Mudik Pakai Motor, Perhatikan Kondisi Ban

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 30 May 2018

SPORTKU.COM

Mudik atau pulang kampung menjadi tradisi masyarakat Indonesia jelang Idul Fitri pada setiap tahunnya.

Diprediksi, para pemudik di Idul Fitri 1439 Hijriah masih banyak yang akan melakukannya dengan sepeda motor. Meski pemerintah menghimbau untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor, tapi tetap saja para pemudik ada yang memilih menggunakan sepeda motor dengan berbagai alasan tersendiri.

Jika memilih untuk mudik menggunakan sepeda motor, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan secara matang. Fisik yang prima menjadi hal utama bagi para bikers yang akan melakukan mudik atau perjalanan jarak jauh.

Selain itu, kendaraan atau sepeda motor juga harus dalam kondisi 'sehat'. Salah satu yang juga harus mendapat perhatian khusus adalah ban. Ban merupakan bagian yang langsung bersentuhan dengan aspal, untuk itu jangan sepelekan kondisi ban yang akan digunakan untuk perjalanan mudik.

Sebelum melakukan perjalanan mudik, pastikan kondisi ban masih layak pakai. Ban yang baik ditandai dengan tidak retak-retak dan masih jauh dari batas TWI (tire wear indicator). Cek tekanan angin secara rutin baik sebelum maupun selama perjalanan mudik. Pemudik juga sebisa mungkin menghindari untuk membawa beban yang terlalu berat.

Baca Juga
5 Rekor Baru WSBK Inggris 2018

"Untuk ban reguler FDR tekanan anginnya adalah 29 +/-2 Psi untuk ban depan, ban belakang 33 +/-2 Psi. Hindari membawa beban yang terlalu berat. Beban maksimal tiap ban berbeda berdasarkan jenis motor dan peruntukannya," ungkap Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept. Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban FDR.

Selain itu, pemudik juga harus memperhatikan kondisi ban, bila sudah tak layak pakai ada baiknya diganti dengan yang baru. Sangat berisiko jika tetap mempertahankan ban yang tidak layak pakai untuk perjalanan jauh. Beli ban baru dan ganti ban lama yang tidak layak pakai demi safety riding selama perjalanan jauh atau mudik. Ketika membeli ban baru juga jangan sembarangan.

"Ukuran ban sesuaikan dengan standar motornya. Masih rekomendasi untuk naik atau turun 1 tingkat. Pilih ban dengan pattern yang reguler atau harian. Patter yang  cocok untuk dipakai jalan kering dan basah. Hindari pemakaian pattern minimalis, seperti ban racing khusus jalan kering," imbuh Jimmy.

Untuk ban FDR sendiri memiliki banyak pilihan yang bisa diandalkan pada jalanan kering maupun basah. Seperti FDR Sport XR Evo, FDR Genzi Pro, FDR Blaze, FDR Flemino, dan FDR Sport Zevo untuk varian ban tubelessnya. Sedangkan untuk varian tubetype ada FDR Flemmo Pro, FDR Spartax, FDR Raven, dan FDR City Force.

Terakhir jangan sampai tergoda untuk membeli ban dengan harga murah. “Pastikan lot produksinya masih baru, untuk menjamin bahwa ban tersebut masih layak pakai,” pungkas Jimmy.

Baca Juga
Pindah ke MotoGP, Joan Mir Tertarik dengan Suzuki?
Mampukah Juventus Mencari The Next Buffon

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 30 May 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Perbedaan Compound Ban Balap

Perbedaan Compound Ban Balap

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company