Gagal di Piala Dunia 2018, Spanyol Harus Memulai Dari Nol

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 12 July 2018

Spanyol Harus Mulai Dari Nol

SPORTKU.COM

Kegagalan Spanyol di Piala Dunia 2018 ternyata menimbulkan pekerjaan rumah baru karena mereka kini harus memulai lagi dari awal.

Langkah Spanyol di Rusia memang hanya sampai 16 besar setelah kalah dari tuan rumah lewat adu penalti. Hal ini jelas menjadi kemunduran prestasi bagi La Furia Roja yang empat tahun sebelumnya juga hanya bertahan di babak grup saja.

Sebenarnya di babak kualifikasi, Spanyol bermain dengan sangat meyakinkan. Mereka terus mendulang kemenangan hingga akhirnya finis di urutan pertama kualifikasi zona Eropa. Kemudian, permasalahan muncul jelang Piala Dunia dimulai usai Julen Lopetegui dipecat sebagai pelatih. 

Hal itu tak lepas dari manuver Real Madrid yang diam-diam sudah mencapai kesepakatan dengan Lopetegui untuk menangani El Real mulai 2018/2019 mendatang. Ingin mencari pelatih dengan cepat, maka Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menunjuk Fernando Hierro sebagai arsitek dadakan bagi Sergio Ramos Cs. Ditunjuknya Hierro sejak awal juga sudah diragukan karena ia tercatat belum pernah melatih secara profesional sebelumnya.

Mimpi buruk akhirnya menjadi kenyataan karena juara dunia 2010 tersebut harus tersingkir sangat awal, padahal mereka melawan Rusia yang secara teknis jauh di bawah mereka. Masalah tidak berhenti sampai di situ, kini Spanyol jelas harus mencari solusi untuk menyusun ulang kerangka tim yang mulai tergerus secara usia.

Nama-nama seperti Gerard Pique, Sergio Ramos, Andres Iniesta, David Silva, Sergio Busquets, dan Jordi Alba saat ini sudah memasuki usia kepala tiga. Jelas tanda-tanda ini menjadi alarm berbahaya sebab pemain yang disebutkan tadi merupakan andalan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

Melakukan regenerasi jelas menjadi hal utama yang dilakukan RFEF untuk menghadirkan prestasi yang hilang beberapa tahun ke belakang. Karena bisa diingat bagaimana Spanyol menguasai dunia dengan dua gelar Piala Eropa (2008 dan 2012) serta Piala Dunia (2010).

Permainan umpan pendek cepat yang mematikan dipadukan dengan serangan yang sangat berbahaya ke lini pertahanan lawan harus terus dipertahankan sebagai ciri tim matador ini. Tidak seperti di Piala Dunia 2018 di mana mereka hanya memutar bola di tengah tanpa tujuan jelas. 

Sekarang, mereka sudah menunjuk Luis Enrique sebagai pelatih anyar Spanyol. Harapan baru pun muncul karena Enrique punya rekor luar biasa sangat menangani Barcelona dengan catatan sembilan gelar bergengsi. Memang tidak mudah untuk menemukan pengganti pemain sekaliber Iniesta, Sergio Ramos, atau Busquets. Namun, regenerasi kini menjadi satu-satunya cara membangkitkan kejayaan Spanyol agar kembali ditakuti di dunia. 

Karena jika tidak, publik Spanyol harus siap melihat timnas mereka kering prestasi seperti 20 tahun ke belakang saat mereka dicap menjadi tim yang hebat di babak kualifikasi saja. Era baru Spanyol bersama Enrique pun siap dimulai saat mereka menghadapi UEFA Nations League yang akan digelar September mendatang, setelahnya kualifikasi Piala Eropa 2020 siap menanti pada awal 2019 mendatang. 

Baca Juga:
Rekor dan Sejarah Untuk Kroasia

Baca Juga:
Mampukah Rossi Akhiri Paceklik Podium di MotoGP Jerman?

 

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 12 July 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Catatan Rekor di MotoGP Jerman

Catatan Rekor di MotoGP Jerman

TOPIC OF THE WEEK
Akhir Generasi Emas Belgia

Akhir Generasi Emas Belgia

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Prancis Juara Piala Dunia

Rahasia Prancis Juara Piala Dunia

TOPIC OF THE WEEK
Persaingan di Tour de France

Persaingan di Tour de France

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company