Juergen Klopp Kembalikan DNA Eropa Liverpool

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 16 April 2018

Klopp Kembalikan DNA Eropa Liverpool

SPORTKU.COM

Kesuksesan Liverpool yang mampu melaju ke semifinal Liga Champions musim ini memang tidak lepas dari tangan dingin Juergen Klopp.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih pada Oktober 2015 lalu menggantikan Brendan Rodgers, Klopp memang membawa angin segar ke Anfield. Perlahan tapi pasti The Reds dibawanya kembali ke level atas setelah terpuruk di tangan Rodgers.

Hal itu terbukti karena Liverpool mampu mencapai final Piala Liga di akhir musim saat dirinya ditunjuk melatih, meski pada akhirnya takluk dari Manchester City dengan skor 1-3. Kemudian, di Eropa, pelatih asal Jerman itu berhasil membangkitkan semangat Liverpool setelah mengantarkan tim Marseyside ke final Liga Europa.

Tapi, lagi-lagi di partai puncak mereka harus mengakui keunggulan lawan setelah takluk dari Sevilla. Memang di musim, 2016/2017 penampilan Liverpool kerap tidak konsisten. Namun, di akhir musim mereka pada akhirnya bisa mendapat tiket Liga Champions untuk pertama kali sejak 2014/2015 setelah finish di urutan empat klasemen akhir.

Baca Juga:
Playoff NBA Dipenuhi Pebasket Internasional

Klopp sukses menghentikan dominasi Bayern pada 2011 dan 2012

juergen-klopp-24820f39407c692.jpg

Memimpin Liverpool untuk pertama kali di Liga Champions musim ini, Klopp seolah menunjukkan daya magisnya. Mereka berhasil finish di urutan pertama grup E dengan mencatatkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.

Luar biasanya, di fase grup Mohamed Salah dkk mampu mencatatkan 23 gol dan hanya kebobolan enam kali. Dan di fase 16 besar tanpa kesulitan berarti mereka bisa menyingkirkan wakil Portugal, FC Porto dengan agregat 5-0.

Kemudian, tantangan sebenarnya datang di perempat final karena bertemu pemuncak klasemen sementara Premier League, Manchester City. Banyak yang memprediksi bahwa langkah The Reds akan terhenti di babak ini karena lawan yang mereka hadapi adalah City.

Tetapi, seolah ingin membalikkan prediksi banyak orang. Liverpool berhasil menghancurkan armada Pep Guardiola dengan agregat 5-1. Pencapaian tersebut jelas sangat luar biasa, apalagi lawan mereka tengah bagus-bagusnya di liga domestik. Dan skuat Liverpool saat ini pun tidak banyak diisi banyak nama besar sebenarnya.

Poin terakhir yang disebutkan di atas memang menjadi kekuatan utama Klopp. Tentu Anda masih ingat bagaimana Borussia Dortmund berhasil dibawanya menghentikan dominasi Bayern Muenchen di Bundesliga dua tahun beruntun pada 2011 dan 2012.

Dengan skuat yang tidak memiliki nama besar, Dortmund mampu tampil kolektif serta spartan di atas lapangan. Siapa yang kenal dengan nama seperti Robert Lewandowski, Shinji Kagawa, Ilkay Gundogan, Marco Reus, serta Mario Goetze kala itu.

Mereka semua adalah nama-nama baru yang muncul di era Juergen Klopp. Nyatanya, dengan pemain-pemain tersebut, Die Borussen dua kali berjaya di tanah Jerman. Yang paling hebat tentu saja saat Dortmund mampu melangkah ke final 2013 lalu meski akhirnya takluk dari Bayern Muenchen.

Klopp sukses menularkan semangat kepada setiap tim yang dilatih

juergen-klopp-92396c51bed12fa.jpg

Memang gaya sepak bola yang dianut Klopp memberikan imbas sangat positif kepada performa Liverpool saat ini. Sepak bola heavy metal ala Klopp saat menyerang serta gegenpressing ketika kehilangan bola membuat para pemain selalu bergerak enerjik dan cepat.

Pep Guardiola yang disebut sebagai manajer terbaik di dunia pun merasakan sendiri. Ia bahkan menjadi 'korban' paling banyak dari sepak bola ala Klopp ini. Ketika pertama kali bertemu saat melatih Bayern, Pep pun tak segan melontarkan pujian kepada Klopp.

"Saya banyak belajar di Jerman saar momen pertama saya melawan Klopp. Saya baru saja tiba di sana dan hasilnya luar biasa. Itu jadi pelajaran bagus untuk saya dan jujur sangat sulit menghadapi lawan yang seperti itu," aku Pep.

"Ketika berbicara mengenai gaya sepak bola heavy metal saya sepenuhnya paham pasti sangat agresif. Bagi penonton dan fans itu sangat bagus," sambungnya.

Klopp memang berbeda, gayanya yang meledak-ledak di pinggir lapangan menggambarkan cara bermain Liverpool saat ini yang sangat cepat dan tidak perlu berlama-lama menguasai bola.

"Saya tidak suka bermain dengan penguasan bola yang terlalu banyak dan melakukan banyak operan seperti sebuah orkestra. Saya lebih menyukai heavy metal yang selalu kencang. Sepak bola bukanlah catur jadi harus bergerak cepat dan sangat kuat," ujar Klopp menjelaskan filosofinya.

Ya, itulah sosok Juergen Klopp. Pria agresif namun mampu mentransfer energi tersebut kepada tim yang diasuhnya. Kini, penggemar Liverpool di seluruh dunia tentu berharap bahwa tim kesayangannya bisa kembali berjaya di Eropa bersama Klopp. Dan untuk menggapai mimpi tersebut mereka terlebih dulu harus menyingkirkan AS Roma yang menjadi lawan di semifinal.

Baca Juga:
Eusebio Di Francesco, Sosok Jenius Dari Pescara

Baca Juga:
Bola Mati Kunci Sukses Persija

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 16 April 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Ronaldo Datang, Higuain Ditendang?

Ronaldo Datang, Higuain Ditendang?

FOOTBALL
Salah 'Paksa' Alisson ke Liverpool

Salah 'Paksa' Alisson ke Liverpool

FOOTBALL
Kante, Sosok Sederhana Kunci Prancis

Kante, Sosok Sederhana Kunci Prancis

WORLD CUP
Neymar Bertahan di PSG!

Neymar Bertahan di PSG!

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company