Alasan Leroy Sane Didepak dari Timnas Jerman

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Ooduavoice | Editor: Andi Wahyudi | 13 June 2018

SPORTKU.COM

Leroy Sane dianggap tidak layak bergabung dengan timnas Jerman di putaran final Piala Dunia 2018 mendatang.

Joachim Low membuat keputusan tak populer dengan mencoret nama Leroy Sane dalam daftar 23 pemain yang akan ia bawa ke Piala Dunia 2018. Tak heran bila publik pun terpecah menjadi dua dalam kubu pro dan kontra.

Sane bagaimanapun telah menunjukan penampilan yang luar biasa bersama Manchester City sepanjang musim ini. Pemain berusia 22 tahun itu tampil tak tergantikan bersama klub kontestan Liga Primer Inggris tersebut dengan berlaga sebanyak 49 pertandingan dengan mencetak 14 gol dan 19 assist di semua kompetisi.

Di akhir musim, Sane pun mampu memberikan dua gelar bagi City, yakni gelar Piala Liga Inggris dan Liga Primer Inggris. Atas kontribusinya yang besar itu, pemain yang berposisi sebagai sayap kiri itu pun meraih gelar individu berupa pemain muda terbaik Liga Inggris versi PFA.

Tak hanya itu, Sane yang tampil sebanyak 3.618menit di musim 2017/2018 lalu juga masuk dalam nominasi pemain terbaik Liga Inggris—gelar yang akhirnya disabet oleh Mohamed Salah yang merupakan top skor Liga Primer Inggris.

Dengan reputasi mentereng tersebut, tentu menjadi sebuah kejutan bila Sane tak dibawa oleh Low ke Rusia. Pelatih yang sukses membawa Jerman juara Piala Dunia 2018 itu justru memilih punggawa Bayern Leverkusen, Julian Brandt untuk mengisi pos kiri Jerman.

"Itu adalah keputusan yang sangat dekat. Jika itu lomba 100 meter, itu akan menjadi foto finish," kata Low ketika memutuskan tak menggunakan jasa Sane di Piala Dunia 2018.

Istilah foto finish yang digukana Low sendiri adalah bila ada dua atau tiga orang yang melintasi garis finis sangat dekat. Bahkan saking dekatnya untuk membuktikan siapa pemenangnya dengan cara melihat hasil tangkapan foto.

Memang di posisi sayap kiri Jerman sendiri selain Brandt sudah terisi oleh Marco Reus dan Julian Draxler. Meski keduanya tak menampilkan permainan yang lebih baik dari pada Sane. Namun, kedua pemain tersebut lebih berpengalaman.

Reus tercatat telah tampil sebanyak 31 pertandingan dan mencetak sembilan gol. Meski gagal tampil bagi Jerman di Piala Dunia 2014, namun pengalamannya bermain di turnamen besar seperi Euro tentu baik untuk mental tim sepanjang turnamen berlangsung.

Baca juga
Soal Pelatih, Argentina Juaranya

Sementara, Draxler yang menjadi cadangan abadi di Paris Saint-Germain (PSG) itu sudah terbukti berjasa bagi Jerman di turnamen besar lantaran dirinya ikut andil ketika negaranya memenangkan gelar Piala Duna 2014 dan Piala Konfederasi 2017.

Sementara, Sane yang sudah menjalani debut di Timnas Jerman sejak tahun 2015 silam itu hanya tampil sebanyak 12 pertandingan dan tidak mencetak satu gol pun. Ia juga lebih sering turun ke lapangan sebagai pengganti.

Sane sendiri sebelumnya bisa saja mencuri perhatian Low ketika namanya dipanggil untuk memperkuat Jerman di Piala Konfederasi. Namun, mantan pemain Schalke itu justru lebih memilih operasi hidung—hal yang membuat sang pelatih tak senang kepadanya.

"Keputusan Sane untuk tidak ikut Piala Konfederasi 2017 untuk mengoperasi hidung tidak mungkin diterima oleh Joachim Loew. Mungkin memang dia belum matang untuk Piala Dunia 2018," tulis harian Jerman Sport Bild.

Selain itu, alasan tak terpakainya Sane di skuat Jerman lantaran ia dianggap pemain yang arogan. Bahkan hal tersebut langsung diutarakan langsung oleh pemain belakang andalan Der Panzer, Mats Hummels.

"Saat ini adalah generasi baru pemain sepak bola. Mereka memiliki perilaku yang berbeda terutama di sosial media," ujar Hummels dikutip dari Goal International.

"Para pemain muda banyak yang tidak berperilaku baik. Semuanya berjalan cepat saat ini. Saat ini seorang pemain baru satu pekan bergabung dengan tim nasional, sudah bertingkah seolah telah bermain selama tiga tahun," sambungnya.

Selain itu, bila Sane dipanggil. Tekanan justru menghampiri Low. Status bintangnya membuat sang pemain wajib diturunkan, meski sang pelatih lebih memilih untuk memainkannya menjadi cadangan. Maka keputusan untuk mencoretnya sejak semula dengan memilih Brandt—yang mungkin akan dicadangkan sepanjang gelaran Piala Dunia 2018—adalah keputusan terbaik alias win-sin solution.

Selain itu, Sane pun nyatanya berjiwa besar. Ia menerima keputusan pelatihnya itu dan memilih untuk mendoakan rekan-rekannya yang akan bertarung di Rusia pada 14 Juni-15 Juli 2018 mendatang.

"Terima kasih banyak atas semua pesan Anda yang mendukung saya sejak kemarin. Tentu saja, saya kecewa karena tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia," kata Sane seperti dikutip The Independent.

"Akan tetapi, saya harus menerima keputusan ini dan akan memberikan segalanya untuk bangkit dan lebih kuat di masa depan. Tidak ada doa terbaik untuk tim di Piala Dunia Rusia, ayo dapatkan gelar itu," sambungnya.

Baca juga
Line Up Pebalap Audi

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Ooduavoice | Editor: Andi Wahyudi | 13 June 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Kemenangan Terbesar di Piala Dunia

Kemenangan Terbesar di Piala Dunia

TOP 5
Lima Pemain Tertua Pildun

Lima Pemain Tertua Pildun

TOP 5
Sanggupkah Inggris Menangkan Piala Dunia?

Sanggupkah Inggris Menangkan Piala Dunia?

TOP 5
Demi Pildun, Mereka Membelot

Demi Pildun, Mereka Membelot

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company