Roger Bannister, Atlet Lari Pemecah Rekor Tutup Usia

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : BBC/Wikipedia | Editor: Andi Wahyudi | 5 March 2018

Legenda Atlet Roger Bannister Berpulang

SPORTKU.COM

Sir Roger Bannister, atlet lari jarak menengah pertama dengan rekor di bawah empat menit, meninggal dunia pada usia 88 tahun.

Bannister merangkum waktu tiga menit 59,4detik, tercetak di papan skor lapangan olahraga Iffley Road, Oxford pada 6 Mei 1954. Rekor ini hanya tercatat selama 46 hari namun prestasinya tercatat manis dalam sejarah atletik. Selain rekor tersebut, Bannister juga memenangkan medali emas pada tahun yang sama di Commonwealth Games 1954. Dalam kiprah hidupnya ia kemudian menjadi dokter ahli saraf terkemuka.

Bannister didiagnosa menderita penyakit Parkinson pada tahun 2011. Sebuah pernyataan dari keluarganya mengatakan, "Sir Roger Bannister, yang berada di Oxford pada 3 Maret, berusia 88, dikelilingi oleh keluarga yang dicintai olehnya dan juga keluarga yang sangat mencintainya".

Presiden IAAF Lord Coe, yang mencetak rekor mil dunia 3: 47.33 pada tahun 1981, mengatakan, "Ini adalah hari kesedihan yang luar biasa baik bagi bangsa kita maupun bagi kita semua dalam dunia olahraga. Tidak ada satu atlet pun yang tidak terinspirasi oleh Roger dan prestasi baiknya  di dalam maupun di luar track".


Bannister memandang olah raga lari sebagai sesuatu yang harus dilakukan diwaktu luangnya saat menempuh studi di fakultas Kedokteran Pembroke College Oxford dan berhasil membawanya mencapai rekor tersebut.

Bannister dipilih masuk tim Inggris untuk Olimpiade London 1948. Namun ia menolak karena merasa tidak siap bersaing pada level itu. Ia baru terjun di Olimpiade Helsinki 1952, dimana dia membuat sebuah rekor baru Inggris dan menempati posisi keempat pada final nomor 1500 meter.

Bannister, yang menggunakan pengetahuan medisnya untuk merancang latihannya sendiri dan menyelidiki aspek mekanis dalam pelaksanaannya, menjadi atlet pertama yang mencetak rekor di bawah empat menit dan dua kali mendekati pencapaiannya pada tahun 1953.

Atlet AS David Wesley Santee dan John Landy dari Australia adalah dua atlet yang juga mengincar target kemenangan ketika akhirnya Bannister meraih prestasi di musim semi pada 6 Mei 1954. Dalam kiprah karir atletiknya Bannister memiliki dua pesaing yaitu Sir Christopher Chataway yang mengalahkan dirinya dalam BBC Sports Personality of the Year Award pada 1954 dan Chris Brasher, seorang atlet yang juga salah satu pendiri London Marathon. Kini keduanya telah lebih dulu meninggalkan Banner, dimana Chataway tutup usia di tahun 2014 karena kanker dan Brashner di tahun 2003.

Pada akhir tahun 1954, Bannister pensiun dari dunia atletik untuk sepenuhnya merampungkan studi medisnya dan kemudian menjadi dokter ahli saraf. Dia terus aktif berlari sampai akhirnya ia mengalami patah kaki pada tahun 1975, tahun dimana ia memperoleh gelar kebangsawannanya. Pada tahun 2014, dalam sebuah wawancara dengan BBC, Bannister mengatakan bahwa ia terserang Parkinson.

"Saya telah melihat dan merawat, pasien dengan gangguan neurologis dan gejala lainnya. Hal ini tak membuat saya terkejut saat kini harus mengalami penyakit ini. Ini adalah hal almiah yang harus terjadi dan sebuah ironi yang harus dilewati," katanya saat itu.

 

Baca Juga:
Kakek 99 Tahun Pecahkan Rekor Renang Dunia
Resmi, Usain Bolt Jadi Pesepak Bola di Laga Amal

 

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : BBC/Wikipedia | Editor: Andi Wahyudi | 5 March 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Ambarawa Heritage Run 2018

Ambarawa Heritage Run 2018

RUNNING
BFI Finance Gelar Lomba Lari

BFI Finance Gelar Lomba Lari

RUNNING
Gelaran Anyo Charity Run 2018

Gelaran Anyo Charity Run 2018

RUNNING
BFI Run Siap Digelar April

BFI Run Siap Digelar April

RUNNING

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company