image

Misteri Mundurnya Enrique Dari Bangku Pelatih Barcelona

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : Barcablaugranes | Editor: Andi Wahyudi | 2 March 2017

SPORTKU.COM

Keputusan Luis Enrique untuk hengkang dari bangku pelatih Barcelona tentunya saat ini menjadi perhatian utama para pecinta sepak bola.

Terlebih lagi, kabar ini diumumkan Enrique hanya sesaat setelah membawa Barcelona memuncaki klasemen La Liga hasil dari kemenangan 6-1 kontra Sporting Gijon.

Tapi tak seperti pemecatan Claudio Ranieri, kepergian Enrique dari bangku pelatih Barcelona justru bisa dibilang sudah jauh hari sebelumnya diprediksi oleh sebagian kalangan.

Pemicu utamanya tentu lantaran kekalahan 4-0 yang diterima Barcelona kala melawat ke markas Paris Saint Germain (PSG) di leg pertama babak 16 Liga Champions Eropa. Hasil yang membuat Barcelona kini nyaris tak punya peluang untuk bisa maju ke babak perempat final, membuat Enrique santer dikabarkan bakal segera di depak oleh manajemen klub asal Katalan.

Tapi sebenarnya, posisi Enrique sudah diperbincangkan bahkan sejak awal kedatangannya di musim 2014/2015. Kala itu, Enrique bahkan dikabarkan kerap bersitengang dengan Lionel Messi, lantaran perbedaan visi soal penerapan pola permainan. Namun untungnya situasi itu tidak berkelanjutan, dan keberhasilan Enrique membawa Barcelona memenangkan lima gelar di musim pertamanya, membuat pelatih kelahiran 8 Mei 1970 itu akhirnya mulai mendapat sambutan hangat dari para pendukung setia La Blaugrana.

Tapi raihan itu tak lantas membuat Enrique menjadi pelatih idola layaknya Pep Guardiola. Penerapan pola permainan Barcelona selama di bawah asuhannya yang dianggap menghapus embrio tiki-taka milik Barcelona, membuat sebagian fans mereka sedikit kecewa.

Permainan bola-bola pendek dengan operan satu-dua dan penguasaan bola, sudah sejak lama menjadi ciri khas La Blaugrana. Sedangkan Enrique secara tiba-tiba merubah itu semua dengan lebih banyak menerapkan bola-bola panjang yang membuat permainan Barcelona terasa membosankan.

Bukti paling nyatanya bisa dilihat pada laga kandang terakhir Barcelona kontra Leganes. Meski berhasil memastikan kemenangan 2-1, namun statistik pertandingan membuktikan kalau Enrique sudah membuat Barcelona tidak lagi menerapkan filosofi permainan mereka.

Dalam laga itu, para pemain tengah Barcelona yang dulu terkenal akan kemampuan mereka mendominasi permainan, bahkan seakan tidak lagi memiliki peran. Karena buktinya, Samuel Umtiti (127) yang berposisi sebagai bek tengah, memiliki jumlah pasing lebih banyak ketimbang gabungan dari jumlah passing Rafinhha (55) dan Ivan Rakitic (70) yang di-plot sebagai gelandang.

Untuk itu, meski Enrique menyatakan kalau keputusannya mengundurkan diri sebagai pelatih Barcelona murni datang dari dirinya, tapi tak sedikit kalangan yang berspekulasi kalau keputusan ini sebenarnya diambil Enrique lantaran tekanan yang terus datang dari para petinggi klub asal Katalan. Karena nyatanya, sejak akhir musim lalu Barcelona tidak juga mau memperpanjang kontrak Enrique yang kadaluarsa di bulan Juni 2017 mendatang.

''Kita tidak perlu lagi berspekulasi, dan sekarang kita harus fokus pada pertandingan-pertandingan yang akan datang. Kita masih punya pertandingan di La Liga, kontra PSG, final Copa dan banyak lainnya di bulan-bulan ke depan,'' ungkap Presiden Barcelona, Josep Maria Bortemeu.

Ya, teka-teki soal nasib Enrique memang sudah jelas terjawab. Tapi, kini Barcelona memunculkan sebuah teka-teki baru, yaitu siapa sosok yang akan menukangi El Barca di musim 2017/2018 mendatang.

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : Barcablaugranes | Editor: Andi Wahyudi | 2 March 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company