image

Sharapova Bernafas Lega, Hukumannya Dikurangi Menjadi 15 bulan

Text : Maya Soeparwoto | 5 October 2016

SPORTKU.COM

Hukuman larangan bertanding Maria Sharapova selama dua tahun kini telah dikurangi menjadi 15 bulan.

Keputusan ini setelah permohonannya dikabulkan oleh Badan Arbitrase Olahraga (CAS), di Lausanne, Swiss, Selasa (4/10/2015) waktu stempat. 

Lima kali juara Grand Slam, 29, awalnya dilarang oleh Federasi Tenis Internasional selama dua tahun setelah positif terbukti menggunakan meldonium di 2016 pada Australia Terbuka., demikian disampaikan oleh Sekjen Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) Matthieu Reeb.

Petenis Rusia ini akan dapat kembali berlaga ke lapangan tenis pada tanggal 26 April 2017.

"Saya sedang menghitung hari sampai waktunyac tiba bisa kembali bertanding," katanya.

"Selama ini saya merasa sesuatu yang saya cintai direnggut dan kini rasanya kembali baik setelah bisa belaga nanti. Dunia tenis adalah gairah saya dan saya telah melewatkannya."

Meldonium, obat yang diperuntukkan untuk hati yang juga dikenal sebagai mildronate, menjadi zat terlarang pada 1 Januari 2016.

Sharapova mengatakan dia telah mengkonsumsi obat tersebut sejak tahun 2006 untuk masalah kesehatan dan tidak mencoba menggunakan zat tertentu untuk meningkatkan kinerja".

Sharapova menjelaskan bahwa dia tidak menyadari bahwa obat tersebut telah ditambahkan ke dalam daftar WADA (Badan Anti Doping) sebagai obat terlarang.

Mantan petenis nomor satu dunia ini mengatakan dia tidak bisa menerima perlakuan tidak adil atas hukuman larangan untuk dirinya saat diumumkan pada bulan Juni. Pengadilan Arbitrase Olah Raga mengatakan bahwa kasus Sharapova bukan tentang seorang atlet yang curang

Dikatakan bahwa Sharapova bersalah karena tidak memberikan agennya "petunjuk yang memadai" dalam memeriksa daftar obat-obatan yang dilarang oleh Wada. Selain itu Sharapova juga gagal untuk mengawasi dan mengendalikan agennya.

Pengadilan mengatakan bahawa Sharapova dinyatakan positif menggunakan meldonium setelah kekalahannya dari Serena Williams pada 26 Januari di perempat final Australia Terbuka dan pelaksanaan tes dilakukan pada 2 Februari.

"Kini saya telah keluar dari salah satu hari terberat dalam karir saya ketika pada bulan Maret lalu saya belajar tentang suspensi saya saat ini, salah satu hari paling bahagia dalam hidup saya, karena saya tahu saya bisa berlaga pada bulan April. Saya telah belajar dari ini, dan saya berharap demikian juga dengan ITF.

"Saya telah bertanggung jawab awal sejak sejak kasus ini bergulir karena memang tidak mengetahui bahwa suplemen yang saya konsumsi selama 10 tahun terakhir adalah termasuk yang tidak diperbolehkan.

"Saya juga belajar bagaimana sebaiknya federasi lainnya lebih aktif memberitahukan para atlet mereka soal perubahan peraturan, terutama di Eropa Timur di mana mildronate umumnya dikonsumsi oleh jutaan orang.

"Kini proses ini selesai, saya berharap ITF dan badan otoritas tenis lainnya yang relevan dengan doping akan mempelajari apa yang federasi lain lakukan, sehingga tidak ada korban petenis lain seperti saya."

Sekjen Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) Matthieu Reeb, saat berbicara kepada wartawan perihal kasus doping Maria, Lausanne, Swiss

Text : Maya Soeparwoto | 5 October 2016

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company