Perbedaan Menyetir FWD Dan RWD untuk Harian

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Indian Cars | Editor: Andi Wahyudi | 8 March 2018

SPORTKU.COM

Sistem penggerak mobil roda depan memiliki cara kerja dan karakteristik yang tentunya berbeda dengan penggerak roda belakang.

Penggerak mobil roda depan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Front Wheel Drive (FWD) dengan penggerak roda belakang, Rear Wheel Drive (RWD) memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk di ranah balap, pengendalian mobil penggerak depan dan penggerak belakang memiliki penanganan yang berbeda. Pebalap harus bisa mengatur kelenturan mobil saat bermanuver.

Namun untuk berkendara harian, pengendalian mobil dengan penggerak depan dan belakang bisa dikatakan tidak begitu berpengaruh. Karena pada dasarnya, untuk pengendara harian, pengemudi lebih ke arah penyesuaian kesukaan mereka dengan sistem penggerak tersebut. Lebih suka mobil tarikan belakang, atau mobil dengan penggerak roda depan.

Mengenai mobil yang menggunakan sistem FWD dan RWD banyak kita jumpai di jalan raya, seperti (FWD) Suzuki Ertiga, Toyota Calya, Nissan Grand Livina, (RWD) Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Wuling Confero, dan masih banyak lagi.

Anjasara Wahyu, peslalom yang tahun lalu membawa pulang gelar Juara Nasional Kelas A, memiliki pandangan tersendiri mengenai cara mengemudi harian antara FWD dan RWD yang menurut ia sebenarnya basic nya sama saja.

Biasanya untuk kemudi/setir yang dimiliki oleh FWD cenderung lebih berat atau terasa 'ketarik' saat melintasi medan yang berbelok-belok. Hal tersebut dikarenakan tenaga yang dihasilkan mesin ditransfer ke roda depan dan memiliki kecenderungan untuk understeer. "FWD memiliki kecenderungan untuk understeer, dan menyebabkan ban depan lebih cepat habis karena traksi ada di bagian roda depan," kata Anjasara.

Baca Juga :
Apa Itu Aero Rakes F1?

Traksi sendiri merupakan gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan tanpa mengalami slip.

Sedangkan untuk karakter mobil dengan penggerak roda belakang, lebih cenderung ke arah oversteer, hal ini disebabkan karena traksi yang dihasilkan pada ban belakang menyebabkan kemudi/setir menjadi lebih enteng dibandingkan FWD.

Anjasara kembali menambahkan, bahwa untuk FWD dan RWD juga memiliki plus minus ketika menempuh jalur yang berbelok.

"Jika FWD dan RWD dilakukan dengan cara normal, artinya mengemudi untuk harian bukan untuk balap, keduanya memiliki cara kerja yang mirip. Pastinya untuk FWD akan lebih stabil ketika bermanuver, karena traksi ada di roda depan," jelasnya.

Baca Juga :
Ini Kunci Kemenangan Bali United

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Indian Cars | Editor: Andi Wahyudi | 8 March 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Tiga Faktor Penting Berkendara Jauh

Tiga Faktor Penting Berkendara Jauh

DID U KNOW
Pentingnya Mengerti Teknik Defensive Driving

Pentingnya Mengerti Teknik Defensive Driving

DID U KNOW
Tips Packing Barang Mudik

Tips Packing Barang Mudik

DID U KNOW
Mudik Menggunakan Kendaraan LCGC

Mudik Menggunakan Kendaraan LCGC

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company