Zarco, Jangan Dianggap Remeh!

Text : Suhartono | Photo / Video : Tech3 | Editor: Andi Wahyudi | 13 March 2018

SPORTKU.COM

Johann Zarco kini menjadi salah satu pesohor di jajaran pebalap MotoGP. Meski dia hanya sebagai pebalap satelit, bukanlah dari pabrikan.

Nama Zarco mulai mentereng sejak dirinya disebut-sebut akan naik ke Kelas MotoGP pada tahun 2016 lalu. Hingga akhirnya kebenaran berita tentang masuknya Zarco di MotoGP menjadi kenyataan setelah melakukan teken kontrak dengan Monster Yamaha Tech3.

Sebelum akhirnya berlabuh ke Monster Yamaha Tech3, Zarco juga dilirik oleh pabrikan Suzuki. Bahkan Suzuki sempat memberikan kesempatan kepada Zarco untuk tes motor MotoGP Suzuki GSX-RR. Zarco kala itu juga didaftarkan Suzuki untuk balapan di Suzuka 8 Hours. Namun dia mengundurkan diri karena kecewa setelah Suzuki mengontrak Alex Rins untuk menemani Andrea Iannone berkiprah di MotoGP 2017.

Masuknya Zarco ke MotoGP juga tanpa sebab. Pebalap asal Perancis ini telah lama membalap di kelas menengah Moto2. Tercatat dirinya memulai debutnya di Moto2 pada tahun 2012 hingga berakhir pada musim 2016. Zarco juga menjadi Juara Dunia Moto2 pada tahun 2015 dan 2016 dengan motor balap Kalex.

Awalnya memang banyak yang meragukan Zarco ketika dihadapkan dengan para pesaingnya di Kelas MotoGP. Dia sempat dicap 'terlalu tua' oleh beberapa orang dan bahkan penggemar setia Zarco. Ya, Zarco pada saat itu sudah berusia 26 tahun. Tak banyak pula yang berpikir Zarco akan bisa meraih podium selama satu musim penampilannya.

Akan tetapi semua keraguan itu bisa dipatahkan oleh Zarco. Pebalap kelahiran 16 Juli 1990 itu memulai debutnya di MotoGP dengan gebrakan luar biasa. Dalam sekejap lampu yang padam di seri pembuka MotoGP 2017 di Qatar, Zarco melepaskan sebuah peringatan kepada orang-orang yang telah meragukannya.

Baca Juga
Jadwal Jam Tayang MotoGP 2018 di Indonesia (Infografis) 

Zarco saat itu langsung bisa memimpin jalannya lomba di Sirkuit Losail dan terus memperpanjang keunggulannya sampai terjadi sebuah kecelakaan di lap enam. Seketika harapan Zarco berakhir tentang apa yang bisa menjadi satu dari debut MotoGP terbaik sepanjang masa.

Tak berhenti di situ. Sebuah kecelakaan yang merenggut momen terbaik Zarco tak menjadi alasan baginya untuk kendur. Justru hal itu membuatnya semakin beringas di seri-seri berikutnya. Zarco tampak menjadi salah satu pesaing terkuat. Bukan hanya diantara para pebalap rookie, namun juga menjadi ancaman para rider dari tim pabrikan seperti para pembesut Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Zarco memang mengalami kemunduran dalam tiga balapan berikutnya. Namun dia bisa bisa finish di posisi 5 teratas di Argentina, Austin dan Jerez. Dan itu adalah bukti bahwa penampilan Zarco di Qatar bukanlah suatu kebetulan. Dan saat balapan tiba di tanah airnya untuk Seri 5 di Sirkuit Le Mans, sebuah basis penggemar baru telah terbentuk. Ya, Zarco disambut suka cita oleh para fans fanatiknya.

Sebuah fenomena baru, Perancis memiliki pebalap yang bisa menjadi andalan mereka sebagai tuan rumah MotoGP. Di hadapan para penggemarnya, Zarco tampil liar. Dirinya berhasil finish di posisi kedua. 

Baca Juga
5 Fakta Tersembunyi Casey Stoner, Nomer 5 Bikin Iri 

Pencapaian Zarco membuat kerumunan para penonton di Le Mans menciptakan atmosfir yang eksplosif. Mereka berpesta sampai malam. Hasil itu -podium pertama Zarco di MotoGP- membuat para pesaing Zarco mulai menyadari kemampuannya dan tak bisa dianggap remeh di seri-seri selanjutnya.

Pada seri-seri berikutnya, Zarco masih bisa menjadi andalan kuat bagi skuat Monster Yamaha Tech3. Sering kali Zarco mengakhiri balapan di posisi top 10. Penampilan terburuknya hanya terjadi di Belanda (finish 14), Republik Ceko (finish 12), dan di San Marino (finish 15).

Akan tetapi, di dua seri akhir MotoGP 2017. Zarco kembali lagi dengan sihir kuatnya. Tampil di MotoGP Malaysia, Zarco berhasil memarkirkan motornya di podium 3. Lalu saat balapan berlangsung di Valencia, Zarco bahkan tampil lebih baik dengan menjadi runner up. Zarco pun mengakhiri musim 2017 di peringkat 6 dengan 174 poin. Dia menjadi pebalap satelit terbaik.

Zarco sukses menyabet gelar Rookie of The Year 2017. Masuk akal jika gelar itu disematkan kepada Zarco. Karena dia memang pantas menyandang status barunya sebagai pebalap pendatang baru terbaik. Lebih baik dari Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow yang ada di belakangnya.

Johann Zarco telah menunjukkan kepada dunia, tidak menutup kemungkinan pebalap dari tim satelit bisa menjadi juara dunia. Kita tunggu saja aksi-aksi Zarco di MotoGP 2018.

Baca Juga
Siapa Pencetus Motorhome di MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : Tech3 | Editor: Andi Wahyudi | 13 March 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Yamaha MotoGP Resmi Berganti Nama

Yamaha MotoGP Resmi Berganti Nama

MOTOGP
Pedrosa, Si Juara Tanpa Mahkota

Pedrosa, Si Juara Tanpa Mahkota

MOTOGP
Lorenzo Akui Salah Setting

Lorenzo Akui Salah Setting

MOTOGP
Rossi Berikan Penghargaan Untuk Folger

Rossi Berikan Penghargaan Untuk Folger

MOTOGP

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company