image Giovinazzi, Sean dan Tom Blomqvist di F3 Eropa

Antonio Giovinazzi jadi Pebalap F1, orang Indonesia ini punya andil 

Text : Dedi Hermawan | Photo / Video : Jagonya Ayam, Sauber F1 | 27 March 2017

uploads/news/2017/03/orang-indonesia-di-balik-511650df7f2b27d.jpg

Orang Indonesia di balik Giovinazzi

antonio-giovinazzi-304845510b997a0
antonio-giovinazzi-716241bf3d37aa0
antonio-giovinazzi-46519c8bbe980de
antonio-giovinazzi-83919b263abeac7
antonio-giovinazzi-49983a44c2120ef
SPORTKU.COM

Karir Antonio Giovinazzi di dunia balap hingga mampu menembus Formula 1 tidak lepas dari peran tokoh balap Indonesia, Ricardo Gelael.

Banyak yang melihat faktor keberuntungan sebagai bagian dari begitu cepatnya Giovinazzi merasakan kursi balap F1. Baru satu musim merasakan balap GP2, pemuda Italia ini langsung diambil Ferrari untuk menjadi test driver mereka. Belum tuntas menjalankan tugasnya itu, Giovinazzi tiba-tiba mendapat kesempatan menjadi pebalap untuk tim Sauber. Begitu cepat.

Faktor keberuntungan memang ada tapi bukan itu yang utama. Ada yang beda memang dari seorang Antonio Giovinazzi. Ia tercatat sebagai rookie yang mampu menjuarai Formula Pilota China pada debutnya. Namun sinarnya tak berlanjut di saat pindah ke Eropa untuk turun di ajang F3 Eropa. Meski bergabung dengan tim Double R Racing besutan Kimi Raikkonen, karirnya tidak menonjol.       

Aksi Giovinazzi kemudian baru mendapat perhatian pada musim berikutnya setelah bertarung untuk Tim Jagonya Ayam with Carlin.   Anak muda kelahiran 14 Desember 1993 ini tampil cukup mengesankan. Bersama Tom Blomqvist dan Sean Gelael, Giovinazzi punya andil dalam membawa tim ‘setengah’ Indonesia itu menjadi runner-up dalam klasemen tim. Saat itu tim Prema, yang 2 tahun kemudian jadi tempat ia berlabuh di GP2, muncul sebagai  juara. Antonio sendiri berada di posisi 6 klasemen pebalap.

Antonio Giovinazzi, Sean Gelael dan Tom Blomqvist   antonio-giovinazzi-304845510b997a0.jpg

 

“Antonio Giovinazzi memang menarik,” ucap Ricardo Gelael, pemilik Jagonya Ayam Racing Team. Ayah dari Sean Gelael ini mengenang ketika pertama kali mereka berinteraksi di arena gokart hingga kemudian berada di tim yang sama. “Persahabatan Antonio dan Sean terbentuk ketika di Double R Racing, dan kini mereka sudah seperti kakak-adik,” tambah Ricardo. Kedekatan dengan Sean yang kemudian menjadi salah satu faktor Ricardo mengajak Antonio untuk menjadi bagian dari tim balapnya.  

“Saya melihat passion dalam diri Giovinazzi. Passion terhadap balapan itu tidak hanya ia tunjukkan saat di lintasan, tapi juga dalam keseharian,” papar Ricardo. “Anak ini juga punya ‘ego’, yang biasanya memang melekat pada seorang pebalap. Tidak mau ngalah, ngotot.”

Saat Sean pindah ke GP2, Antonio tidak diajak serta. Bukan karena ditinggalkan, melainkan karena keterbatasan seat yang tersedia. Antonio kemudian meneruskan laga di F3, masih membawa bendera Jagonya Ayam. Dan ternyata sinar anak muda kelahiran Martina Franca kembali cerah. Ia menyudahi F3 Eropa 2015 dengan menjadi runner-up klasemen pebalap, di belakang Felix Rosenqvist. 

Tahun berikutnya, 2016, barulah Antonio bergabung dengan Sean di GP2. Sebetulnya, menurut seorang narasumber SPORTKU, Antonio tidak akan turun dengan Jagonya Ayam di GP2. Ia sempat kepincut tim lain yang menjanjikan bakal mendapat sponsor. Tapi janji itu malah tidak terwujud. Kemudian Antonio menemui Jagonya Ayam dan beruntung pintu tim Indonesia itu masih terbuka untuknya. “Pak Ricardo menyukai Antonio, dan merupakan sahabat anaknya,” ucap sumber yang tak mau disebutkan namanya itu.

Akhirnya Antonio kembali bersama Jagonya Ayam lalu ‘dititipkan’ di tim Prema dan sukses menjadi runner-up di tahun pertama ia berlaga di GP2. Prestasinya itu yang kemudian membuat Ferrari mengganjarnya sebagai pebalap ketiga mereka.  

“Saya bangga,” ucap Ricardo saat ditanya tentang pebalap yang pernah ia bina itu akhirnya ke F1. “Semua itu karena proses, bukan instan,” ujar Ricardo lagi. Maksud mantan pereli nasional itu, Antonio bisa menjadi pebalap F1 adalah sebuah proses dengan melewati berbagai kondisi, menang-kalah, naik-turun. 

Dan Jagonya Ayam punya andil tidak sedikit dalam proses itu. Bukan begitu?

 

 

Text : Dedi Hermawan | Photo / Video : Jagonya Ayam, Sauber F1 | 27 March 2017

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company