Indonesia saat ini memang masih jauh dari kata profesional. Bahkan, Persib yang kelasnya merupakan tim favorit juara masih dikelola dengan cara yang amatir.

Persib yang tak memiliki lapangan latihan sendiri memang sudah menjadi rahasia umum. Namun, tak hanya persib yang seperti ini, hampir semua tim di Indonesia bahkan masih menyewa lapangan alih-alih membangun tempat latihan terpusat.

Tak usah jauh-jauh, Timnas Indonesia pun sebenarnya tak memiliki tempat pemusatan latihan sendiri. Mereka kerap menyewa di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang atau di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta.

Keberandaan tempat latihan yang baik tentu menjadi salah satu syarat mengapa pemain asing mau bermain di klub tersebut. Barangkali, kegagalan Persib merekrut pemain yang diinginkan adalah lantaran mereka tak ingin bermain lantaran tidak adanya fasilitas yang memadai.

Ke depannya, mungkin nyanyian Mario Gomez bisa lebih sering terdengar, bahkan mungkin bisa lebih nyaring. Seharusnya, hal ini bisa dipahami bahwa yang dilontarkan sang pelatih adalah demi kemajuan sepak bola Indonesia dan kita seharusnya berterima kasih kepadanya.

Baca juga
Patrick Cutrone, Kartu AS AC Milan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Facebook Mario Gomez | Editor: Dedi Hermawan | 4 March 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Timnas Putri Indonesia Cetak Sejarah

Timnas Putri Indonesia Cetak Sejarah

FOOTBALL
Ketemu Laos, Indonesia Wajib Menang

Ketemu Laos, Indonesia Wajib Menang

FOOTBALL
Janji Timnas Indonesia di HUT-RI

Janji Timnas Indonesia di HUT-RI

FOOTBALL
Timnas Putri Indonesia Tekuk Maladewa

Timnas Putri Indonesia Tekuk Maladewa

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company